Posted in think

ATLAS

MITOLOGI Yunani kuno menggambarkan bumi ini sebagai planet bundar yang butuh bantuan. Mereka mengilustrasikan, bagaimana bisa sesuatu yang demikian besarnya, sangat berat dan bundar–suatu bentuk yang mudah bergerak–bisa bertahan di tempat dan tak jatuh atau menggelinding ke suatu daerah di keluasan angkasa raya. Bagaimana bisa ia tetap konstan, tidak meluncur jatuh dan hilang dalam kegelapan. Dari perenungan itu, orang-orang Yunani kuno akhirnya menemukan suatu argumentasi ‘logis’ untuk mengatasi lubang intelektual itu: Atlas.

Atlas digambarkan sebagai sosok lelaki berumur dengan tubuh kekar tapi sudah kelelahan dengan tugas abadinya. Ya, tentu saja, karena tugas yang diberikan oleh kecerdasan manusia pada Atlas adalah: menggotong bumi agar tidak jatuh atau menggelinding. Atlas sepanjang umurnya harus meletakkan globe di pundaknx dan menanggung semua bobot, ukuran, suhu dan cuaca tanpa boleh oleng atau istirahat barang semenit saja.

Dengan demikian, orang Yunani jaman pra-masehi telah mengajarkan simbolisasi bumi dan keberadaannya dalam wujud seorang pria–atau lebih tepatnya, raksasa pria. Keberadaan dan keutuhan bumi bergantung pada kesehatan dan kekuatan Atlas. Jika dia ambruk, maka hilanglah bumi beserta seluruh isinya, jatuh ditelan kekosongan nirbatas alam raya.

Yang menarik, visualisasi bumi dalam wujud manusia pun terjadi saat Isra’ Mi’raaj. Dikisahkan, pada suatu lapis langit tertentu, nabi Muhammad melihat seorang lelaki tua renta dengan berpegangan tongkat. Pria tua itu seakan tinggal menunggu robohnya saja. Ketika ditanya, malaikat pendamping menjawab, itulah bumi, sudah tua dan amat renta.

Orang Yunani kuno memang berhasil memuaskan pertanyaan tentang keselamatan bumi. Bumi aman dihuni dan tetap bertahan pada posisinya karena dia diusung oleh seorang pria perkasa. Tapi kemudian aku ingin bertanya pada mereka, di atas apa Atlas berpijak? Seharusnya kini bumi sedang jatuh dengan Atlas menindih di atasnya.

Sampai sekarang, saat semua orang Yunani sudah modern dan terpelajar, mereka belum juga membuatkan sayap atau jubah terbang untuk menyelamatkan Atlas dari kejatuhannya.

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s