• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

BINATANG DI KEBON BINATANG

MUNGKIN terlalu pahit jika kita membunuh semua hewan dengan senapan, apalagi mereka yang jumlahnya minus 300 ekor di seluruh dunia. Tapi kita cara yang sopan untuk semua hal, termasuk membunuh para makhluk kelas dua, hewan. Cara yang mengasyikkan: kebon binatang.

Hewan-hewan itu ditangkap dan dikumpulkan. Kemudian didistribusikan ke kubus-kubusnya yang demikin kecil dibanding habitat aslinya. Di sana mereka dipaksa hidup normal di tempat yang tak normal. Mereka dipaksa beranak-pinak di tempat yang sangat sesak. Mereka menghirup udara yang sempit dan terbatas.

Orang kebanyakan mengira jatah makanan sehari tiga kali dengan porsi maksimal adalah cukup memuaskan. Tidak, tidak seperti itu. Di alam liar, para hewan itu tidak punya jam, tidak butuh jadwal, tidak terikat porsi, mereka makan karena ingin. Mereka makan bagai bernafas. Mereka makan tanpa berpikir, tanpa menunggu, mereka makan setiap waktu. Mereka makan sambil berjalan. Sambil berdiri. Sambil bercengkerama. Sambil menguasai tanahnya. Para hewan itu makan kapan saja karena makanan mereka ada di mana-mana mengelilingi mereka.

Kebon binatang bukan jawaban untuk konservasi, tapi hutan lindung adalah jawabannya. Kebon binatang membunuh kebinatangan para hewan penghuninya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: