• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

#3 Hoaaaa, Naskahku Ditolak, LAGI!

sebuah buku 'harus' ditolak sebelum diterbitkan

sebuah buku ‘harus’ ditolak sebelum diterbitkan

Oke, mari kita kembali ke fakta bahwa, mohon maaf, Anda belum menerbitkan satu buku pun. Jangan tersinggung. Nah, bagaimana jika naskah yang Anda kirim ke penerbit, setelah tiga bulan, datanglah kabar bahwa ia ditolak lagi. Apa yang harus Anda lakukan? Panik? Menyesal? Kecewa? Sibuk mengedit? Membayar tukang pukul untuk memukul tetangga Anda? Kebanyakan orang akan segera mengambil tindakan editing. Mereka akan mengubah laginaskah tersebut, berusaha memperbaikinya, barulah setelah itu mengirim pada penerbit yang lain. Usaha ini bisa saja memakan waktu beberapa minggu. Tak jarang, ini membawa keputus asaan pada si penulis. Lantas, apa langkah terbaik untuk dilakukan ketika naskah kita ditolak penerbit? Jangan terkejut, jawaban saya, SEGERA KIRIMKAN KE PENERBIT YANG LAIN. Ya, segera. Tak usah repot-repot memperbaikinya. Langsung saja kirmkan pada penerbit lain. Sebagian besar penerbit di tanah air tidak memebrikan penilaian pada sebuah naskah yang ditolak, mereka hanya memberikan pemberitahuan bahwa naskah Anda ditolak. Itu saja. Jadi Anda tidak punya bahan untuk menghukumi naskah Anda sebagai tulisan buruk yang butuh diobati.

Nah, ketika Anda sudah mengirmkan naskah tersebut pada sepuluh penerbit dan masih saja mendapatkan penolakan, tibalah saatnya untuk

memperbaiki naskah tersebut. Mengeditnya, bila perlu, menulis ulang. Mungkin ada dua atau tiga di antara sepuluh penerbit tersebut yang memberikan penilaiannya pada naskah Anda, gunakan analisa mereka untuk memperbaiki kualitas naskah Anda. Itu kesempatan Anda untuk menjadi penulis yang lebih baik. Kemudian, setelah Anda mengirimkannya pada dua puluh penerbit dan masih saja ditolak, kali ini Anda harus melakukan tindakan yang lebih hebat. Rombak naskah tersebut, beberapa adegan atau sebab-akibat perlu diganti, beberapa tokoh harus menghadapi peristiwa yang berbeda, sudut pandang beberapa tokoh perlu dirubah, bahkan, jika Anda cukup yakin dengan ide novel tersebut, mungkin Anda harus sekali lagi menulisnya dari awal, menjadikannya sebuah buku baru dengan tema yang sama. Setelah itu, kirimkan dia pada penerbit yang Anda incar. Jika Anda sudah mengirimnya pada 40 penerbit dan lagi-lagi ditolak—artinya, sudah ada tujuh puluh penerbit yang menendang Anda, ehm, kini giliran Anda menendang naskah tersebut ke Kutub Utara, tulis cerita yang baru dan GANTI NAMA PENA DAN ALAMAT EMAIL ANDA. Serius.

Begitulah nasib sebuah naskah, ketika seorang editor dari sebuah penerbit menolak sebuah naskah, jangan panik, itu baru Pendapat Satu Orang, bisa jadi orang lain (editor dari penerbit lain) justeru sangat menyukainya. Sangat sering terjadi pada penulis-penulis yang naskahnya ditolak sebuah penerbit, bahkan dinilai TIDAK LAYAK TERBIT, ketika dia pindah pada penerbit yang lain, justeru naskah tersebut sangat dihargai dan setelah menjadi buku dia mencatat rekor best seller dunia. Keragaman penilaian seorang editor tak ubahnya dengan keragaman komentar pembaca terhadap sebuah buku. Pernahkah Anda menemukan sebuah buku yang HANYA mendapat pujian tanpa celaan? Bahkan Laskar Pelangi pun mendapat banyak kritik. Beda pembaca, beda pula responnya.

Dalam hal ini, tidak ada salahnya Anda membaca komentar para pembaca terhadap buku-buku yang Anda kenal baik untuk merasakan pengalaman perbedaan pendapat mengenai sebuah buku. Bayangkanlah semua pembaca yang berkomentar tentang buku tersebut adalah editor dari sebuah penerbit, dan pendapat mereka adalah keputusan terbit atau tidaknya sebuah buku. Goodreads bisa menjadi tempat yang bagus untuk ini. Dan, berikut ini saya sebutkan beberapa contoh penulis yang naskahnya ditolak berulang kali sebelum kemudian mendapatkan jodoh terbaiknya.

• Barnaby Conrad, tiga tahun hanya menerima surat penolakan dari banyak redaksi. Menurut Conrad, butuh butuh satu kamar mandi untuk menampung semua surat penolakan itu.
• William Kennedy, peraih pengharagaan Pulitzer dengan novelnya yang berjudul “Ironweed”. Ditolak oleh 13 penerbit dan baru mencapai kesuksesan 30 tahun kemudian, ketika usianya sudah mencapai 59 tahun.
• Kathleen Norris, novelnya yang berjudul “Mother” dan terjual jutaan kopi di tahun 1911, pernah ditolak oleh 18 penerbit.
• Dr. Seuss, naskahnya ditolak oleh 27 penerbit, beruntung sekali penerbit ke-28 yang menerbitkannya. Maka sejak saat itu, buku-buku karyanya menjadi best-seller dan terjual jutaan kopi.
• William Faulkner yang mendapatkan nobel, menulis naskah berjudul “The Sound and the Fury”. Naskah tersebut tidak bernasib mulus, dia ditolak oleh 13 penerbit sebelum akhirnya diterima dan terbit oleh penerbit keempat belas.

Arul Chandrana, follow twitter saya @arulight

Advertisements

2 Responses

  1. waaww, gila. kini saya tahu bahwa jumlah penolakan terhadap naskah saya belum ada apa2nya. trims!

  2. Saya belum pernah ditolak karena saya belum pernah mengirim. Saya baru memulai menulis novel. Saya yakin bahwa naskah saya pun belum tentu mulus. Awalnya saya benar-benar cemas jika naskah saya nantinya ditolak secara terus menerus. Tapi entah kenapa setelah membaca tulisan ini, saya menjadi lebih percaya diri dan saya percaya bahwa akan ada cahaya di balik kegelapan yang mungkin lebih dulu menghampiri saya.

    Tulisan yang keren!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: