• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

aurora di langit bawean

aurora di langit bawean

Sukses dengan novel pertamanya, arul chandrana (haruskah kukatakan lagi kalau nama sebenarnya adalah $%^&&* *(&#@##$$%%^? Tentu tidak usah) pun menerbitkan buku ke duanya (yah, sebenarnya belum terbit sih). Buku ke dua ini bukan novel, tapi kumpulan cerpen luar biasa yang diberi judul Aurora di Langit Bawean. Mulai dari cerpen tuanya sampai cerpen barunya. Dan yang pasti, dalam buku tersebut anda akan menemukan betapa unik jalan pikiran arul chandrana, betapa dia tidak terikat oleh suatu aliran tulisan tertentu, betapa dia ingin mengeksplore segalanya. Sebagaimana yang diungkapkan sahabatnya, David Khoirul (alm.), yang juga turut membantunya menggarap kover buku tersebut, kumpulan cerpen Aurora di Langit Bawean adalah bacaan yang wajib dibaca karena deskripsinya yang mengesankan, penuh inspirasi dan mengejutkan.

Anda bisa mendownload buku ini, dan untuk mengobati penasaran anda, silakan baca sinopsisnya:

1. Bagaimana Aurora Tercipta dan Berkemilau Terang
Mengisahkan perjalanan seorang pemuda dari pulau Bawean yang menuntut ilmu ke pulau Jawa, tepatnya ke Universitas Ronggolawe Tuban. Di sana, untuk melanjutkan pendidikannya dia harus berkerja sebagai kuli di gudang ikan manyung yang baunya bukan main busuknya.

Di kampus itu pula dia menemukan sahabat-sahabatnya dan belajar bahwa persahabatan dan perjuangan adalah dua hal yang kita butuhkan untuk mencapai yang kita cita-citakan. Persahabatan yang indah membantu kita menghadapi hidup dengan lebih bermakna, memberi semangat, dan menguatkan. Sementara perjuangan demi mencapai apa yang dicita-citakan adalah pintu bagi keberhasilan untuk berkunjung ke rumah kita.

Novelette ini ditulis dengan gaya kocak dan menggugah.

2. Apa Yang Terjadi Saat Tengah Malam di Jalan Depan Rumah
Cerita ini ditulis berdasarkan mitos orang Bawean tentang sosok hantu kakek-kakek yang bergentayangan menculik anak kecil.

Tersebutlah Windi, seorang ibu rumah tangga yang sangat menyayangi putranya, Ray. Windi punya trauma masa kecil, yaitu menghadapi adiknya yang depresi gara-gara ditakut-takuti dengan cerita hantu. Windi bertekad agar putranya Ray terbebas dari macam-macam cerita horror selama masa perkembangannya.

Suatu ketika, suaminya pergi ke luar kota untuk sebuah urusan bisnis. Dia tinggal di rumah berdua dengan Ray yang masih TK itu. Saat sedang sarapan, tiba-tiba Ray bercerita kalau salah satu teman sekolahnya bertemu dengan ilung lanjang, si hantu tua penculik anak. Windi tersentak, dan mulailah terror itu berlangsung dari sana.

Ceprpen ini ditulis dengan gaya thriller.

3. Isyarat Mar
Bawean sedang gelisah karena rencana pemerintah untuk mengubahnya menjadi kawasan pulau wisata. Para ulama’ menolaknya dengan keras, tapi kalangan muda khususnya para mahasiswa bertekad kuat untuk mewujudkan rencana pemerintah tersebut.

Selama masa negoisasi, beberapa turis telah mengunjungi pulau atol tersebut namun dengan serangkaian syarat yang ketat—seperti dilarang jalan-jalan dengan pakaian pendek dan larangan mengenakan bikini di pantai.

Aku—tokoh utama dalam cerita tersebut—yang menjadi salah satu guide, mendadak mendapati jika Mar—perempuan tak waras yang kedatangannya senantiasa membawa kabar kematian—masih hidup. Dan malam itu, Mar mendatangi rumahnya, membawa isyarat itu tepat ketika esok harinya dia akan membawa dua bule ke pantai Tanjhung Gho’ong.

4. The Tower Of Ka Borak
Terinspirasi oleh pertikaian internal organisasi maupun umat, cerpen ini ditulis membawa sudut pandang yang tajam.

Tersebutlah suku Mota yang terpencar menjadi tiga dan menempati tiga wilayah berbeda. Sekali pun masing-masing suku bediri sendiri tapi mereka masih sama-sama mengaku sebagai bangsa Mota. Mereka memiliki kitab suci yang sama, Ketab Se Lambok. Dalam kitab itu, disebutkan bahwa siapa saja yang berhasil membangun Menara Ular Gondos maka dia sah menjadi pemimpin sekalian bangsa Mota.

