Posted in ehon, nebula

KAPAL

SEMUA sudah siap. Tiap lembar pakaian sudah dikemasi dan ditaruh dalam koper. Bekal pun sudah dibungkus kantong plastik. Sebotol air pun sudah disiapkan. Tinggal keberangkatan. Tinggal kepergian. Tinggal menuju pelayaran. Tiket bergetar ditiup angin tepian. Mebisikkan pisah. Mengayunkan pergi.

Aku akhirnya memang harus kesini. Berdiri di ambang dermaga mengamati kapal-kapal yang siap bertolak. Aku memang sedang berhitung, tentang apa saja yang sudah dilintasi, tentang bagaimana membuat dan mengambil pilihan, tentang kerikil-batuan yang tak selalu bisa dibuat kawan. Meninggalkan lalu menjadi kuatnya pilihan.

Mungkin karena sudah terbiasa, aku tak mau lagi menunggu sementara. Selalu, selalu ada yang terbaik dan sementara dan pura-pura. Dan kita tak bisa selalu meminta. Jika kakimu bisa melangkah hanya sepertiga dari daratan, maka itulah jarak yang bisa kau tanggungkan. Begitu pahit menyadari tidak ada ikatan. Rakit itu hilang. Menjauh dalam seretan.

Aku pergi dan akan baik-baik saja. Orang yang tidak berarti, keluarga yang tidak mengerti, kawan yang tak mau hampiri, dan kulit yang pun kebal sendiri. Berlupalah. Berbahagialah. Belalulah. Berlayarlah.

Dan jangan kembali.

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s