Posted in baweanologi, sastra

Dongeng Bawean Yang tak Lazim

Ada sesuatu yang sangat unik dalam dongeng-dongeng Bawean. Mereka memiliki ending yang benar-benar tak terduga. Hampir menyalahi kaidah perdongengan Nusantara pada umumnya. Dan itu membuat dongeng asli Bawean tak bisa disamakan. Ini salah satu contohnya:

Tersebutlah sebuah keluarga yang miskin. Sang ibu sedang hamil anaknya yang ke lima dan dia nyidam ayam bakar. Dengan susah payah, sang suami pun akhirnya berhasil mendapatkan seekor ayam.

Tapi mereka tidak langsung menyembelih dan membakar ayam tersebut. Suami istri itu memutuskan untuk
membakar si ayam nanti saat tengah malam, ketika ke empat anaknya sudah tidur lelap. Mengapa? Sebab, jika empat anak tersebut masih bangun, maka si ibu hamil tidak akan mendapat jatah ayam bakar yang cukup.

Maka tengah malam itu, dibakarlah si ayam. Tak dinyana, ketika ayam mulai harum, anak pertama bangun.
Anak pertama: hmm, ada harum ayam bakar!
Ibu: jangan ramai, nanti adikmu bangun.
Maka diamlah si anak pertama. Ikut menunggu ayam matang.
Tak lama kemudian, bangun si anak kedua dan berseru.
Anak kedua: hmm, ada harum ayam bakar!
Ibu: jangan ramai, nanti adikmu bangun.
Maka diamlah si anak kedua.
Beberapa saat kemudian, anak ketiga pun bangun menyusul dua kakaknya.
Anak ketiga: hmm, ada harum ayam bakar!
Ibu: jangan ramai, nanti adikmu bangun.
Maka diamlah si anak ketiga.
Dan, ketika ayam bakar tersebut matang, bangunlah anak keempat.
Anak keempat: hmm, ada harum ayam bakar!

Kini empat anaknya sudah bangun, tidak ada lagi adik yang akan dihindari. Ibu mereka yang sedang nyidam tahu dia tidak akan mendapat ayam bakar secukupnya. Apa yang terjadi kemudian sungguh kejutan: ibu itu menyambar ayam bakarnya dan terbang jauh meninggalkan suami beserta keempat putranya. Ya, terbang, bukan berlari atau sembunyi, tapi terbang dan menghilang.

***

Nah, sudahkah kau temukan hal tak wajar dalam dongeng barusan? Pikirkan!
Pertama, betapa unik pilihan nyidam si ibu. Dia menginginkan ayam bakar! Ayam bakar, kawan. Hahaha. Padahal Bawean memiliki berbagai macam makanan dan masakan tradisional yang lezat dan harum, juga banyak buah yang manis serta harum, tapi si ibu dalam dongeng tadi justru memilih ayam bakar. Ayam bakar sama sekali tidak bercita rasa dongeng, iya lebih terdengar seperti warung tepi jalan  atau Upin Ipin

kedua, ending cerita. Ini sebuah dongeng sad ending. Sesuatu yang sangat jarang terjadi dalam dunia dongeng.
Aku membayangkan, jika ini dongeng dari Timur Tengah, ending cerita berupa keajaiban. Ayam yang dimakan tidak kunjung habis. Diiris, tumbuh lagi. Begitu seterusnya. Jika ini dongeng Eropa, maka ayam tadi dengan ajaib akan membesar tubuhnya sampai beberapa kali lipat sehingga cukup untuk dimakan bersama anaknya yang empat. Jika ini dongeng Nusantara, mungkin si ayam akan dengan ajaib jumlahnya menjadi banyak. Tapi ini dongeng Bawean, kawan. Bukannya memberi ending favorit semua orang, tapi malah membuat si ibu terbang kabur dan menghilang. Membawa ayam bakar, meninggalkan suami dan empat anaknya.

Ketiga, karakter orang tua, khususnya ibu. Dongeng ini jelas tidak menampilkan orang tua / ibu penyayang, yang berjiwa pengorbanan, dan rela kekurangan, tapi ini pasangan yang egois. Bahkan, si ibu tega meninggalkan keluarganya hanya agar bisa menikmati ayam bakar seorang diri. Dialah sang antagonis in disguise!

Tapi dulu dongeng ini dipakai untuk menakuti anak agar tidak berbuat nakal. Kalau kamu masih tetap nakal, nanti ibumu akan terbang meninggalkanmu. Hmm, kupikir, bangun tidur karena aroma ayam bakar bukanlah sebuah kenakalan. Namun, lebih dari apapun, tanpa sadar dongeng ini telah mengajariku membuat kisah tragedi.

***

ini sesuatu yang berbeda. Dua dongeng Bawean lainnya pun memiliki akhir serupa, sad ending. Atau, sebuah kisah yang dituturkan dengan janggal mengenai kepribadian tiap tokoh di dalamnya #aruliterature #baweanologi

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

2 thoughts on “Dongeng Bawean Yang tak Lazim

    1. ibunya mungkin masih sepupu dari superman, jadinya bisa terbang. hehehe. saya orang bawean mas, sekarabng tinggal di lamongan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s