• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

KEHILANGAN KEGILAAN BERSAMA BATU YANG MENIMPA

aku akan terjun...dan mendapati apakah aku akan mencapainya atau hilang di tengahnya...

Aku terkesima, dan terkejut menyadari betapa aku sedang berpikir untuk meninggalkan kapal ini.

Apa yang akan kau lakukan, jika kapal yang sedang kau naiki menuju pulau yang sudah kau idam-idamkan sampai kau tempel petanya di dinding kamarmu, ternyata membuat sebuah masalah datang padamu? Apa kau akan begitu saja pergi dan turun dari kapal tersebut? Atau mencoba untuk berdiplomasi dan memenangkan semua bagian? Atau kau akan tetap berlayar sambil belajar menahan kutukan? Itu menyusahkan. Dari dulu selalu menyusahkan. Aku bahkan tak punya cukup kemampuan untuk menuangkannya dalam sebuah cerita panjang sekalipun. Tapi memikirkan hal ini, membuatku teringat pada salah satu karakter dari novel—yang sedang kutulis—beratku.

Seseorang bernama Mr. Paint, dia bukan orang jahat walau mungkin masa lalunya akan membuat kita membencinya. Tapi dia berubah. Dan dia kini ketakutan. Dia ingin mengecat semua warna hiam yang ada di dinding kehidupannya. Dia pun berkelana, mendatangi banyak kota, menelusuri bermil-mil perjalanan, lalu terdampar di sebuah kota harapan yang ternyata membawanya pada satu lagi kesakitan. Mr. Paint adalah orang yang membawa niatan besar bersama kehidupan yang penuh dengan kepahitan. Jika sekarang kupikirkan, Mr. Paint pastilah kini sedang terkatung-katung antara meneruskan pelayaran bersama kapal harapan ataukah tinggal pergi untuk ketenangan. Dan kehilangan segalanya bersama pulaunya yang hilang.

Hanya saja, penyakit tidak hanya bisa ditularkan lewat kuman atau bersentuhan. Penyakit yang diderita Mr. Paint bahkan bisa menular pada penulisnya. Sebuah batu besar jatuh dari langit ke enam dan menghantamku jatuh masuk ke jurang. Membuatku berpikir banyak dan menimbang berat. Ada apa dengan semua ini? Kemandegan yang membekukan novel Mr. Paint pada halaman 59 ternyata tidak berakhir di sana saja—ini membuatku semakin khawatir akan kehilangan DKJ pertamaku. Ada banyak lagi yang berhamburan dan membuatnya mandeg satu per satu. Aku menjadi kurus. Dan aku kehilangan nafas untuk terus atau memilh berhenti. Aku mungkin merambat pada lahan di mana segalanya tak bisa merghik.

Hidup hanya sekali, David akan berkata jika menemukanku dalam keadaan begini, maka jangan kau habiskan untuk menyusah diri. Itu benar. Dan aku ingin mengamalkannya sebagaimana aku mengamalkan semua rukun dan syarat sholat. Tapi kesusahan adalah besi yang bisa menempel walau tanpa magnet. Dia bisa datang kapan saja dan menghantammu tepat di kepala walau kau sudah bersembunyi di bawah tembok baja. Ini membuatmu berpikir dalam, tentang daun yang pasti gugur, tentang laut yang pasti surut, tentang matahari yang pasti tenggelam, tentang gunung yang pasti meletus, tentang makian yang pasti diteriakkan. Tentang…keluar dari kapal…

Salah satu dari sekian banyak kata bijak yang kupercaya kebenarannya adalah seperti apa yang dituturkan oleh Kazantzakis dalam Zorba The Greek: manusia membutuhkan sedikit kegilaan. Jika tidak dia takkan pernah berani memotong talinya dan menjadi bebas. Kegilaan. Terdengar mustahil dibutuhkan. Tapi aku merasakannya. Aku membuktikannya. Itu membuatku melihat bagaimana diriku. Itu membuatku seakan terhentak ke angkasa dan melihat ke bawah lalu ber ujar, oh, jadi begitu bumi terbentang selama ini? Maka aku akan sangat tercuil jika harus menghentikan kegilaan ini. Ini akan membuatku mabuk. Membuatku terhuyung. Jatuh dari kapal. Lalu terseret oleh gelombang kembali kepada pantai yang ingin ditinggalkan. Kedinginan.

Aku merasa ingin menjadi idiot bersama beberapa orang idiot yang sudah kukenal. Dan aku menangisi kenyataan betapa kini aku hanya bisa menulis dengan sudut pandang aku. Aku semakin rasional. Aku semakin sempit. Aku tak bisa lagi berpikir gila. Aku kehilangan.

Aku mati muda.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: