Posted in sastra

Badai di Laut

Angin bertiup sangat kencang
Suaranya nyaring berputar di atas genting
Awan kelabu bergerak secepat hantu
Dan gelombang laut meninggi di atas perahu

Aku berdoa di tepi pantai
Karena laut menjadi hitam oleh badai
Perahu nelayan pulang tanpa ikan
Tapi ayahku masih jauh dari pandangan

Tuhan Penyayang
Antar ayahku pulang
Walau jaringnya tanpa perolehan

*puisi ini kutulis untuk siswa kelas 3 MI dalam pelajaran B. Indonesia

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

4 thoughts on “Badai di Laut

  1. margayon, boleh boleh saja, aku malah seneng kalau kamu main ke sini lagi. kita bisa melnjutkan latihan wing chun yg tertunda. kau siap merasakan kungfu peremuk tulang, boy?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s