• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

CONTROLLER

sorry

Penyesalan yang tak termaafkan, seperti luka lama yang tak mau disembuhkan. Dia selalu menganga. Menatapmu dalam setiap gerak. Menunggu untuk menelanmu bulat-bulat dan mengunyah sampai lumat. Mengapa sangat sulit sekali untuk bisa hidup terbebas dari penyesalan? Alasannya selalu sederhana. Dan bisa kita temukan dalam diri kita sendiri: kita membiarkannya bergentayangan dan menampar diri kita, kita terlalu lemah untuk menyingkirkan kuatnya kesan yang ia tancapkan atau karena kita memilihnya sebagai bentuk penyesalan. Menyiksa diri sendiri. Aku sering mendapati penyesalan yang mengendap pada akhirnya, setelah melewati beberapa masa, ia akan berubah menjadi kompas otomatis dalam cara kita merespon segala hal.

Seorang lelaki yang pernah menewaskan istrinya karena mengendarai mobil dengan kencang, dia akan merespon siapapun yang mengebut dengan sangat agrsif. Perempuan yang pernah kehilangan anaknya karena demam berdarah, akan sangat protective ketika musim hujan tiba. Seorang presiden yang menyaksikan keluarganya menderita kelaparan karena kemiskinan, akan sangat perduli pada rakyatnya yang tak berkecukupan. Hanya saja, sayangnya, belum pernah ada presiden yang kelaparan sedemikian rupa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: