Posted in sastra

RUMAH IRONI

Remang ini tiada lagi yang merapat
Angin di selat menarik layar-layar jauh,
Mensauhnya di arus jerat
Bersama kedinginan yang mencucuk sayat

Telivisi mati pada cahayanya yang mencuri
Orang-orang membanting pintu dan tak menemukan suara
Sejak kapan kunci di tangan jadi penjara?

Bicara sudah lama dipetikan di sana
Juga di tiap ceruk tetangga
Hanya orang asing memberi ilusi bahagia
Tembok pun perlahan luntur tanpa menyadarinya

Ujung jendela semakin tua
Dan nafas-nafas di baliknya semakin membuta

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s