Posted in baweanologi, ehon, nebula

MENGGOREEEENG!

INI pagi yang dingin di Paciran, dan matahari pun masih merah di kaki langit, tapi kebekuan ini tak mengalahkan santri-santri putra di Manarul Qur’an, mereka, di pagi beku ini, MENGGORENG KRUPUK BAWEAN!

Krupuk-krupuk lezat itu dikirim ibuku (aku dalam posting ini tidak akan disebut namanya, khawatir Arul Chandrana malah tidak ikhlas) dari Bawean lewat dermaga Sedayu. Butuh perjalanan 10 jam di malam hari untuk sampai ke Jawa. Dan semua penantian itu, penggorengan itu, dingin-dingin itu, terbayar dengan kelezatan super krupuk gadung, krupuk serat dan krupuk koin. Kebuasan khas pondok pun dipamerkan pagi ini.

Saudara-saudara, kau tidak bawa apa-apa dari Bawean kalau tidak bawa krupuk dan dhudhul saat pulang.

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s