• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

manual membentuk klub menulis

sobat, ayo buruan gabung!

BERIKUT INI adalah keterangan ringkas mengenai bentuk-bentuk dan model-model kegiatan yang bisa diaplikasikan dalam sebuah klub menulis. Mulai dari format anggota besar sampai anggota sederhana, kegiatan mingguan sampai bulanan. Semua disajikan secara ringkas untuk memeberikan gambaran umum mengenai kelompok menulis. (Anda bisa mendowload versi pdf-nya di sini. gratis tis.)

Yang patut diingat adalah, bentuk-bentuk pengorganisasian tersebut buka merupakan sesuatu yang mutlak, bentuk dan kegiatan bisa disesuaikan dengan kebutuhan—sesuai dengan keadaan anggota dan ketersediaan waktu. Namun demiian, ada syarat-syarat tertentu yang memeang tidak seharusnya dirubah—sebagai contoh, ketentuan mengenai jumlah anggota.

Semoga dengan adanya manual sderhana ini, bisa membantu komunitas yang berkeinginan untuk membentuk klub menulis, yang nantinya akan menstimulus lahirnya penulis-penulis kelas berat yang mampu merubah jiwa dan semangat para pembacanya. Terkahir, semoga usaha sederhana ini mendapatkan balasan kebaikan dari Allah Ta’ala, karena apalah artinya semua usaha jika tanpa keridlaan-Nya?

1. KELOMPOK INTENSIF
Klub menulis dalam bentuk ini merupakan klub yang memiliki intensifitas tinggi dan masing-masing anggota memiliki kesempatan berkembanga sama besarnya. Pembagian tugas dan peluang apresiasi setara, kritik dan saran merata, dan yang paling penting, bisa melahirkan ikatan kebersamaan yang kuat dan mendalam. Syarat-syarat pembentukan grup intensif adalah sebagai berikut:

a. Beranggotakan maksimal sembilan orang. Dengan susunan kepengurusan: ketua dan bendahara. Ketua yang mengatur jalannya organisasi serta mendokumentasikan tiap karya yang dipresentasikan, bendaharan menatur pengaturan dana organisasi.
b. Setiap anggota wajib membuat (minimal) satu karya dan mempresentasikannya dengan bergiliranpada tiap-tiap pertemuan.
c. Karya yang akan dipresentasikan sudah dibagikan pada semua anggota satu minggu sebelumnya. Tujuannya agar tiap anggota berkesempatan membaca dan menelaah. Hal ini akan membuat waktu pertemuan lebih efektif dan kritik saran yang masuk lebih berbobot.
d. Setiap anggota harus memberikan kritik, saan, tanggapan atau pujian pada tiap karya yang dipresentasikan (dan yang punya karya tentu saja dilarang marah-marah apalagi sampai ngambil pistol. Take it easy guys).
e. Iuran per-pertemuan. Besar kecilnya iurn ditentukan dalam musyawarah. Iuran ini gunanya untuk membantu rekan yang dapat giliran presentasi. Uang itu bisa digunakan untuk ngetik, ngeprint atau pun untuk fotocopy.
f. Tiap anggota dituntut untuk aktif dan—dalam beberapa hal—agresif. Sebuah klub menulis hanya akan berakhir menjadi klub cangkrukan tak berguna jika anggotanya malas menulis, yang lebih parah lagi, jika anggotanya bahkan untuk sekedar memebri komentar saja malas. Jika itu terjadi, hmm, kiamat melanda klub yang kau bikin sobat.
g. Pertemuan satu minggu sekali. Dengan jumlah yang tidak seberapa banyak, pertemuan satu minggu sekali sudah cukup memadai untuk member kesempatan dan dorongan menulis bagi tiap-tiap anggota.

2. KELOMPOK BESAR

haey semua shinobi, ayo gabung!

Di beberapa tempat, peminat klub menulis ternyata sangat banyak. Bahkan lebih banyak beberapa kali lipat dari yang dibayangkan oleh sang pendiri. Ini merupakan dilemma. Disatu sisi kita senang melihat antusisme para caon anggota, di sisi lain, menampung sedemikian banyak anggota dalam satu klub (dan klub menulis ini berbeda dengan kelompok arisan ibu-ibu) sama saja dengan melambankan perubahan yang bisa dicapai anggota.

Mungkin alternative terbaiknya adalah membentuk beberapa kelompok intensif dibawah naungan satu organisasi. Misal, klub menulis Tinta Pelangi, dia memiliki beberapa kelompok intensif di bawah koordinasinya. Akan tetapi, kadang pembina tidak memiliki cukup waktu untuk mengomandani sedemikian banyak klub—yang artinya sama dengan memakan banyak waktu dan pertemuan. Untuk itu, dibutuhkan alternative baru, yaitu dngan membentuk Kelompok Besar. Karena justru semakin tidak mungkin untuk menolak para pendafar, bukan? Yang terburuk yang bisa dilakukan manusia adalah menghalangi seseorang yang ingin membuat perubahan untuk melaksanakan niat baiknya itu. Berikut ini skema pengelolaan kelompok besar:

a. Anggota maksimal 25 orang. Jumah di atas 25 akan cenderung menciptakan suasana yang gaduh dan jauh dari efektif. Kecuali, para peserta merupakan anggota yang berdedikasi tinggi.
b. Presentasi beberapa karya sekaligus dalam satu pertemuan. Karena jumlah anggota yang besar, maka mustahil untuk menerapkan system satu pertemuan satu karya untuk dibahas. Dalam satu peremuan bisa empat atau lima karya yang dibahas sekaligus. Caranya bisa dengan, para penulis didudukkan sebagai pemateri. Mereka bergiliran membedah karyanya masing-masing (dengan batasan waktu yang jelas), kemudian berlangsung session Tanya jawab/kritik saran/komentar dan pujian.
c. Karena besarnya anggota, pengurus kelompok ini terdiri dari ketua, bendahara, sekretaris (untuk mengatur administrasi dan dokumentasi), dan humas (di sini tugasnya untuk mengatur jadwal. Mengabarkan hari pertemuan, perubahan jadwal pertemuan, dsb. berkenaan dengan komunikasi antar anggota.)
d. Intermezzo atau kegiatan selingan. Fungsi kegiatan ini untuk mengurangi kejenuhan para peserta. Dari empat karya, dibagi dalam dua waktu presentasi. Setelah dua karya pertama selesai dibahas, diadakan kegiatan selingan, baru kemudian pembahasan dua karya berikutnya. Intermezzo bisa berupa nyanyi bareng, drama pendek, games, teka-teki dsb. Tapi ingat, jangan coba-coba mengisi waktu itu dengan rujakan, anda setelahnya hanya akan mendapati anggota yang sibuk mencari air untuk minum.
e. Iuran yang disesuaikan besarnya sesuai dengan kesepakatan.

3. PERTEMUAN KELOMPOK INTENSIF
Model ini diterapkan untuk kelompok menulis yang memiliki banyak kelompok intensif. Seperti yang dicontohkan dengan kelompok Tinta Pelangi. Minimal tiga bulan sekali, semua nggota kelompok intensif berkumpul di satu tempat mengadakan kegiatan besar bersama. Hal ini gunanya untuk meningkatkan semangat menulis, mempererat ikatan silaturahmi, meluaskan wacana, menambah pengalaman dan segunung lagi keuntungan yang lain.

Bukan hanya itu, pertemuan kelompok intensif juga bisa diadakan dengan kelompok intensif beda klub—tidak berada dalam satu naungan. Justru hal itu akan semakin menarik dan membuaka peluang yang lebih besar untuk mengembangakan diri.

Dengan adanya pertemuan besar, para anggota akan memiliki ikatan yang lebih kuat dan menyadari ‘kebesaran’ kelompoknya. Bentuk kegiatannya seperti kegiatan pada kelombok besar.

a. Presentasi beberapa karya dalam satu pertemuan. Karya yang dipilih adalah perwakilan dari kelompok-kelompok intensif peserta pertemuan besar. Jika ada banyak kelompok intensif, maka diadakan penggiliran.
b. Intermezzo atau kegiatan selingan. Fungsi kegiatan ini untuk mengurangi kejenuhan para peserta. Dari empat karya, dibagi dalam dua waktu presentasi. Setelah dua karya pertama selesai dibahas, diadakan kegiatan selingan, baru kemudian pembahasan dua karya berikutnya. Intermezzo bisa berupa nyanyi bareng, drama pendek, games, teka-teki dsb. Tapi ingat, jangan coba-coba mengisi waktu itu dengan rujakan, anda setelahnya hanya akan mendapati anggota yang sibuk mencari air untuk minum.
c. Pendanaan kegiatan diambil dari kelompok-kelompok intensif peserta pertemuan dengan nominal yang sama.

mau pintar nulis? gabung dengan klub!

UNTUK MEMBERIKAN variasi kegiatan, ada baiknya klub-klub menulis sekali waktu mengadakan seminar, atau bedah buku atau temu langsung dengan sastrawan yang sudah mapan. Untuk mengadakannya, klub menulis bisa bekerjasama dengan klub-klub yang lain atau dengan lembaga yang berkaitan. Manfaat dari kegiatan semacam itu sangat besar bagi anggota klub. Anggota bisa belajar langsung dari sastrawa sungguhan, mendapatkan pengalaman dan wacana baru, membuaka ckarawala, ilmu baru, semangat baru, dll.

Satu hal yang perlu diingat, para anggota klub menulis selain harus rajin mengasah kemampuannya dengan banyak berkesperimen—menulis apa saja—mereka juga mutlak harus rajin membaca. Dengan banyak membaca para penulis—pemula—akan menemukan hal-hal baru yang bermanfaat untuk pengembangan dirinya, baik dari segi teknik menulis, gaya bahasa, trik, maupun cara mengatur tensi tulisan.

Nah, sekarang giliran anda untuk segera mewujudkan obsesi! Segera bikin klub menulismu. Untuk keadaan yang sangat gawat, dua orang saja sudah cukup untuk membentuk sebuah klub menulis. Dan, jangan lupa senantiasa berdoa mina pertolongan dari Allah Ta’ala. Selamat berjuang sobat.

–catatan tambahan:
Jika ada pertanyaan, silahkan kirim email ke camrullah@gmail.com, atau anda bisa menunjungi situsnya atau jika anda kesulitan untuk melakukan keduanya, anda bisa meinta bantuan pada burung hantu pengantar surat. Hmm, sayang Hedwig sudah meninggal dunia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: