Posted in sastra

RANTING

HANYA sementara tetes air merambat di kesat kulitnya. Lalu berhenti di lekukan tak rata, dan jatuh, memercik di cekung tanah sejak lama. Ranting selalu tenang, dan tabah jika angin membantingnya sampai terpilin. Hanya mengangguk, menerima pungguk yg meninggalkan kantuk. Ranting mungkin kedinginan, atau melengkung karena beban yg mengungkung, tp ia tak berniat mengamuk, karena bulan dn embun selalu ada untk membuatnya merasa anggun.

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s