• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

SESUATU

PERJALANAN yang menumpukan pada hati, dan desau yang tak pernah terlupa, dan berdebu di celah cahaya yang berkilat dalam kelu. Kertas yang robek dan tak terbaca kalimat terakhirnya. Mengendapkan lukha. Apa yang dikejar di ujung malam buta?

Orang berhitung di bawah cabang rapuh yang merana, apakah hari kematian ditunggunya? Atau jerit kelahiran untuk dimusnahkan? Sementara burung gagak tak pernah lupa jalan menuju kubur manusia.

Kereta api yang jatuh ke tengah lautan, paus yang terbakar di puncak kawah, pedagang mati di ujung satelit, melupakan alien terkapar di kolong ranjang. Istri siapa mati di penjara? Sedang para tentara sibuk mencuci celana. Lupakan semut menggerogoti roti sang raja.

Kembali. Kembali. Kembali. Datang kembali ke balik kelambu malam. Datang kembali ke selimut pucat kabut malam. Tidur kembali, membaca naskah mimpi. Mengeja nama sungai dan danau dan rawa. Tidurlah dan lupa.

Sesuatu sudah kukata padamu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: