• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

BELAJAR MENGEJA DALAM KEGELAPAN

Aku masih belajar untuk melupakan, dan menyembuhkan, dan menguatkan, walau terkadang darah yang keluar terlalu banyak dan hanya kilatan redup yang nampak. Aku masih belajar, di antara daun dan guguran, di sekitar perdu dan kerikil, dipertikaian sepi dan gelisah. Walau kadang bukan aku yang menang, aku masih belajar. Dalam kejaran. Dalam usapan. Dalam guratan. Dalam percikan. Dalam pertemuan yang tipis.

Sepertinya kita pun sama saja, lelah dan capek saling bertikai, wajah yang selalu mengantuk dan kadang jadi pelupa, atau kadang benar-benar tak ingau apa saja, kita sama menuanya. Tulang yang bergetar gemelatuk dalam kejaran sangat renta. Mengapa nisan batu yang selalu muncul di ekor mata? Melupakan bahwa aku sedang belajar untuk mengeja dalam kegelapan.

Advertisements

One Response

  1. setiap kegelapan itu segera temukan titik terang di setiap celah-celah kegelapan… meperbaiki dan tidak mengulanginya, dengan begitu cahaya matahari yang tadinya sembunyi di balik awan hitam, keluar dari singgasana menyinari dirimu dan diriku… ^^ kubuat sendiri(masak baru tw kalo diriku juga suka nulis yang juga penulis…)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: