• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

Wawancara Oprah Winfrey (OW) dan Arul Chandrana (AC) tentang “kamu nerbitin buku ya? Gratis satu dong.”

talkshow oprah winfrey

OW: good evening, Mr. Arul
AC: good evening, Mrs. Winfrey
OW: benarkah novel terbaru Anda, Sang Penakluk Kutukan, sudah terbit?
AC: yep. Dan Anda bisa mendapatkannya di hampir semua toko buku di Indonesia.
OW: ehm, saya punya pertanyaan yang mungkin kurang sopan. Begini, berkaitan dengan terbitnya novel ini, apa yang membuat Anda sedih?
AC: yang membuat saya sedih, adalah fakta bahwa saya belum bisa membagi gratis novel ini pada orang-orang yang memintanya.
OW: kenapa begitu? Kan ini karya Anda, masak Anda tidak bisa mebagi-bagikan gratis?
AC: memang benar saya yang menulis buku ini, tapi seperti yang Anda ketahui, yang memproduksi novel ini bukan saya, tapi penerbit. Kertas yang menjadi novel ini tidak gratis, mesin yang dipakai untuk mencetak harus bayar, pekerja harus digaji, distribusi buku ke seluruh Indonesia menggunakan uang, pajak harus dilunasi, display di toko buku pun butuh biaya, untuk membuat iklan pun tidak cuma-cuma, dan masih banyak lagi yang harus dibayar oleh buku ini. Jadi, walaupun saya yang menulis buku ini, tapi untuk menjadi sebuah buku perusahaan telah mengeluarkan jutaan uang.
OW: jadi buku ini tidak seketika muncul begitu saja, ya? Melainkan melalui proses panjang dan berbiaya besar?
AC: benar, seperti itulah. Yang tidak diketahui orang adalah bahwa penulis hanya mendapatkan buku gratis sebagai bukti terbit. Jumlahnya antara lima sampai sepuluh eksemplar. Selain itu, tidak ada lagi yang gratis. Kalau saya ingin mendapatkan novel ini saya pun harus membeli pada penerbit atau toko yang menjual. Saya yang menulis, tapi saya juga harus membeli.
OW: benarkah? Itu sangat ridiculous.
AC: Ridiculous but true.
OW: saya pikir, karena Anda yang menulis maka otomatis Anda bisa mendapatkannya gratis dan bisa membaginya sesuka hati.
AC: hehehe, sayangnya tidak demikian. Saya telah mengerahkan pikiran dan tenaga untuk menulis, tapi penerbit mengeluarkan jutaan rupiah untuk membuatnya menjadi buku cetakan. Saya yang memiliki hak cipta buku ini, tapi sebagai komoditas, sebagai barang dagangan, buku ini urusannya dengan perusahaan. Dan karena ini bisnis, tentu tidak bisa digratiskan begitu saja karena penerbit pun harus mendapat laba agar bisa terus beroperasi.
OW: oh ya ya, saya paham sekarang.
AC: ehm, mungkin, kalau memang sangat diperlukan, bagi teman-teman yang memesan buku ini pada saya maka saya pribadi bisa mengurangi harga novel ini dengan mengorbankan ongkos berpikir, riset, tenaga dan waktu yang saya kerahkan selama dua tahun menulis buku. Hahaha.
OW: tunggu, jadi, jika ada penulis memberi diskon untuk bukunya, itu sebenarnya si penulis sedang mengorbankan kerjanya dalam menulis buku bagi si pembaca? Dan bisa dibilang, si pembeli hanya membayar ongkos percetakan dan kirim saja?
AC: yyap, begitulah faktanya, Kawan.
OW: ehm, para sahabat dekat biasanya yang melakukan itu. Hahaha.
AC: para sahabat dekat yang tidak punya perasaan, hehehe. Karena biasanya mereka tidak mengira bahwa penulis pun sebuah profesi. Seperti jika kau punya teman bekerja sebagai penjahit di sebuah perusahaan konveksi, apakah setiap kali perusahaan tersebut mengeluarkan baju baru kau akan meminta baju gratis pada temanmu si penjahit itu? Tidak kan, karena teman Anda hanyalah tukang jahit di sana, tapi baju itu milik perusahaan.
OW: Dalam hal ini, kurang lebih penulis sama dengan penjahit?
AC: more or less.
OW: selanjutnya, Jika ada 30 orang saja yang meminta buku gratis, hmm, itu sudah cukup berat ya. Si penulis harus membeli bukunya, belum dapat hasilnya, dan sudah diminta gratisannya.
AC: lebih buruk lagi, sudah diberi gratis tapi bukunya tidak dibaca!
OW: oow, itu mengerikan.
AC: atau dibaca tapi tidak membuat resensi. Bahkan ditulis di status medsos pun tidak!
OW: oh ya, itu sangat keterlaluan. Setidaknya, jika seseorang mendapatkan hadiah buku dari penulis, dia sudilah kiranya membantu promosi semampunya. Begitu, kan. By the way, sudah berapa orang yang minta gratis pada Mr. Arul?
AC: Mmm, mungkin ada 50 orang.
OW: KYUAMPRET!
AC: Wkwkwk, You speak Javanese! #aruliterature

Anda bisa menemui saya di Twitter @arulight

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: