Posted in ehon, nebula, sastra

BLOG BERANTAI: PERTANYAAN TENTANG BUKU (Dan Ternyata Hanya Sebagian Jawabannya Yang Tidak Ngelantur)

image

Yep, saya mendapatkan ini dari seorang sahabat penulis yang sangat rajin menulis, Mbak Mugniar Bundanya Fiqthiya. Aku yakin, andai beliau menjadi seorang menteri pasti beliau akan menjadi menteri yang rajin. Memangnya apa yang saya dapatkan? Sebuah tantangan untuk menulis berantai. Ini luar biasa. Siapapun yang mendapat TANNTANGAN BERANTAI ini dan menyetujuinya, maka dia akan diikat dengan rantai berduri tiga tiga malam, dimasukkan ke dalam kotak kaca sebesar lemari, lalu kotak kaca diisi dengan air, dicampur balok es, dan di sana, tanpa oksigen atau alat penopang hidup apapun, dia harus menulis novel setebal 654 halaman, kertas folio, jenis huruf times new roman, ukuran font 8, spasi 1. Luar biasa bukan?

Untungnya ada pilihan kedua. Jika kau menyetujui tantangan tersebut dan tidak mau dijadikan Houdini dadakan, maka kau tinggal menjawab beberapa pertanyaan (berbahasa Inggris) mengenai buku apa saja yang terlibat dalam hidupmu. Aku? Sebenarnya aku lebih memilih tantangan nomor satu, tapi karena panitia tidak menyediakan belut listrik dan hiu di dalam peti kaca, saya pun dengan berat hati memilih opsi kedua. Dan, ini dia jawabanku untuk pertanyaan-pertanyaan perbukuan berbahasa inggris tersebut—jika kamu membaca tulisan ini, berharaplah aku tidak memilihmu untuk menerima tantangan berikutnya!

1. Do you get sick while reading in the car?
Jika mobilnya membawa tiga ekor kambing masuk angin, empat zombie berliur, enam komodo pilek, sembilan godzila sakit gigi, tentu saja saya akun mabuk dan klenger. Apalagi kalau si mobil lewat di jalan berlobang-berbatu. Itu sangat berbahaya dan tidak dianjurkan oleh Mr. Oppenheimer. Bisa-bisa bacaan Anda akan melukai salah satu komodo dan itu artinya Anda telah memberi ancaman serius kepada satwa yang dilindungi dunia.
Tapi jika jalannya mulus, tidak panas, tidak banyak goncangan, tidak ada bayi menangis, tidak ada pasukan kuning menititpkan keranjang sampahnya yang penuh, tidak ada tim dokter yang sedang melaksanakan operasi kanker, aku akan sangat suka membaca dalam mobil (kendaraan umum). Aku biasanya membaca komik Naruto di dalam bis. Itu membuatku tampak lebih berwibawa dan dewasa.

2. Which authors writing style is completely unique to you and why?
Aku suka Andrea Hirata dan Si Robertson kalau menyangkut keunikan menulis. Andrea karena dia suka menyelipkan informasi baru yang belum pernah kudengar sebelumnya. Itu membuatku merasa belajar sambil membaca. Akan tetapi, to be honest, dari semua bukunya, yang paling memuaskan hanyalah Laskar Pelangi—dan sanjungan saya di paragraph ini memang saya tujukan untuk Laskar Pelangi.
Berikutnya, Si Robertson. Sang Duck Commander dalam acara reality show Duck Dinasty. Aku suka gaya menulisnya yang kocak dan penuh kejutan. Dia membuatku tertawa dan mengerti banyak hal. Itu menyenangkan dan seharusnya banyak buku yang seperti itu.

3. Harry Potter Series or the Twilight Saga? Give 3 points to defend your answer.
Definitely Harry Potter! Aku membaca Twilight hanya seri pertama dan bingung di mana sisi serunya. Maaf, ini bukan serangan, ini sekedar murni urusan selera. Aku tidak akan heran kalau ada pembaca yang menderita kram dan sakit gigi membaca Harry Potter, tapi aku lebih tidak kaget kalau ada yang masuk ICU setelah membaca satu bab Twilight series. Hahaha, aduh, maaaaf, aku berlebihan, maaaaf.
Mengapa harry potter? Karena, pertama, Rowling sangat sangat sangat luar biasa membuat plot. Siapa sangka bahwa Snape ternyata bukanlah seorang uhbire6vyf876b bagi Voldemort? Aku belum membaca novel lain yang bisa mengubah sudut pandang pembaca begitu drastic dan penuh simpati terhadap salah satu karakter sebagaimana buku Harry Potter—untuk komik, keberhasilan serupa dicapai oleh Kishimoto untuk Itachi Uchiha dalam Naruto.
Kedua, kisah dunia sihir di sana tampak benar-benar meyakinkan. Kau akan mengira itu sungguhan dan akan mulai sibuk mencari beasiswa ke Inggirs untuk sekolah di Hogwarts!. Ketiga, Rowling berhasil membuat pembaca terikat dengan misteri yang dia beberkan setetes demi setetes. Itu luar biasa.

4. Do you carry a book bag? If so, what is it in (besides books)?
Tas buku? Astaga, ada barang kayak gitu ya? Aku biasanya ya bawa ransel umum (public bag, wakakaka). Isinya ada novel, komik, alat tulis, buku tulis, dompet, penggaris, jangka, kabel listrik, stoples kacang mete, meja belajar, bebera kelinci, sekotak paku payung, dan beberapa orang tetangga.

5. Do you smell your books?
Yup, absolutely. Memangnya buat apa beli buku kalau tidak dicium? Selain itu, aku tidak tahu bagaimana caranya membaca buku selama dua jam dengan menahan napas. Mau tidak mau, aku pasti mencium bukuku. Hmm, semoga jawabanku tidak melantur. (garuk kepala keponakan sambil mencium kertas novel yang baru dibuka plastiknya.)

6. Books with or without little illustrations?
Keduanya tidak masalah. KECUALI, jika buku tersebut mengenai barang / peninggalan sejarah, seharusnya buku seperti itu menyertakan gambar! Sangat tidak sopan para penulis / penerbit yang tidak menyertakan ilustrasi untuk buku bertema sejarah yang mereka terbitkan—melirik Dan Brown dengan mata sinis.

7. What book did you love while reading but discovered later it wasnt quality writing? (Ex. I read Twilight before I read HP and thought the writing was amazing but read HP and now think Twilight is a little bit of a joke)
Apa ya? Hmm… aku belum ketemu buku yang membuat buku sebelumnya menjadi tidak ber-rasa. Yang biasa kutemukan, baca buku dan ternyata sangat tidak menyenangkan. Buku itu merusak kualitas dirinya sendiri..

8. Do you have any funny stories involving books from your childhood? Please share!
Wahahaha, aku tidak punya. Ya. Tapi, aku punya kisah criminal berkaitan denan buku. DAN BUKULAH YANG MENGAJARIKU MENJADI SEORANG KRIMINAL. Aku tinggal di pulau Bawean yang mana membaca tidak termasuk hobi yang bisa disebutkan oleh seorang bocah. Aku kehabisan bahan bacaan. Jadi, di dekat rumah ada sebuah SD Inpres yang bobrok. Temboknya berlobang dan pintunya tak bisa dikunci. Pada sore hari, saat aku mau pergi ke sungai untuk mandi, aku akan menyelinap ke dalam salah satu kelas dan mulailah memperbaiki mobil yang rusak dan mengganti kaca spionnya. TENTU SAJA TIDAAAAKKK!!! AKU MENCURI BUKUUUU!
Wakakaka, semua buku yang kuambil dan sudah kubaca kemudian kusimpan dengan rapi di lemariku.. apakah aku sadar bahwa saat itu aku melakukan pencurian pada pemerintah? Tidak! Saat itu niatku adalah untuk menyelamatkan buku-buku bacaan itu.

Ingat, aku menemukan buku itu terserak di lantai, sebagian besar dengan sampul robek atau copot. Aku yakin anak-anak SD itu tidak tahu perbedaan sekeping genting dengan seeksemplar buku. Jadi, dari pada buku itu terbang 13 meter / per-detik, lebih baik dia kutidurkan dengan nyaman di lemariku.

Beberapa tahun kemudian, ketika aku mau pindah ke Jawa untuk melanjutkan sekolah, semua buku yang sudah kusimpan selama bertahun-tahun kukembalikan, eh bukan, tapi kuserahkan kepada salah satu guru SD tersebut. Kini tanggung jawab untuk memelihara buku-buku tua itu  telah berpindah tangan. (untuk sejenak aku merasa layak mendapat penghargaan dan masuk Kick Andy)

9. What is the thinnest book on your shelf?
The Little Prince, in English. I think it’s also older than me.

10. What is the thickest book on your shelf?
Selain kamus Oxford for Advanced Learners? Novel The Well of Tears.

11. Do you write as well as read? Do you see yourself in the future as being an author?
Yup, exactly. Aku mulai menulis sejak kelas enam sekolah dasar. Dan sejak saat itu aku sudah membayangkan diriku menjadi seorang penulis, terkenal dan diterjemahkan ke banyak bahasa. Aku tidak sabar menunggu saat itu terjadi.

12. When did you get into reading?
Kelas enam sekolah dasar, kan sudah tak bilang tadi, eh ditaya lagi. Atau kamu mau alamat sekolahku? Yakin? Serius mau mengunjungi sekolahku di pedalaman Australia?

13. What is your favorite classic book?
The War of The World, H.G. Well.

14. In school was your best subject Language Arts/English?
Yup, dari dulu aku sudah suka bahasa. Sewaktu masih sekolah dasar sampai SMA, bahasa Indonesia menjadi pelajaran yang tak bisa disaingi oleh yang lain. Bagaimana dengan Bahasa Inggris? Aku yang terbaik dalam pelajaran itu, setidaknya karena dua hal: pertama, aku yang paling bisa, kedua, teman sekelas gak ada yang berminat belajar Bahasa Inggris.

Ada kenangan seru sewaktu SD. Guru Bahasa Indonesiaku berkata, kalau ada PR atau ulangan mengarang, kalian tidak akan bisa mencontek dari Arul. Mengapa? Karena kalimat yang dia buat selalu pasti berbeda dengan yang kalimat yang kalian tulis. Terlalu berbeda.

Hahaha, tentu saja, teman-temanku bercerita tentang Budi membantu ibu di rumah, aku bercerita tentang anak harimau yang mengalahkan tuyul yang mengacau kerajaan siput laut!

15. If you were given a book as a present that you had read before and hated what would you do?
Pertama, kutampar orang itu, lalu kusuruh dia mengakui kesalahannya kepada kementerian hak asasi manusia karena telah memaksaku untuk menamparnya, Kemudian dia harus mentraktirku bebeapa mangkok bakso sambil mendiskusikan berapa buku yang kuinginkan agar dia tidak kulaporkan pada ketua RT di kampungnya.
Bagaimana dengan buku hadiah tadi? I’ll give it to someone I hate for free.

16. What is a lesser known series that you know of that is similar to Harry Potter or the Hunger Games?
Mm… apa ya… entahlah, aku tidak mengikuti genre itu. novel Magic Keeper, mungkin?

17. What is a bad habit you always do (besides rambling) while filming?
Mmm… quit filming? Case close. Jangan-jangan yang dimaksud ini reading, bukannya filming.

18. What is your favorite word?
Astaghfirullah.

19. Are you a nerd, dork, or dweeb? Or all of the above?
What the …? Are you insulting me? (wakakaka). Baru sekarang ketemu pewawancara narasumbernya malah dihina (bwahahaha). You’re the nerd! King of dork! A neighbor of a dweeb! The cousin of an orc! (wakakaka, narasumber gagal paham menghadapi pertanyaan ambigu).

20. Vampires or Fairies? Why?
Vampires. Why? Cause I’ll ask one of them to stop you asking why. And the other one of them to be my… to be my… to be my friend’s wife.

21. Shapeshifters or Angels? Why?
Angels. You can’t enter the heaven if the angels don’t open the door for you, remember? (hello, this is a book interview, Sir, not a religion discussion!)

22. Spirits or Werewolves? Why?
Werewolves, absolutely. Cause I’ll ask all of them to run after you! Right now. (Oww, not again!)

23. Zombies or vampires?
This time I’ll chose zombies. Cause I want them to marry you. Ready or not.

24. Love Triangle or Forbidden Love?
Not all of them. I don’t read romance.

25. AND FINALLY: Full on romance books or action-packed with a few love scenes mixed in?
Novel action dengan sedikit bumbu romantic yang saking sedikitnya sehingga kalau dikumpulkan tiak penuh satu halaman.

Berikutnya, saya ingin menawarkan rantai blog ini kepada sahabat blogger saya Mbak Linda Satibi dan Mbak Dhani Pratiknyo. Bagaimana, mau?

***

Temui narasumber wawancara ini di twitter pusat rehabilitasi ujung rambut @arulight

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

7 thoughts on “BLOG BERANTAI: PERTANYAAN TENTANG BUKU (Dan Ternyata Hanya Sebagian Jawabannya Yang Tidak Ngelantur)

  1. Wahahahahahaahhahah …. benar2 penulis unik sejak zaman sekolah dasarnya. Gak kebayang ada anak sekolah dasar yang berniat menyelamatkan jendela-jendela dunia dengan menidurkannya di lemarinya! Mengagumkan …

    Pasti tak ada yang bisa menulis tantangan ini ala genre k4jsucnvbo seperti ini.

    Oya semoga .. selamat kepada peraih pulitzer prize 2014 🙂

    1. Ahahaha, Mbak mugniar, dan ternyata menjadi penulis memang membuatku bahagia. Semua yang telah kujalani terasa menyenangkan saat dikenang lagi hari ini. Memangnya apa yang telah kualami untuk sampai ke titik ini? Hal-hal menyenangkan, tentu saja.

    1. Ka, tentunya itu bukan hal yang mustahil, hehehe. Seperti yang kita tahu, di dunia ini selalu ada pengecualian, nah, aku akan mendaftar ke taman kanak-kanak terdekat untuk mendapatkan pengecualian 😀

    1. mbak linda, pertanyaan menjadi banyak karena menuntut untuk dijawab. maka jawablah! jawaabbbbb! (uhuk uhuk uhuk, keselek traktor)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s