• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

FAKTANYA, BUKU JELEK JAUH LEBIH BERMANFAAT UNTUK ANDA BACA!

awas! ada buku super jelek di jalan Anda

Sebelumnya saya ingatkan bahwa artikel mini ini ditekankan bagi para penulis pemula. Mereka yang bersemangat untuk menjadi seorang penulis professional dan percaya bahwa membaca termasuk salah satu cara untuk mengembangkan kualitas tulisannya. Nah, jika Anda yang demikian, silakan Anda baca artikel ini dengan penuh kegembiraan.

Manakah yang lebih berguna bagi penulis pemula untuk mendukung karir menulisnya, membaca buku bagus atau buku yang jelek? Jawabannya: MEMBACA BUKU JELEK. Ya, buku jelek jauh lebih bermanfaat bagi Anda. Bahkan, kebaikan membaca buku jelek senilai dengan mengikuti kuliah satu semester di sebuah sekolah menulis terbaik di kota Anda. Mengapa demikian?

Karena, membaca buku yang jelek akan membantu Anda menemukan APA SAJA YANG HARUS DIHINDARI SAAT MENULIS SEBUAH KARANGAN. Anda akan menemukan contoh nyata dari kesalahan-kesalahan yang harus ditinggalkan. Dengan demikian, Anda akan terpacu untuk menemukan gagasan bagus yang nantinya akan membuat buku Anda jauh lebih baik dari buku jelek yang sedang Anda baca. Mudahnya begini, buku jelek akan membuat Anda berkata, “gila! Kalau cuma kayak gini aku bisa bikin buku yang lebih baik! Konyol sekali si pengarang menulis seperti ini, harusnya dia menulis begini …” nah, itulah yang dilakukan buku jelek pada Anda. Membantu Anda menemukan ide, gagasan dan penyelesaian yang brilian. Anda akan terstimulus untuk kreatif, menemukan hal yang lebih baik dan tanpa beban menyelesaikan naskah yang Anda kerjakan.

Bagaimana dengan buku bagus? Hehehe, yah, memang dari membaca buku bagus akan membantu Anda untuk mempelajari tentang gaya menulis, narasi yang anggun, pengembangan plot, penciptaan karakter yang bisa dipercaya oleh pembaca, dan juga cara bercerita yang terkesan nyata, tapi itu bukan hal yang benar-benar baik. Maksud saya, ketika Anda membaca buku bagus dan Anda berniat untuk menulis buku serupa—atau lebih hebat lagi, maka Anda akan terbebani. Anda akan merasa inferior. Ketika Anda membandingkan tulisan Anda dengan si buku bagus, Anda mungkin akan merasa kalah—atau agak kalah. Bahkan, lebih buruk lagi, bisa-bisa Anda terjebak untuk mengimitasi. Buku yang bagus akan menjadi bayangan yang membuat Anda selalu berada dalam kegelisahan. Cobalah Anda membuat buku semacam Laskar Pelangi, apa yang akan muncul di benak Anda? Ah, sulit nian. Anda akan merasa selalu dikalahkan oleh Andrea Hirata. Anda akan sering kali merasa kerjaan Anda jauh di bawah standar yang telah dibuat Hirata. Atau jangan-jangan, tanpa sadar Anda menjiplaknya!

 

Sekedar berbagi, dua novel saya, Pemburu Rembulan dan yang sekarang masih dalam proses pengeditan, muncul setelah saya membaca novel yang jelek. Ketika saya membaca novel tersebut, saya berteriak, ‘sialan! Aku kan punya kisah kayak gini! Aku bisa menulisnya dengan lebih baik! Aku pasti membuat pembaca lebih terpesona. Heran, gimana caranya buku kayak gini bisa terbit?’ dan, yah, jadilah dua novel itu.

Oh ya, sebelum saya the end kan, saya ingin mengingatkan Anda, kita semua, para penulis pemula, bahwa mungkin saja ada yang menentang pendapat saya ini—sebenarnya pendapat ini tidak murni dari saya—itu tidak masalah. Ya, Anda boleh membantah, karena ini bukan firman, ini sekedar buah pikiran manusia yang berpendapat dengan pengalaman. Mungkin Anda punya pengalaman berbeda, jika iya, kayaknya Anda punya tanggung jawab untuk membaginya dengan saya.

 

Nah, kawan-kawan penulis muda, silakan berpesta baca. Jika kau tahu buka apa saja yang paling bermanfaat, tolong kabari aku apa judulnya, lewat inbox saja biar tak ada hati terluka–hahaha.

Advertisements

4 Responses

  1. ya ya ya 😀

  2. hekhekhek… nopel yang satunya segera terbit ituw… haha..

  3. apa yang akang arul kata tentang efek dari membaca buku (jelak atau bagus) itu benar q alami adanya…so…horas buat akang arul and thanks…

    • yup, itu memang hal yang mengejutkan, tapi kenyataan., tidak smeua yang buruk berakibat buruk bagi kita, bukan? tapi tentu kita harus pandai menyaring

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: