• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

Keringat dan Bau

Begitu lulus SMA, aku pindah ke Jawa dan membuka hari pada pagi-pagi yang dingin di gudang ikan bau di desa Jompong. Itu pekerjaan pertamaku setelah melewati banyak tahun mengumpulkan kayu bakar di hutan atau mengangkut pasir untuk orang yang membangun rumah. Itu pengalaman kerjaku di Bawean. Sama sekali tidak bersinggungan dengan bau kecuali keringatku sendiri. Perjalanan, beban, medan dan matahari membuatku bernafas lebih pendek dan cepat. Tapi aku cukup menyukai pekerjaan itu karena bisa melambungkan khayalanku untuk memiliki tubuh kekar macan Van Damme atau Schwarzenegger. Sedangkan pekerjaan baruku di Jawa, semuanya mencucuk hidung.

Pagi sekali, selepas sholat subuh dan beberapa menit mendengarkan BBC siaran Indonesia, aku harus segera lari menuju gudang yg bau pagi harinya sangat menghantam. Itu pagi yang masih remang. Orang belum membuka pintu rumahnya. Anak sekolah belum mandi. Dan aku sudah berlari dg baju yg kebesaran, celana kedodoran, dan bau menyakitkan. Bau yg menempel di pakaian dan tubuhku adalah bau ikan manyung yang sudah beberapa hari digarami di kapal, dan beberapa hari lagi direndam dengan air garam dalam tong besar di gudang. Aku benar-benar menggiurkan bagi tasmanian devil.

Tapi aku punya sebuah keterkejutan. Entah bagaimana prosesnya, hidungku langsung beradaptasi dengan bau-bau itu. Memang aku masih mengidentifikasi aroma busuk menyengat itu, aku juga sering menahan nafas sewaktu mengeluarkan ikan dr rendaman, tapi, sejak hari pertama, aku tidak muntah gara-gara bau luar biasa busuk itu. Aku baik-baik saja. Aku tidak muntah. Aku tetap sehat. Aku tetap bernyanyi sambil membasuh ikan-ikan busuk tanpa kepala tersebut. Karena itu, aku harus berterimakasih pada Allah dengan sangat serius.

Sekarang, seperti kau lihat, aku adalah seorang novelis. Menulis dan kau membacanya. Mungkin dengan kisah ini kita akan lebih menghargai para pemungut kayu bakar dan kuli gudang ikan. Untuk masa depannya yang tidak bisa kita cenayang.

Advertisements

2 Responses

  1. Selamat. Indonesia mencatatmu sebagai penulis, sama seperti Charles Dickens dan Ernest Hemingway yang tercatat dalam daftar novelis Amerika.

  2. oh, ini sudah lama semenjak kau bilang agar aku membaca beberapa hemmingway dan sekarang malah kau merasa aku sudah menyerupai hemmingway. hahahaha, luar biasa dan terimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: