Posted in sastra

BUNGA ITU ADALAH TELAPAK KAKI YANG KEMARIN KUDEKAP

Bukan untuk melupakan pemilik nama.
Atau bahwa bintang jatuh telah hilang tanpa bekas.
Dan rerumputan masih berbaris di tanah kuning sampai akarnya.
Aku tengkurap di bawah atap yang berlubang gentengnya.
Mempersilahkan burung-burung jatuh memasukinya.
Dan bahwa roda terakhi adalah dulu punyaku,
apa aku masi bertanya
tentang apa yang harus kutunggu?
Ataukan sungai punya jawaban tak sama?
Dan rawa melupakan
ikan-ikannya?
Mengerin,
Kerontang,
Lumpur membatu,
Terselubung jejak yang menyeret abu?

Aku ingin memetakan surga
Yang kau sembunyikan.
Aku ingin menghitung jarak,
Jarak yang dilupakan oleh semua cinta,
Pengorbanan atas keikhlasan,
Cinta atas pengertian,
Maaf atas kelupa-kesalan.

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s