Posted in ehon

MIE AYAM WAK MIN

Di sebelah timur pondok Manarul Qur’an ada seorang penjual mie ayam yang derajat kelezatannya hampir mendekati luar biasa. Aku suka mengatasi kelaparanku di sana, duduk di bangku bambu di bawah pohon jambu atau di dalam rumahnya di depan tv kecilnya yg sulit diremot.

Mie ayamnya pun murah, cukup tiga ribu permangkuk. Dengan porsi yang tak sedikit, kau akan mulai berkeringat seiring masuknya tia helai mi hand-made kedalam perut laparmu.

Sore ini, bersama Bariq-bukan yang alumnus Afghanistan-aku menyantap mie ayam gurih Wak Min, sambil mendengarkan Bieber, aku jadi ingin duduk di sini sampai matahari tenggelam.

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s