Posted in think

BUMI

Kita, manusia, hanyalah penghuni yang sangat kecil di antara penghuni bumi lainnya. Kita selalu mengira tengah berkuasa di atas pijakan yang kokoh dan mungkin akan terus begitu, tapi sebenarnya tidak. Kita lupa dan tak kunjung menyadarinya. Kita sedang mengapung, di atas lempeng yang tak stabil, pada sebuah globe yang melayang di angkasa yang hitam dan longgar. Kita mengambang dan berputar di atas bola biru yang kecil.

Hanya dari luar angkasa kita bisa menyaksikan kebundaran dan kebiruan bumi. Bumi tampak biru karena air merupakan subtansi yang paling banyak menutupinya. Dìa satu-satunya yang menjanjikan di luar angkasa sana. Jika memang ada makhluk cerdas tertentu yang sedang berkelana di antariksa, dan pesawatnya mencapai tata surya, bukan Jupiter yang akan dituju meskipun ia memiliki ukuran terbesar, atau Mars, warna merahnya akan membuat siapapun waspada. Tapi bumi kita, dia biru, tanpa cincin batu menyelubungi, atau warna mengerikan wenutupi. Bumi tampak sangat bersahabat, akrab, tenang, damai dan aman. Kita bersyukur telah ditempatkan di planet kesenangan ini.

Bumi telah melewati masa yang panjang dalam kehidupannya. Mulai dari periode Azoìkum, Paleozoikum, Mesozoikum sampai akhinya masa modern ini. Setiap periode berganti dengan ditandai suatu peristiwa besar yang mengubah sejarah. Meteor ‘tak seberapa besar’ menghantam dataran Amerika, menghasilkan ledakan super massive dan menenggelamkan bumi dalam kegelapan berabad-abad. Era ini mengakhiri era dinosaurus. Dan menjadi awal bagi era homo sapiens. Kita.

Benua kita juga telah melalui banyak perubahan. Asia Eropa yang tadinya satu dataran maha luas, kini menjadi dua benua yang terpecah oleh laut dan pagar gunung besar menjulang. Para penghuni bumi juga telah melewati perpindahan yang jauh dan melelahkan. Meganthropus telah melanglang dari Afrika sampai ke Jawa. Demikian pula Australopithecus. Kehidupan di bumi senantiasa bergerak bersama pergerakan lempeng-lempeng di permukaan bumi.

Manusìa modern kini juga membuat lompatan besar. Dia tidak lagi menerima diam perlakuan dari planet tempat tinggalnya, mereka tidak lagi sekedar pergi mengungsi, tapi mereka mulai mengubah, memodifikasi, membentuk dan akhirnya mengatur. Manusia mulai mengira menjadi pemilik tunggal masa depan bumi.

Memang satu-satunya makhluk yang menemukan alat dan mengembangkan bahasa di planet ini adalah manusia, tapi itu tidak menjadikannya berhak merusak dan ‘mengubah’ bumi. Ini rumah kita.

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s