Posted in sastra

PEMBUKA

KAU lah lorong yang menembus tiap gunung kepastian yang ditinggal pemahatnya. Kau adalah layar dari perahu yang dibakar para nelayan. Kau adalah kerimbunan yang melahirkan jerit demi jerit. Apa yang ingin dengan sangat untuk kau patahkan? Lengan pendek boneka tanpa tanggal kelahiran? Atau kau sediakan botol kaca untuk menawan cuilan awan?

Rembulan yang disusul matahari, pucat mengambang sendiri. Tapi laut kemilau di ujung kaki menganga dan menelan bola mata terakhir yang menatapnya. Dan banjirlah air mata. Dan badailah jeritannya. Dan koyaklah kulit ari ketegaran. Bersama derita.

Kau melukis macam apa rupa hampa? Dia berembunyi di rongga mata.

Hanya sekedip, dari janji yang terselip. Dan jantung yang lepas dari rongganya.

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s