Posted in sastra

[Flash Fiction] Ibu Adalah Ayah Paling Lembut Di Dunia.

lets laugh, son. lets be strong

Aku tahu aku punya ayah, tapi aku tak pernah tahu bagaimana rasanya. Tak usah heran, itu hal biasa. Banyak orang lain juga mengalaminya. Tapi aku tahu bagaimana semua itu bermula dan menjadi bencana. Delapan Oktober ayah dipecat dari pekerjaanya. Dua belas Desember dia mendapatkan pekerjaan baru. Enam Mei ayah mulai pulang terlambat. Tiga Juni ayah ketahuan keluar bersama rekan kerjanya. Entah tanggal berapa Juli, ibu tahu ayah punya pacar baru. Pada bulan yang sama mereka sering bertengkar, dan pada tanggal delapan Oktoer, kebetulan sekali, mereka resmi bercerai. Saat itu tentu saja aku masih tidak tahu apa-apa, karena pada sepuluh Desember, aku baru berulang tahun yang ke empat.

 

Sekarang ketika aku sudah dewasa, aku sadar bahwa ibuku adalah ayah paling lembut di seluruh dunia. Dia menyuapiku yang masih kaku memegang sendok apalagi garpu. Dia menggendongku karena aku suka jatuh saat berusaha berlari dengan sepatu. Dia juga mendongengiku saat malam karena entah bagaimana aku begitu takut pada hantu. Atau apa saja yang tampak seperti itu.

 

Namun, karena dia juga seorang ayah, ibu juga memukulku. Dan karena dia adalah ayah yang paling lembut di dunia, di memukulku dengan air mata. Ibu juga menjewer telingaku, menjewer dengan nasihatnya. Ibu juga kadang melarangku, ketika dia yakin aku bisa celaka karena kebandelanku. Semua itu yang selalu kuingat hingga hari ini. Tak lebih tak kurang.

 

Pada suatu siang di bulan Agustus yang berhujan deras, dan aku merasa aneh dengan hal itu, datanglah kabar yang tak kalah anehnya bagiku. Sebuah surat, mengabarkan jika ayah telah meninggal. Jauh di tanah seberang. Aku bahkan tak tahu di mana letaknya di peta. Seharusya aku meneteskan air mata. Tapi tidak. Aku pergi ke kamar, untuk berganti baju dan mematikan komputerku yang masih menyala. Tanpa menyentuh tumpukan surat dari pembaca maupun undangan dari media, aku pergi dan menyambar kunci mobilku yang baru kupunya. Surat kematian itu tergeletak di meja beranda rumah, kesepian bersama angin yang berhembus mengiris dinding. Aku terus melaju, aku terus memacu, menuju kuburan persemayaman ibuku.

 

Dan tak ada kesedihan yang bisa mengatasi semua yang menimpa waktu itu.

 

05/10/2012

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

One thought on “[Flash Fiction] Ibu Adalah Ayah Paling Lembut Di Dunia.

  1. Jadi ini namanya flash fiction, ya?
    Kayaknya flash fic itu seperti curahan hati yang ada alurnya, ya… Pendapat author gimana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s