Posted in nebula

HUJAN

DERAMNYA menggiling malam, mengiring mata yang tak dapat pejam. Tak ada guntur. Tak ada kilat. Hanya kabut di sela tirai air mengaburkan cahaya lampu. Dan semua pertanyaan yang turut hanyut di sela bebatuan jalan dan pagar kontrakan. Siapa yang masih mengeja namanya di dingin malam? Siapa masih memegang dadanya di bawah kegalauan? Atau ada semacam lomba menghitung bintang buat orang buta? Saat gagak tua baru kemarin tiada?

Hujan adalah ornamen, menirai tenang melamur kebekuan. Dan hanya kesedihan yang ragu-ragu dipercayakan. Juga sedikit bimbang buat pengendara malam tersesat di hutan. Tanpa jam dinding. Tanpa kemeja. Tanpa koper penyimpan catatan jiwa. Hanya luap murka yang sayup terdengar jauh hanyut.

Begitu, begitulah air mata dihujankan dari langit sana. Begitulah genting pasrah dibuat berdenting. Mengantar semua. Menyenyakkan segala. Melenakan setiap.

Malam ini hujan.

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s