• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

Kesederhanaan yang Begitu Indah Sehingga Mustahil untuk Dilupakan

Judul: Danny The Champion of The World -Danny si Juara Dunia
Pengarang: Roald Dahl
Penerjemah: Poppy Damayanti Chusfani
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan kedua: Januari 2010
Tebal: 248 halaman

Aku sangat bahagia menemukan sebuah novel yang—aku percaya—berdasarkan kisah nyata dan membuktikan bahwa kebahagiaan, kegembiraan, semangat serta harapan bisa kita temukan di mana saja. Di mana saja. Pada waktu kapan pun dan di tempat mana pun. Tidak ada kesedihan yang demikian merajalela, tidak ada kemelaratan dan kesengsaraan yang demikian menguasai. Selalu ada kesempatan bagi kebahagiaan untuk hadir dan itulah yang membuat sebuah novel bisa kita percaya sebagaimana kita mempercayai kehidupan sesungguhnya. Kehidupan yang alami.

Jauh di luar desa, di tepi jalan berdebu, dekat dengan bukit dan lembah, pada sebuah bekas caravan Gipsi, tinggallah Danny beserta ayahnya, William. Mereka mengelola sebuah bengkel dan pom bensin kecil sebagai sumber penghidupan.
Danny dan ayahnya tentu saja hanya orang miskin biasa, tidak ada barang berharga d rumah caravan mereka. Tempat tinggal mereka pun demikian terpencil sehingga tetangga terdekat sekalipun sangat jauh jaraknya. Tapi, mereka hanya beberapa mil saja dari sebuah hutan rimbun milik orang terkaya di desa: Hutan Hazel, mengikuti nama pemiliknya, Mr. Victor Hazel.

Bahkan sebenarnya, semua tanah di sekitar tempat tinggal keluarga Danny adalah milik Tuan Hazel. Dia demikian berkuasa sehingga suatu hari, ketika ayah Danny, William, dengan gagah berani menghadapi kecongkakan Tuan Hazel, orang kaya tersebut menggerakkan para pejabat dari beberapa dinas pemerintah untuk mencari alasan mengusir keluarga Danny dari tanah tempat tinggalnya. Orang-orang suruhan itu tidak berhasil.

Di sini, aku tersenyum. Tersenyum untuk kemenangan Danny sekeluarga juga untuk kemenangan Dahl dalam mengingkari kebiasaan penulis dalam menyengsarakan tokoh utamanya. Tentu kita semua sangat sering membaca betapa tokoh utama di bab-bab awal akan dibikin sangat menderita, dihantam masalah bertubi-tubi dan selalu semakin besar, memaksa para pembaca bersimpati bukan karena indahnya cerita tapi karena kejamnya hidup yang direkayasa pengarang cerita. Dahl melompati semua kebiasaan yang terkadang tak mengenakkan itu.

Tuan Hazel memelihara ratusan burung pegar di hutan pribadinya. Ada beberapa penjaga dengan senapan laras ganda yang melindungi burung-burung peburuan tersebut dari orang-orang yang mau memburunya dengan ilegal. Setiap tanggal satu oktober, Tuan Hazel mengundang orang kaya dan bangsawan untuk mengikuti pesta berburu di hutannya. Pesta tersebut menjadi momen yang diyakini Tuan Hazel sebagai pengukuhan dirinya sebagai orang yang hebat, kaya dan terhormat.

Tapi sebenarnya Mr. Victor Hazel, oleh karena kecongkakan dan buruknya perilakunya menjadi orang kaya yang tidak disukai oleh hampir semua orang. Bahkan dokter dan petugas keamanan pun tidak menyukainya. Bagaimana tidak, Tuan Hazel suatu ketika menendang anjing kesayangan dokter yang tidur di dekat tangga. Dokter yang baik itu pun membalasnya dengan jarum paling tumpul di dunia untuk menyuntiknya.

Maka ketika ayah Danny merencanakan menangkap semua burung pegar di hutan pribadi Tuan Hazel, menghadapi para penjaga bersenapan dengan tangan kosong, menggunakan metode perburuan yang ditemukan Danny secara luar biasa, seluruh kisah dalam buku setebal 245 halaman ini menghidangkan akrobat kehidupan terbaik dan paling memuaskan dari semua kisah yang mungkin pernah kubaca. Kesederhanaan, kebahagiaan, kejutan, kemenangan, bisa dicapai siapa saja. Kemelaratan maha dahsyat bisa terjadi kapan saja tapi mungkin juga dihindari dengan cara yang paling sederhana pula.

Kisah Danny Sang Juara Dunia disajikan dengan begitu sederhana dan manusiawi. Mengenyahkan semua kecenderungan membuat kehidupan sangat susah bagi tokoh utama, juga menampilkan tokoh penjahat yang jahat sesuai kadarnya. Tuan Hazel memanglah seorang antagonis di buku ini, tapi Dahl tidak perlu memberikan beberapa bab hanya untuk menunjukkan kekejamannya. Semua tokoh di buku ini adalah orang baik dan jahat sebagaimana orang menjadi baik dan jahat di dunia sesungguhnya.

William sang ayah benar-benar menjadi sosok idaman dan panutan. Dahl telah menghadirkan sosok ayah yang demikian menyenangkan, yang layak menjadi kebanggaan setiap anak. Dia ayah yang ahli dalam pekerjaannya juga mahir dalam mendongeng dan berpetualang dengan anaknya. Tidak mengherankan jika setelah membaca novel ini akan ada ayah-ayah yang menyesali masa lalunya karena telah menjadi pria yang kurang mengasyikkan bagi anak-anaknya. Sungguh pelajaran paling menyenangkan untuk didengarkan.

Kekuatan lain buku ini adalah pada keajaiban kata-kata yang dipilih Dahl dalam mengembalikan kenangan masa lalu pada tiap lembaran novelnya. Aku yang pernah tinggal di dekat hutan dan menjaga ladang sebagai bagian dari kenyataan hidup keluarga yang tidak berpunya benar-benar mengerti betapa mendekati kenyataan semua kisah yang ditulis Dahl. Padahal kisah itu tentang keluarga miskin di inggris! Dari sekian banyak buku asing yang pernah kubaca, belum pernah ada yang sanggup membuatku berkontemplasi pada kehidupanku sendiri.

Semua kisah itu berdiri sendiri dalam dunia rekaan sang penulis dan tidak sanggup mendarat dalam kehidupan nyata para pembaca. Ini adalah keajaiban. Hanya kisah yang ditulis dengan kejujuran dan keriangan sepenuh hati yang bisa menukik melewati setiap kebudayaan. Karena setiap kehidupan di manapun di bumi pasti ada yang memiripinya di belahan bumi lainnya.

Kisah-kisah seperti buku ini, Danny The Champion of The World, adalah salah satu dari yang akan membuat manusia lebih menghargai masa lalunya, keluarganya, dan memupuk harapannya untuk masa depan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: