Posted in sastra

Kutipan novel: Ephala

image

Pada mulanya segala sesuatu adalah bersih dan murni, tapi kejahatan yang ditinggalkan manusia membekas dan senantiasa menghasut kejahatan berikutnya.

Hutan ini awalnya tempat yang teduh dan menyenangkan sampai kemudian, delapan ratus tahun yang lalu, sekelompok orang datang ke sini dan menyembelih hewan sebagai pengorbanan untuk setan. Itu kejahatan pertama, kejahatan berikutnya pun segera tiba. Kelompok itu semakin kuat dan ritual mereka semakin gelap.

300 tahun kemudian, mereka mengawali pengorbanan manusia. Tercatat ada 32 orang yang telah mereka korbankan, dan 20 lainnya diduga juga menjadi korban sekte sesat tersebut. Jiwa-jiwa yang marah dan penuh dendam tertanam di sana, membekas di kulit-kulit pepohonan, terperangkap dalam jerat niat jahat kesesatan.

Sekarang, satu abad setelah kelompok sesat itu ditumpas, jejak kebencian masih bertahan di hutan tersebut. Hantu-hantu pemarah mendekam di balik setiap helai daun gugur, amarah haus darah mengapung di udara yang bergerak perlahan, dan suara-suara penyiksaan memanggil dari balik ranting dan bongkahan tanah terlupa. Semua ini tak bisa lagi diselamatkan, Ephala.

#kutipannovel #ephala #aruliterature

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s