Tapi, pada saat yang sama, ketiga suku Mota membangun Menara Ular Gondos-nya masing-masing dan memproklamirkan kekuasaannya masing-masing. Perang di ambang pintu.

5. Generasi Yang Dipunahkan
Penggunaan obat-obatan dan produk kesehatan telah sangat memasyarakat dan hampir tak bisa di pisah dari kehidupan manusia sekarang ini. Sampai akhirnya, tiba-tiba saja bencana itu melanda. Orang-orang mati misterius. Tulang-tulang tubuhnya patah berderai bagai kaca rapuh tertimpa batu. Mereka orang-orang dari kelas menengah ke atas.

Tidak ada yang tahu apa penyebabnya, dan berbagai teori dikemukakan sampai akhirnya seorang guru biologi saat larut malam menelpon rekannya, seorang guru geografi yang pertama kali menemukan gejala kematian tersebut. Sang guru biologi berkata, “penyebabnya adalah, pasta gigi!”

6. The Wooden Wall
Jaman dulu, orang-orang Bawean tinggal di hutan-hutan. Mereka bercocok tanam dan berburu, dan melaut. Mereka hidup dengan kawanan anjing yang menjaga ladang-ladang dari serangan babi dan monyet. Sampai suatu ketika, kehidupan berubah, orang-orang mulai meninggalkan hutan. Mereka pindah ke perkampungan. Dan tidak lagi bekerja di ladang, mereka merantau. Para anjing tertinggal di hutan.

Tapi tidak dengan seekor anjing bernama Sumiah, dia memiliki sebuah rahasia. Dan si aku, tokoh utama cerita ini, telah mempelajari bahasa hutan di dalam peti kayu sang kakek tepat satu hari sebelum kepindahannya ke kampong. Dia telah melihat masa depan hutannya.

7. Pembawa Api Dari Puncak Gunung

Ketua Homer adalah lelaki yang pemberani dan berkemauan baja. Desanya tiap dua tahun sekali harus memberikan persembahan pada kawanan iblis. Mereka mengambil panen dan ternak. Sampai akhirnya, ketua Homer tak lagi ingin hal itu berlanjut. Dia bertekad membasmi kawanan iblis yang turun dari gunung bagaikan api itu.

Dengan bantuan beberapa desa klan di sekitarnya, ketua Homer melakukan perlawanan. Tapi, salah seorang prajuritnya yang terluka memberitahunya, “aku berhasil menikamnya, dan, dia bangkit lagi. Ketua, Pasukan iblis tak bisa mati.”

8. Seorang Lelaki Dan Putranya Dan Laut Yang Suatu Ketika Mengamuk
Di Bawean, para pengidap lepra akan diasingkan ke tengah hutan. Mereka dianggap sebagai pembawa bencana dan musibah. Dan salah satu dari mereka adalah, Akbi dan keluarganya. Pria malang itu diasingkan ke hutan beserta anak istrinya. Tak tahan pengasingan, lima bulan kemudian istrinya meninggal.

Suatu ketika Akbi kepergok warga tengah naik sampan. Dia pun dihajar habis-habisan sampai melolong-lolong bagai anjing. Tak ada yang perduli, kecuali Esa, gadis kecil itu merasakan ada keterikatan perasaan antara dia dan Akbi.

Dan itu bukan pertemuan terakhirnya, berikutnya dia bertemu lagi dengan anak Akbi yang bertingkah seperti binatang liar. Esa senantiasa menantikan perjumpaan mereka. Sampai akhirnya, pada suatu malam yang gelap, tsunami melanda. Dan semuanya porak poranda.

9. Siapa Yang Melakukannya Saat Tengah Malam?

Tersebutlah Yansha, seorang suami temperamen dan alkoholik, bertengkar dengan istrinya adalah makanannya sehari-hari. Suatu ketika, dia terpergok oleh Derir—mahasiswa—sedang melakukan sesuatu yang mencurigakan di sumur. Mereka bertengkar mulut. Tapi setelah itu tidak ada apa-apa.

Sampai empat hari kemudian, mayat istri Yansha ditemukan mengambang di dalam sumur. Dan ketika polisi datang, memeriksa kamar yang disewa keluarga Yansha, di dekat lemari, ditemukan mayat Yansha telah kaku. Tidak ada yang tahu siapa pelakunya, tapi Derir satu-satunya saksi mata.

Ini adalah sebuah cerpen suspense yang cerdas dan menantang. Tentang sebuah pembunuhan di kompleks rumah kosan.

10. Malaikat Perempuan di Bawah Beringin
Banyak orang yang mengaku menjadi nabi, tapi bagaimana itu berawal?
Tersebutlah keluarga Pak Bendi yang sudah muak hidup miskin dan direndahkan. Suatu ketika, sepulang kerja dari rumah orang kaya desa sebelah, Pak Bendi dikagetkan sosok perempuan berbaju putih di bawah beringin, dia terbang ke atas sambil tertawa.

Pak Bendi pulang ketakutan, tapi kemudian, dengan istrinya, mereka mendiskusikan kemungkinan kalau Pak Bendi sebenarnya bertemu malaikat, dia akan menjadi nabi.

11. Apinya Tinggal Kau Nyalakan, Nak
Banyak pelajar genius yang tidak memiliki kesempatan untuk menunjukkan kehebatannya, banyak pula yang tidak cukup beruntung untuk sekedar tahu bahwa dia genius. Beberapa di antaranya, benci untuk mengetahuinya.

Pak Harlim punya trik hebat untuk menarik minat murid-muridnya terhadap matematika. Beliau membuat kuis matematika berhadiah. Dan cara mengajarnya pun sangat menggugah. Suatu ketika, kuis matematikanya tak bisa dijawab oleh siapa pun. Bahkan setelah lewat tenggat. Tapi kemudian, kuis itu selesai, dijawab dengan jawaban yang menakjubkan.

Pak Harlim menemui siswa yang menyelesaikan kuisnya itu, beliau menanyainya banyak hal, seperti mengapa tidak pernah ikut kuis matematika sebelumnya. Dan anak itu menjawab, “yang penting itu uang, pintar? Tak ada gunanya.”

12. A Rainy Day in Paradise
Kisah cinta anak pondok. Seorang santri bernama Ikul diberi tahu oleh temannya, Arul, bahwa ada seorang akhwat (gadis, B.Arab) yang menyukainya. Dengan takut-takut, ikul pun mengintip si akhwat, dan, dia terhenyak akan pesona sang akhwat. Sampai akhirnya, mereka membeanikan bertemu untuk saling memberi janji. Untuk saling menunggu. Untuk saling mengikat tali cinta kelak.

Saat itulah, ketika mereka sedang membahas perasaan masing-masing, Ikul pun tahu jika yang dibangunnya selama ini perihal sang akhwat, adalah membangun istana rapuh yang akan jatuh hanya dalam satu terpaan angin lalu. Ikul mundur dengan hati terluka. Cincin ‘nikahnya’ jatuh terkulai di tangan sang akhwat.

13. Laran Jhubok
Seorang laki-laki terasing di gubuk reotnya di tengah hutan. Dia diasingkan karena penyakitnya yang tak tersembuhkan. Penyakit yang menghancurkan seluruh tubuhnya, mengubahnya menjadi sesosok bangkai yang bernafas. Dia menanti saat kematiannya melawati malam-malam yang tak biasa.

Cerpen ini memberikan gambaran yang detail dan—dalam beberapa hal—menjijikkan, pembaca akan merasakan bagaimana penyakit itu menggerogoti kulitnya sendiri, merasakan tiap detik sakitnya, bagaimana daun telinganya tanggal tertusuk kayu kering, bagaimana daging punggungnya rekat pada lantai bambu dipannya, dan bagaimana cahaya terang itu mendatanginya di malam terakhir hidupnya. Pembaca akan merasa itu sebagai dirinya sendiri.

14. Penampakan Malam
Seorang pelajar SMA memenangi lomba pidato Bahasa Inggris tingkat kabupaten. Dia mendapat hadiah ponsel canggih untuk itu. Dia menghabiskan malam-malamnya fesbukan sampai akhirnya, pada suatu tengah malam, tetangganya, keluarga pak Barry, pulang dari luar kota. Dia melihatnya dari balik jendelakamarnya. Dan entah bagaimana, bocah kecil putra pak Barry menatapnya dari seberang jalan, menembus kegelapan, bagaimana bocah itu tahu aku mengintipnya?

Esok harinya, terjadi kegemparan. Ternyata keluarga Pak Barry semalam kecelakaan di jalan tol. Putra mereka meninggal. Jadi, siapa malam itu? Dan, malam-malam berikutnya, bayangan siapa itu yang menghantuinya?

15. Orang Mati Di Kampung
Pak Hadun sangat kesal dengan orang-orang di desanya yang sangat takut dengan orang mati. Mereka akan lari kalang kabut tiap kali mendengar pengumuman kematian. Padahal, bagi Pak Hadun, justru saat itulah dia bisa melampiaskan kekesalannya pada mereka yang menganiayanya saat masih hidup.

Seperti biasa, dia pergi ke tempat ngarit rumput untuk ternaknya. Saat melewati pekuburan, Pak Hadun terhenyak kaget, jantungnya berhenti berdegup, sesuatu menerornya, segenap kesadarannya, semua kuburan terbongkar. Kosong.

Pak Hadun lari ke kampong hendak mengabari orang-orang di desa kuburan baru saja dirampok. Di jalan, dia terpergok Pak Martadi, penyihir yang mati beberapa bulan sebelumnya.

16. Menyelamatkan Bintang Jatuh

Arul dan Titian adalah kakak adik yang saling menyayangi dan mereka hidup di keluarga yang bahagia, ayah yang penuh perhatian, walau ibu mereka cukup menyebalkan kadang-kadang.

Setelah perundingan yang panjang, mereka berdua diijinkan camping di halaman rumah, tentu saja tanpa sepengetahuan ibu mereka. Saat itulah, ketika mereka sedang menatap langit, sebuah bintang jatuh ke bumi. Mereka mengejarnya, dan terkejut, bintang jatuh itu berbicara pada mereka. Meminta tolong.

17. Manusia Alun-Alun Kota
Di setiap alun-alun kota mana pun juga pasti memiliki para pengemis cilik. Mereka mengganggu para pengunjung. Meminta uang. Mengganggu kenyamanan. Tapi apa ada yang tahu di mana mereka tidur? Bagaimana mereka mengahdapi kelaparan? Dan bagaimana perasaan dua pemuda miskin yang dimintai oleh para pengemis? Bagaimana tragisnya dua orang yang tersudut?

18. Paket Senin Untuk Pengangguran
Menjadi pengangguran sangatlah menyebalkan. Semua hal pembicaraan yang berkenaan dengan uang terasa seperti hinaan yang disamarkan. Aku, tokoh utama, sudah benci menjadi pengangguran tanpa dia bisa mengubahnya, walau pun dia telah melakukan banyak hal untuk itu.

Sampai dia suatu hari mendapatkan sebuah paket misterius pada hari senin. Dia tidak tahu apa isinya tapi dia mendapat uang untuk membuangnya ke sungai. Dia pun melakukan itu setiap senin dan dia mendapat banyak uang untuk itu. Dia pun mulai merasakan harga dirinya kembali dengan banyak uang di kantong.

Sampai suatu hari, tibalah dia pada kiriman paket terkahirnya. Dia kehilangan pekerjaan itu. Bersamaan dengan dia membaca koran pagi tentang seorang suami yang memutilasi istrinya. Polisi menduga, pembunuh itu dibantu seseorang untuk membuang potongan-potongan mayat korban.

19. Instant Evolution
Karena keterbatasan dana, mahasiswa itu hanya bisa membeli nasi pecel untuk makannya sehari-hari, selama dua tahun penuh. Hingga pada suatu hari, dia tersentak mendapati kepalanya berubah menjadi nasi pecel. Mahasiswa itu terkejut dan ketakutan, dia berusaha mencari bantuan, tapi ada banyak peristiwa di jalan menghalangi usahanya. Untunglah tiga orang tak dikenal membantunya menyelamatkan diri dari para zombie yang hendak memangsa kepala pecelnya.

Ke tiga orang itu membawa si mahasiswa kepala pecel ke bantaran sungai. Saat si mahasiswa sedang beristirahat, ketiga penolongnya sedang menyiapkan perlengkapan santapan petang. Mereka lapar dan ingin makan, kepala pecel si mahasiswa.

20. Anatomi Tangis Lima Tahun Dan Kausalnya
Cinta tak bisa diukur seberapa kedalamannya, atau seberapa jauhnya, atau seberapa kuatnya, kecuali setelah seseorang mengorbankan demikian banyaknya.

Dua orang sahabat semenjak SMA sampai lulus kuliah, yang perempuan mencintai laki-laki, tapi mereka menikah dengan dua orang yang berbeda.

Cerita ini ditulis berupa rangkaian dialog langsung yang menggugah. Sedikit demi sedikit, terbuka apa perasaan si wanita sebenarnya, bagaimana dia menangis selama lima tahun penuh, bagaimana dia membenci ibunya, bagaimana dia membohongi suaminya, bagaimana dia sangat mencintai sahabatnya itu.

Advertisements

7 Responses

  1. Wood Flooring Solid Hardwood
    Best Grade A quality wood Flooring
    Teak wood, merbau, Sonokeling, Decking, Flooring
    Indonesia Wood Exporters 🙂
    facebook Ubinkayu

  2. how do i join

  3. join what katie? would u like to tell me clearly? thanks. 🙂

  4. sukses terros tatanggho….
    sehat bhoi edissan?????dhile amamaenanaa k jogja??

  5. Cung, alhamdulillah boras boi. semoga doa suksesna tak lambok2 jadi kenyataan. amin, hehehe. eh, e jogja bodo kakanan apa?

  6. ini nama penerbitnya apa ya? saya pengen bikin buku kumpulan cerpen 🙂

  7. hai kurnia, sayang seklai kumcer ini belum terbit. jadi ia tidak bisa dikaitkan dengan penerbit manapun di bumi ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: