• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

Me and My Cousin Owl City (Aku dan Sepupuku Owl City)

Aku menjadi demikian mengagumi sepupuku Owl City setelah peristiwa itu. Keponakan kami, Naura, sakit panas dan harus diopname sampai lima hari. Kunjungan pertamaku membuatku demikian sedih. Naura yang usianya belum genap dua tahun tergeletak lemah di pembaringan. Selang transparan menancap di pergelangan tangannya. Membawa tetesan cairan infuse ke pembuluh darahnya. Naura tidak bersuara kecuali untuk menangis dan mengeluh. Ayah ibunya duduk sedih di lantai. Pada kunjunganku di hari keempat, Naura tidak menampakkan perubahan yang berarti. Dia belum pulih dan tawanya yang menyenangkan belum bisa kami dengarkan. Tapi aku membawa sesuatu yang lain; di Hp-ku. Owl City memasukkan beberapa lagunya dan aku menyukai lagu-lagu tersebut. Ketika orang tua Naura keluar kamar, aku iseng-iseng memutar lagu-lagu sepupuku itu, dan, kau tahu apa yang terjadi? Ajaib! Ajaib! Naura mulai tertawa dan menggelengkan kepalanya! Bergoyang mengikuti lagu yang kuperdengarkan. Letupan kegembiraan dalam music sepupuku Owl City telah menyengat titik sehat dalam diri Naura.

Hari itu sungguh mengagumkan. Aku memberdirikan Naura dengan selang infuse masih menancap di tangannya, sementara To The Sky bersenandung dari Hp-ku. Dia mulai tertawa dan mencoba bergerak mengikuti loncatan-loncatan music Owl City. Maka, sore itu Naura berhasil mendapatkan kembali kegembiraan balita-nya. Besoknya, dia sudah bisa pulang ke rumah. Aku mencoba memikirkan hal ini, bagaimana Super Honeymoon, Strawberry Avalanche, Hello Seattle, The Bird and The Worm, dan lagu lainnya memberikan dorongan penyembuhan pada keponakan kecil kami yang imut itu? Kesimpulan yang kudapatkan adalah: selama empat hari itu orang-orang yang mengelilingi Naura adalah orang-orang yang geliah dan tegang. Mereka tidak memberikan dorongan untuk bergembira, dorongan untuk bergairah, dorongan untuk melupakan sakit. Wajah dan gelombang perasaan yang mereka tampilkan adalah sinyal-sinyal kelelahan dan kegelisahan. Sangat  masuk akal jika Naura hanya terbaring saja dengan penyakitnya yang tak sembuh-sembuh. Tapi aku dan Owl City telah membawanya pada tahap baru dari rasa sakitnya: ajakan berlupa pada kesakitan dan menyambut kegembiraan. Dan puncaknya, berhasil membawa Naura pada kesembuhan. Aku sangat bahagia. Kukabarkan pada Owl City tentang kesembuhan Naura serta bagaimana cara dia mendapatkannya, Owl City pun tertawa terbahak-bahak. Aku yakin dia tak pernah mengira—apalagi merencanakan—musik electroniknya itu bisa membawa kesembuhan.

Peristiwa itu membuatku semakin menyayangi sepupuku Owl City.

Ada banyak kesamaan antara aku dan dia, juga beberapa perbedaan yang mengasyikkan. Owl City suka menulis dan ngeblog, aku pun suka menulis dan ngeblog. Aku membiasakan diri untuk mengunjungi blognya yang senantiasa dia isi dengan tulisan dalam bahasa Inggris. Aku suka membaca tulisan-tulisannya yang bermakna tapi ringan di kepala. Aku kagum pada caranya bercerita. Aku kagum pada caranya menyampaikan ide besar dengan cara yang tak terkesan beromong besar. Aku kagum pada caranya ber-enterpreneur lewat blognya. Sebenarnya, hal serupa juga sudah sedang aku lakukan bersama blogku sejak beberapa waktu lalu. Aku menulis banyak hal. Dari yang konyol sampai yang sangat serius. Aku menulis semua ide dan gagasan. Pandangan dan kesimpulan. Juga berpromosi. Dan aku merasa semua kegiatan itu semakin mendekatkan kami berdua.

Sekalipun sangat sibuk, sepupuku Owl City tetaplah menjadi dirinya yang gila baca. Sama persis dengan diriku. Aku pembaca sejak masih sekolah dasar; dan tak segan-segan menerobos perpustakaan sekolah lain untuk mendapatkan bacaan—bahkan perpus sekolah desa tetangga yang berjarak lima kilometer dari desaku! Kupikir, kegemaran kami membaca karena didorong oleh semangat kami dalam fantasi dan mencipta. Aku suka membangun gambaran, imej, cerita, rekaan, yang mana semua itu membutuhkan referensi dan stimulus agar tetap berkembang. Dan itu bisa kudapatkan dari banyak membaca. Sepupuku Owl City pun demikian. Bahkan yang mengejutkan, di tengah-tengah kesibukannya sebagai penyanyi sekaligus anggota tunggal dari band electro yang dia buat,  Owl City masih sempat membaca buku-buku keagamaan. Aku sedang berusaha mengikuti kegemarannya ini. Oleh karena itu, tak segan-segan, aku pun membeli buku Ensiklopediana Ilmu Dalam Al-Qur’an untuk mengimbangi aktifitas Owl City membaca buku-buu keagamaan. Ketenaran dan kesibukan tidak menjauhkannya dari ketaatan.

