Posted in sastra

HENING

UDARA yang kusentuh, adalah waktu yang kusimpan bersama rindu. Selembar kertas yang hilang dan memudar. Jendela terbanting lalu kaku tak berdenging. Kenapa ada orang menyekap bulan di pagi buta? Apakah begitu luka dia membuat nama? Pada jalan nomor berapa dia lupa menitip cinta? Padahal detik yang dipelihara hanyalah surat tanda bahaya.

Oo waktu, kemilau belati dì kulitku. Kau masih menyimpan sembilu, kau masih berwarna ragu, kau masih berlukis haru, kau masih berwarna kelabu.

Sesaat kala, lepas dari hitungan manusia, meluncur dari jemari untuk hancur, dan puing yang menghujani kering, adalah cuma lukisan

HENING

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s