Posted in sastra

pengakhiran

“Benar, begitulah, sendirilah, gapai semuanya yang sudah kau rencanakan.” Dia berkata dengan menyembunyikan air mata. Dengan kemarahan, lawan bicaranya itu pergi meninggalkannya dalam sendiri.

 

“Ya, begitu, pergilah. Dengan demikian aku telah mengeluarkan duri dari dalam dirimu. Aku tahu kau akan lebih baik begini. Tanpa beban. Sendirian. Mungkin kau akan sedih, tapi itu lebih baik. Kau bisa lebih lebih dengan sendiri. Kau akan menjadi apa saja. Kau akan menjadi segala yang tak kau duga sebelumnya. Menangislah saat ini. Membencilah sat ini. Itu baik buatmu. Dan nanti, Kau akan tahu betapa beruntungnya kau mengambil keputusan pergi. Kau sebaiknya memang sendiri. Aku telah mengeluarkan durimu, bukan?”

Berbalik, dia memutuskan untuk pergi dan menyimpan apa-apa untuknya sendiri. “Maaf harus begini. Karena kau tak akan percaya dengan cerita bahwa kau sebaiknya sendiri. Kita semua. Kau dan aku. Yah…menyakitkan memang jika perenungan yang kita lakukan membawa kesimpulan bahwa kebersamaan ini harus dikorbankan. Kau akan lebih baik.”

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s