Posted in ehon

SAREN

PACIRAN adalah sebuah desa lembah. Di barat dan timurnya membentang dua bukit yang tak seberapa tinggi tapi amat panjang. Di bukit barat, tegak berdiri pondok Manarul Qur’an, dan di timur, kisah ini bertutur.

Bukit panjang di timur adalah bukit batu kapur yang sangat besar. Dia adalah tembok alam yang melindungi sisi timur Paciran, membendung tiap serangan. Tapi mungkin tidak lama lagi, manusia dengan alat-alat berat dan kendaraan besar bermotornya, mengeruk dan menggergaji bukit batu kapur tersebut. Bukit yang membujur sepanjang kurang lebih 3km itu pun terluka. Badan tengahnya terculak, menampakkan tulang putihnya yang merana. Dan berdebu.

Aku merasa itu adalah luka yang mustahil sembuh. Aku merasa itu adalah alasan yang layak untuk menyesal, membenci keserakahan sesama spesies. Lalu aku menunduk, menatap jemari kakiku, merasa ingin pergi.

Paciran, desa lembah, dengan bukit kapur terluka, dan aku yang terusir.

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s