Posted in ehon, think

Petani dan penulis

Aku punya seorang teman yang, awalnya tanpa persetujuannya, kupanggil dengan nama Dolgemat. Aku mengenalnya sejak kuliah dan dia seorang ustadz. Maka, panggilan yang lengkap untuknya adalah Pak Ustadz Dolgemat. Selain mengajar, dia sudah menjadi petani bahkan sejak belum lahir. Darah dan sikapnya adalah model petani teladan idaman. Maka panggilan yang lebih lengkap untuk temanku itu adalah, Pak Ustadz Petani Dolgemat. Aku menulis tentangnya karena ada yang menarik untuk kuceritakan mengenai Pak Ustadz Petani Dolgemat.

Dia petani yang mengolah tanahnya sendiri, dan sebagai manusia yang tak bisa luput dari mengeluh, aku cukup mengenalnya sebagai pria yang teguh.

Saban pagi, beberapa saat selepas subuh, dia akan berangkat menuju ladang. Menggarap tanah dan merawat tanaman. Sebelum pukul tujuh, dia akan bergegas untuk pulang. Kemudian dia pergi mengajar. Pak Ustadz Petani Dolgemat pulang mengajar pukul dua siang, masih ada waktu baginya istirahat sejenak. Kemudian sholat Ashar dan dilanjutkan dengan merampungkan pekerjaan di ladang. Malamnya, jika tidak ada kegiatan pemuda di desanya, dia menjaga toko di rumah. Setelah menyiapkan untuk mengajar besok, Pak Ustadz Petani Dolgemat pun tidur. Kadang lelap, kadang gerah.

Nah, dengan pekerjaannya itu, dia telah membeli sepeda motor, membiayai sekolah dan kuliah dua adiknya dan satu keponakannya. Membuat toko bahan pertanian yang juga menyediakan makanan dan obat-obatan, dan baru-baru ini, dia membangun kandang sapi. Wow, aku kagum pada kawanku Pak Ustadz Petani Dolgemat.

Salah satu yang kupelajari darinya adalah bahwa dia bekerja tanpa terlalu bergantung pada mood. Ketika tiba saatnya kerja, dia akan bangun dan berangkat, entah itu ladang atau sekolah. Pak Ustadz Petani Dolgemat tidak membiarkan galau membuatnya ngambek dan membiarkan ladangnya terlantar, atau siswanya terbengkalai. Kupikir, mungkin inilah salah satu rahasia suksesnya.

Bayangkan, jika dengan prinsip dan jam kerja yang sama, kugunakan untuk merampungkan naskah-naskah yang tergeletak, ah, pasti, setidaknya, aku bisa menamatkan tiga judul dalam dua bulan. Jadi, manajemen kerja seperti itulah yang ingin kutiru dari kawanku Pak Ustadz Petani Dolgemat #arulight

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s