Posted in sastra

REMBULAN YANG PREMATURE

PUCAT yang pekat
Hadir yang diusir
Panggil yang menggigil
Tawa yang merana
Bahagia yang luka
Harap yang menguap
Sentuh yang rapuh

Mengapa kau mengaca pada laut demikian tua?
Di antara gelombang seret wajah rembulan.
Bukan hitungan,
Bukan pula kedatangan,
Hanya saja peti tua yang kau leburkan dalam perapian.

Jika bukan untuk kita, biarka bulan kepagian,
Atau malam datang ketinggalan

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s