Posted in ehon

17

SECARA de facto, pada tanggal ini, 24 tahun yang lalu, aku selamat mbrojol ke dunia. Aku bermandikan darah di hari pertamaku di duni. Dan hari Selasa itu juga menyaksika bodiku cuma seukuran botol yang agak lebih besar. Tapi apa yang penting?

Aku lahir dengan membuat ibuku menjerit kesakitan, dan aku bersyukur aku menangis saat itu–seperti kebanyakan bayi rapuh lainnya. Bayangkan, jika saat ibu meraung menahan sakit, aku terlahir sambil tertawa, pasti orang sekampung sepakat aku adalah si jabang bayi durhaka penyuka derita orang tua. Terimakasih Kau buat aku merengek waktu itu, Tuhan.

Ibuku, ah, atau aku lebih suka memanggil emak, mendapat hadiah atas jeritnya dan tangisku, aku tumbuh menjadi bayi gembrot yang lezat untuk dicubit. Ibuku pasti hobi mencium pipiku yang belum berjenggot.

Ada sangat berlimpah kenangan yang kulupakan sewaktu kecil kecuali yang berpenanda–seperti bekas bocor di belakang kepala, dua lubang di leher, boret di siku. Dan aku bahagia karena ibuku–sepertinya–tidak lagi mengingat semua luka itu. Aku bahagiaaaaaa!!!

Biarkan halilintar menyambar atau batu menggelinding atau mobil meledak, itu semua adegan film mendebarkan kesukaanku. Hahaha, maaf, sedikit becanda. Karena aku punya kesedihan. Kesedihanku sendiri. Sendiri.

24

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s