Posted in ehon, nebula, think

Children Inside Us Who Make Us Seem Different

bukankah hanya anak-anak yang tidak pernah bingung dengan seragamnya?
Sekarang, aku menjadi semakin percaya bahwa menjadi dewasa tidak selalu berarti menjadi lebih baik dari pada anak-anak. Apa? Apa yang ingin kita banggakan dengan kedewasaan itu? Keadaan yang penuh tuntutan dan tekanan dan kekakuan itu? Apa yang ingin membuat kita senantiasa menilai jika memiliki kualitas anak-anak adalah kebodohan yang harus segera dieliminasi? Dari sisi mana penilaian macam itu datang? Bukankah ada begitu banyak keluarbiasaan yang justru hanya bisa kita pahami ketika kita memiliki rasa kekanakan itu?

Apa orang dewasa akan berkata bahwa mereka orang yang paling setia? Mereka harus belajar pada Spongebob akan kesetiaannya pada spatula. Dan kemudian para orang dewasa akan tahu bahwa barang-barang milik mereka harus dicintai dan dihargai, tidak dibuang begitu saja saat luntur warnanya. Apa jadinya dunia ini jika berkhayal ditempatkan sebagai perbuatan terburuk yang harus dihindari? Kita tidak akan pernah menemukan Harry Potter di toko-toko buku dan di bioskop-bioskop. Dan bukankah Harry Potter lahir dari indahnya masa kanak-kanak mengkhayalkan dunia sihir yang ajaib? Apa jadinya dunia ini jika jiwa kanak-kanak yang ada dalam diri orang dewasa harus dimusnahkan, dan memikirkan tentnag alien ditetapkan sebagai hal tabu yang menyebalkan? Kita tidak akan pernah tahu kisah menggugah si E.T, atau mengerikannya Skyline. Dan jika pun jiwa kanak-kanak itu harus dibumi-hanguskan dari kehidupan para orang dewasa, maka dunia ini akan kurang menyenangkan dibandingkan sebelumnya, dunia ini akan menjadi hambar, tawa bahagia tak bisa lagi kita dengar di jalan sebanyak sebelumnya. Dunia macam apa itu yang akan kita bangun tanpa menyertakan kekanakan kita yang penuh dengan kebijaksanaan? Anak-anak sering bertengkar, tapi lebih sering lagi memaafkan. Anak-anak sering bercerita, tapi jarang sekali berbohong. Apa yang mereka ungkapkan adalah apa yang benar-benar muncul dalam benak mereka. Lantas, apa buruknya? Apakah memang orang dewasa takdirnya untuk mati tua sembari menanggung jutaan tekanan di kepalanya? Tanpa ada sarana mengendurkan kesakitan yang tak berujung itu?

Jika para orang dewasa tak boleh lagi seperti kanak-kanak, akan ada milyaran bayi yang kesepian hidupnya karena menghadapi orang-orang aneh di sekitarnya. Kalau menjadii kanak-kanak menjadi alasan sebuah hubungan harus dihentikan, maka akan ada milyaran pasangan yang pahit benar hari-harinya, tak ada lagi kelucuan spontan dan kejutan mengherankan. Kalau menjadi kanak-kanak sudah terlarang bagi orang dewasa, tidak akan ada lagi superhero yang bisa menginspirasi kita karena hanya anak-anak yang bisa menghadirkan superhero. Bahkan, bukankah Lenka saja mengatakan dalam lagunya: we will not grow old? Hanya manusia dewasa yang memiliki rasa kanak-kanak yang bisa merasakan kehampaan malam hari ketika dia mendengar tetangganya suami-istri bertengkar habis-habisan. Jadi, mengapa harus dijadikan aneh ketika ada orang dewasa yang termenung menyaksikan hal itu? Mengapa harus dianggap menyebalkan ketika ada orang dewasa yang bertanya-tanya apakan alien benar-benar ada atau hanya hoax belaka? Apakah aneh merasa jika seharusnya kita punya tetangga di jagd raya yang luas ini?

Seekor singa tidak pernah perduli apakah anak tetangganya masih hidup atau sudah hilang di tengah savanna, tapi seorang anak kecil perduli. Seekor singa tidak perduli apakah malam ini ada bintang jatuh atau tidak ada bintang sama sekali, tapi seorang anak kecil perduli karena dia cinta pada cahaya kemilau di tengah kegelapan sana. Seekor singa tak perduli ada berapa antelop yang telah dia habiskan, tapi seorang anak kecil perduli pada tiap butir nasi yang dia makan, dia akan menyisakan beberapa untuk diberikan pada ayam peliharaannya. Lanas, apa buruknya menyimpan sisa jejak kekanakan dalam diri kita? Bukankah hanya anak kecil yang begitu kuat hingga tetap bisa tersenyum sekalipun banyak masalah tengah melandanya? Bukankah anak kecil yang tetap bisa bernyanyi sambil menjalani hukumannya? Bukankah anak kecil yang bisa memberi sembari menangis karena terharu dan bahagia? Dan, jika memang salah mempertahankan rasa kekanakan dalam hidup seorang dewasa, maka apa yang harus kulakukan? Aku hanyalah mencoba untuk mengutarakan pikiranku. Jika memang tak bisa dibenarkan menyimpan sisa jejak kekanakan dalam hidup seorang dewasa, maka aku harus bersiap untuk hidup dengan kebohongan, dan aku akan benar-benar merasa bersalah sekalipun orang lain akan menikmati keadaan itu. Mengapa harus ada manusia yang demikian?

Suatu malam, seorang kawan menelepon. Dari suaranya, aku tahu dia rindu benar untuk bisa berbincang denganku seperti malam itu. Lalu aku pun bertanya, “bagaimana kau bisa bertahan hidup dengannya padahal ada perbedaan yang gawat di antaa kalian?” aku merasa dia tersenyum mendapatkan pertanyaanku. Lalu dia menjawab, “karena aku masih bisa mempertahankan rasa kekanakan dalam hidupku. Kau tahu kan, hanya anak kecil yang sanggup hidup berdampingan dengan seseorang yang begitu berbeda dengannya.”

Telpon malam itu ditutup dengan tawanya yang khas. Sejenak aku masih terbius oleh suara tawanya itu. Tapi kemudian aku curiga, jangan-jangan, dia sebenarnya memang sudah benar-benar tidak tahu harus berbuat apa? Dan tertawanya itu adalah tindakan bodohnya menertawakan diri sendiri? Bukankah hanya anak kecil yang sanggup tertawa sembari melakukan kesalahan yang tak diharapkannya?

November 25, 2010

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s