Jika sedang tak sibuk, Owl City akan datang naik sepeda mengunjungiku. Aku suka menertawakan kebiasaanya yang aneh itu. Maksudku, mengapa dia harus sibuk-sibuk mengayuh pedal sementara dia bisa kapan saja meminta sopir untuk mengantarnya dengan limousine ke tempatku? Aku sangat suka bersepeda, Owl City akan menjawab begitu. Dan, kenyataannya, aku pun sangat suka bersepeda! Aku bahkan punya rencana untuk mengunjungi salah seorang paman dengan bersepeda. Aku berencana untuk menantang Owl City bersepeda 50 mil lebih dalam kunjungan tersebut.

Sekalipun aku sudah menjadi seorang penulis yang menerbitkan bukunya, tapi aku sama sekali belum bisa menyamai pencapaian sepupuku Owl City dengan musiknya. Bukuku belumlah best seller tapi Owl City dengan album-albumnya telah mendapatkan platinum di Amerika sana. Sementara aku belum memfilmkan satu pun dari cerita-cerita karyaku, Owl City sudah membuat lagu-lagu untuk soundtrack film-film box office—the guardian: the legend of Ga’hoole, Alice in Wonderland. Dan sementara blogku baru dikunjungi 200 ribuan pembaca, blog-nya sudah jutaan. Aku suka tertawa kecut di dekatnya. Tapi Owl City selalu berusaha membesarkan hatiku. Dia memang pria yang rendah hati.

Ketika aku berpikir bahwa Owl City telah berubah menjadi sosok yang penuh keberuntungan dan kebahagiaan, tanpa kusangka-sangka, dia pun membongkar sebuah cerita yang lain dari dirinya. Menjadi terkenal, mencipta karya besar dan uang berlimpah, ternyata tetap saja tidak bisa menjauhkan seseorang dari kemalangan.

Owl City memiliki seoang kekasih, aku tahu itu, semua surat kabar tahu itu, setiap orang pun tahu. Tapi hanya aku yang tahu lebih banyak: Owl City sedang gelisah dan mungkin kecewa. Pertengkaran-pertengkaran yang terjadi belakanan ini benar-benar membuatnya kelelahan dan sedih. Dia tidak bisa mengerti mengapa kekasihnya itu demikian termotivasi untuk menyulut pertengkaran. Dia tidak tahu mengapa kekasihnya itu selalu berusaha mencari alasan untuk memicu permasalahan. Dan Owl City sama skali tak mengerti mengapa dia selalu dituntut seakan dirinya adalah pesakitan yang harus disidang dan dihukum sepanjang waktu. Tapi Owl City selalu berusaha tenang. Dia menjelaskan dengan senyuman dan berusaha membuat segalanya lebih baik. Aku sangat tahu sifatnya ini, karena aku pun demikian. Owl City akan mendiamkan jika semua penjelasannya tak bisa lagi didengarkan. Tapi yang membuat Owl City demikian terkejut dan terpukul adalah kenyataan bahwa semua tuduhan yang dilemparkan sang kekasih padanya, ternyata adalah masalah-masalah yang sebenarnya dimiliki kekasihnya itu sendiri. Ini seperti orang bersalah yang mencoba melempar kesalahan agar kesalahannya tidak ditemukan.

Seperti yang kalian tahu, Owl City menjalin hubungan jarak jauh, tapi Owl City sangat memercayai kekasihnya. Itu yang tidak diekspose oleh media, sayang sekali. Tapi, yang lebih disayangkan lagi, keasihnya justeru tidak pernah memberi kepercayaan serupa pada Owl City. Dia selalu menuduh dan mencurigai. Menyalahkan dan menuntut. Itu membuat sepupuku benar-benar terganggu dan marah. Tapi kebenaran yang terbongkar malah lebih menyakitkan: di tempat yang jauh itu justeru kekasihnyalah yang sedang didorong oleh teman-temanya untu meninggalkan Owl City. Ini pisau sangat besar yang ditancapakan dengan kekejaman yang tak terperikan. Owl City merasa dikhianati dan aku sepakat dengan perasaan sepupuku itu. Sejauh yang ku tahu, wanita sangat mudah dipengaruhi oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Jika teman-teman kuliahnya atau teman apartemennya mulai mengatakan satu dua hal, dan mengulang-ngulangnya, hampir bisa dipastikan saran-saran itu akan menjadi kenyataan. Owl City seakan sedang menunggu ‘kejutan’ yang lebih besar. Dan itu benar-benar terjadi.

Kemudian hari, kekasihnya  dengan terang-terangan mengatakan jika hubungan jarak jauh ini sangat memberatkan dan menciptakan ketidak pastian yang mengerikan. Maka dari itu, kata si kekasih,  aku akan membuka hatiku pada pria lain jika ada yang mencoba mendatangiku. Owl City tercengang. Keberatan dan ketidak pastian tidak pernah dikatan oleh Owl City, aku tahu itu, yang mengatakannya hanyalah si perempuan. Saat mendengar Owl City bercerita tentang ini, aku merasakan kegeraman yang sangat besar. Rasanya aku ingin mengangkat sebuah trailer dan melempar ke apartemen kekasih sepupuku itu.

Owl City meneruskan ceritanya. Ternyata, memang ada lelaki yang mendekati kekasihnya itu, beberapa orang, dan si kekasih tampaknya mulai memberikan sinyal-sinyal responsive yang mengkhawatirkan. Dia bisa bepaling kapan saja meninggalkan Owl City. Ini membuatku tercekat dan muak.

Aku mencoba mengurutkan semua peristiwa, dari cerita-cerita Owl City sampai pada kabar yang terbaru ini. Apakah sebenarnya si perempuan sudah lama ingin meninggalkan sepupuku? Ketika jarak yang memisahkan tak lagi tertanggungkan, teman-temannya pun mulai membuat-buat cerita, menyusupkan pikiran-pikiran jahat untuk menghasutnya, dan akhirnya dia pun berubah. Ketika Owl City sedang sibuk dan focus pada proyek album barunya, kekasihnya pun berulah. Membuat masalah, menciptakan tuduhan, mengada-adakan permasalahan. Semua itu memiliki tujuan untuk mendapatkan pembenaran. Jika Owl City marah dan mereka berpisah, maka kekasihnya itu akan seketika merayakan dan membuat pesta. Meresmikan hubungannya dengan salah satu pria yang mendekatinya selama ini. Owl City tidak pernah menduga hal ini akan terjadi, tapi itulah fakta yang dia dapatkan. Kekasihnya mulai membuka diri pada orang lain dan menerima pendekatan-pendekatan. Teman-temannya juga berusaha menyingkirkannya. Lengkap sudah! Dan terbongkarlah semua lakon selama ini. Kepercayaan tanpa syarat yang diberikan Owl City jatuh berantakan menjadi sampah di jalan raya.

Aku memegang pundak Owl City tapi kehilangan kata-kata yang tepat untuk kusampaikan. Tak nampak di matanya kebahagiaan seperti saat dia menyanyikan West Coast Friendship. Tapi keharuan yang dalamlah yang merelung di rongga matanya itu. Ternyata bencana yang menimpa Owl City hampir sama besarnya dengan segala kejayaan yang dia didapatkan. Owl City sekarang benar-benar sesosok Panda Bear yang butuh bantuan.

Hari itu Owl City menolak makan malam yang kutawarkan—mungkin karena dia tahu makan malamku tak pernah selezat makan malamnya. Tapi, demi mencoba membangun kembali harga dirinya, sebelum pergi meninggalkan rumahku, sambil tertawa, dia menyanyikan bagaian refrain lagu On The Wing. Aku hanya tertawa mendengarnya. Walau pun kami sudah bersahabat sejak kecil, tapi aku selau terpukau demi menyaksikannya membawakan lagu-lagu yang dia gubah di bungker ayahnya di malam-malam insomnia yang dia lewati tahun-tahun sebelumnya. Aku selalu terpana setiap kali menyaksikannya tampil di konser-konser besar yang dia lakukan. Aku tahu Owl City adalah sepupuku yang tangguh, tapi begitu menyaksikan punggungnya yang pergi menjauh dengan sepeda mahalnya itu, aku pun bertanya-tanya sampai kapan dia akan tangguh seperti itu.

Malam itu, aku berbaring dengan memutar lagu-lagu Owl City di album Maybe I’m Dreaming. Menyimak Air Traffic dalam keheningan memberiku begitu banyak kesan yang tak pernah kudapatkan sebelumnya. Mungkin karena aku kini tahu begitu banyak kisah dibalik kehidupan keartisannya. Dan itu membuatku gelisah. Juga bertanya-tanya. Aku ingin tahu, apa kira-kira yang akan dilakukan sepupuku itu, apa kira-kira yang akan dia ambil sebagai keputusan, apa kira-kira yang akan dia katakana pada kekasihnya nanti?

24/05/2012

Advertisements

4 Responses

  1. amazing!

  2. wakakakakaka, margayon margayon, aku udah lama kenal dengan racnchoas, bahkan dia selama tiga bulan terakhir ini dia kerja sebagai tukang kebunku, wakakakaka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: