• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

#2 Tips Menulis: Menginstal Aplikasi Pemuncul Ide

Dari mana datangnya ide menulis Anda? Pertanyaan singkat di samping termasuk dalam daftar pertanyaan seputar tuis menulis yang paling sering ditanyakan, dan, jika ia ditujukan padaku, jawabannya sudah pasti aku tidak tahu. Maksudku, tidak ada rumus yang bisa mendefinisikan atau menetapkan apalagi menentukan sumber sebuah ide. Karena semua hal bisa menjadi sumber ide. Maka adalah agak membingungkan jika ada yang bertanya dari mana seorang penulis mendapatkan ide menulisnya. Yang diperlukan untuk mendapatkan sebuah ide menulis bukanlah sibuk mencari sumbernya, melainkan menguatkan daya tangkap guna mengelola fenomena apa saja yang bisa menjadi ide segar untuk ditulis. Nah, inilah yang akan kita bicarakan sekarang.

Di banyak toilet SPBU di Jawa Timur, khusussnya di jalur utama, sering kutemukan tempelan stiker obat sakit perut merk Tay Pin San, dari nama dan banyaknya abjad Tiongkok dalam stiker itu sudah menjelaskan jika produsennya adalah seorang berdarah Tiongkok. Anehnya, aku tidak pernah menemukan wujud obat tersebut. Mungkin karena aku yang terlalu sedikit pengetahuannya, mungkin juga karena obat itu sudah tidak diproduksii lagi. Yang pasti, aku menemukan stikernya tapi tidak menemukan barangnya. Jadi apa yang bisa kau ambil? Apakah ini bisa menjadi sumber ide? Tentu saja. Ada banyak poin misterius yang bisa kita jadikan
bahan cerita menarik, tentu dengan beberapa polesan.

Pikirkan ini, sebuah perusahaan milik orang Tiongkok, berkembang pesat, tiba-tiba raib. Apa penyebabnya? Mungkin salah satu tragedy yang melibatkan SARA. Di mana sekarang mereka tinggal? Bagaimana mereka bertahan? Atau, apakah mereka selamat? Dengan mengembangkan pertanyaan-pertanyaan di atas, Anda akan mendapatkan sebuah novel tragedy sejarah yang menggetarkan. Atau, bagaimana jika stiker itu ternyata hanya sebuah kode rahasia dari sebuah masyarakat pendekar bawah tanah yang menujukkan bahwa daerah tersebut merupakan wilayah keuasaannya? Pada faktanya, ada beberapa masyarakat pendekar rahasia yang menguasai beberapa propinsi dan mereka bersaing dengan ketat—kadang kejam. Dengna pengembangan pada model pertanyaan kedua, Anda akan mendapatkan sebuah novel silat berunsur detektif. Dan ini masih bisa dikembangkan menjadi demikian banyak genre lainnya.

Maka inti dari asal mula ide bukanlah pada dari mana sumbernya, tapi bagaimana mengaktifkan aplikasi pemuncul ide di kepala kita. Orang-orang akan dengan tangkas mengatakan imajinasi, yep, kau benar, tapi tidak semua orang bisa menghidupkan imajinasinya sehidup orang lain. Jadi bagaimana? Anda harus memiliki unsur-unsur pembangkit cerita untuk mendapatkan sebuah ide dari setiap fenomena. Gunakan unsur-unsur tersebut untuk menganalisa dan membangkitkan cerita yang terkandung di dalam fenomena tersebut. Nah, berikut unsur-unsur yang saya maksud:

1. Siapa. Ketika Anda menemukan sesuatu, tanyakan pada benak Anda siapa pemilik dari benda ini? Siapa yang mendalangi peristiwa ini? Siapa yang akan beruntung dengan adanya hal ini? Siapa yang akan rugi karenanya? Siapa yang bisa mengendalikan hal ini? Siapa yang akan menguasai dunia melalui peristiwa ini? Carilah terus siapa-siapa yang lain dengan segala kemungkinan yang bisa Anda bangun. Ingat, jika Anda membuat sbuah novel fantasi, semakin ‘liar’ siapa yang Anda munculkan akan semakin menarik dan unik novel anda. Sebaliknya, jika Anda menulis sebuah kisah yang berbasis pada dunia nyata, usahakan siapa yang Anda bangun selogis dan senyata mungkin.

2. Mengapa. Tanyakan pada diri Anda, mengapa hal ni terjadi? Mengapa benda ini di sini? Mengapa tidak ada orang lain yang perduli? Mengapa anak kecil mengingkannya sedangkan orang dewasa menghindarinya? Mengapa peristiwa ini terjadi pada jam ini? Mengapa hal ini penting? Mengapa kejadian ini tidak diperdulikan? Mengapa? Mengapa? Mengapa? Carilah terus mengapa-mengapa yang lain dengan segala kemungkinan yang bisa Anda bangun. Ingat, jika Anda membuat sebuah novel fantasi, semakin ‘liar’ mengapa yang Anda munculkan akan semakin menarik dan unik novel anda. Sebaliknya, jika Anda menulis sebuah kisah yang berbasis pada dunia nyata, usahakan ‘mengapa’ yang Anda bangun selogis dan senyata mungkin.

3. Bagaimana. Bagaimana jika benda ini ternyata tidak berfungsi seperti yang dianggap oleh semua orang? Bagaimana jika keputusan A sebenarnya tidak untuk bertujuan untuk menghasilkan B, melainkan untuk menghasilkan G? Bagaimana jika orang-orang berhenti melakukan hal ini dan tiba-tiba semuanya berbeda? Bagaimana jika benda ini tidak ada di bawah pohon tersebut melainkan ada di puncak hotel tempat menginap presiden? Bagaimana jika kecepatan benda-benda tertukar dan yang bisa mengendalikannya dalah sekelompok belalang? Bagaimana jika pernikahan itu terlambat enam menit dan kekasih yang sebanarnya datang dengan membawa seorang bayi? Bagaimana jika… temukan bagaimana sebanyak-banyaknya dan tetap berpijak pada peraturan genre novel yang Anda kerjakan.

Setelah Anda bekerja dengan tiga aplikasi pembangkit ide tersebut, dan Anda benar-benar menikmatinya, segeralah bergerak pada tahap selanjutnya: menyusun cerita, atau, langsung tulis saja.

Arul Chandrana

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: