Posted in baweanologi

SELORAN

ORANG Bawean memberi nama khusus untuk satu jenis monyet yang paling liar, namanya Bukal Seloran. Dengan bentuk tubuh yang besar, bulu lebat, taring besar-panjang-kekuningan, tenaga 10x lebih kuat dari monyet biasa, mereka mengingatkan kita pada baboon Afrika yang sanggup mencabik seekor hyena. Dan memang itulah kisah yg beredar seputar bukal seloran.

Orang Bawean masih banyak yang berhuma sampai saat ini, walau jumlahnya menurun drastis dibanding sejak tiga dekade yang lalu. Di ladang-ladang yang jauh dari perkampungan itu, mereka menanam ubi, pagok (talas), pisang, sukun, mangga, nangka, jambu mete, kelapa, kunyit, cengkeh dan kopi. Pagi sekali sebelum matahari meninggi, anggota keluarga paling tua sudah harus keluar ke huma masing-masing. Di sana mereka akan berjaga sehari penuh–sampai senja tiba, karena hama utama, para monyet, selalu mencari kesempatan untuk menyerang.

Monyet biasa akan berlompatan dari satu dahan pohon ke dahan yang lain. Gerakan mereka lincah, cepat dan amat tangkas. Jarang sekali ada monyet yang jatuh terpeleset, bahkan, mereka tidak pernah mematahkan dahan yang mereka lompati sekecil apapun itu. Kedatangan mereka ditandai dengan ‘kerakan’ yang riuh dan menantang. Jika situasi bahaya tiba, para penjaga huma akan keluar dari borung (gubuk) sambil membawa seben–alat pelontar batu berupa kain dengan dua tali panjang diujungya, mirip dengan senjata para pejuang Palestina. Mereka pun mulai menghalau serbuan bangsa monyet dengan bantuan para pembantu setia turun-temurun: anjing pemburu.

Biasanya cara ini berhasil. Lontaran batu menghujani pasukan hitam berekor bersamaan dengan anjing-anjing pemburu mengejar mereka satu persatu. Para monyet akan kocar-kacir dan dengan sebal kembali masuk ke tengah hutan. Menghilang meninggalkan hanya kesunyian di batang pepohonan. Ladang kembali aman. Penjaga kembali ke borung dengan tenang, duduk di dipan sambil mengunyah talas rebusan. Tapi bahaya sebenarnya baru saja dimulai.

Bukal seloran bukanlah monyet biasa, mereka spesial. Kuat, licik, liar dan sedikit mempunyai rasa takut. Mereka datang bersama kawanannya dalam diam, bergerak cepat di atas tanah, menyusuri terowongan rumput menjangan yang rimbun dan aman. Anjing pemburu tak melihat kedatangan mereka yang mendekat dari bawah kegelapan, penjaga huma tak sadar karena tak ada suara terdengar. Perlahan, mereka, bukal seloran, mencabuti semua tanaman umbi-umbian, menurunkan buah…

Bersambunung

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

One thought on “SELORAN

  1. Yes. A great post. People want to hear more about Bawean, including its cultures, people, and flora and fauna — don’t be irritated if I say fauna; it’s not about you.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s