• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

LAGU DARI MASA KECILKU, SEBUAH KESEDIHAN YANG TERUS TERKENANG


Dulu, sewaktu aku memasuki usia kelas satu SD, ibu mengirimku ke pondok anak-anak di Sedayu Kota, Gresik. Saat itu, sungguh aku merasakan kesedihan yang teramat beratnya. Aku merasa hilang dan tak memiliki siapapun untuk dimintai perlindungan. Terasing dan sendirian. Terlebih, aku merasa terbuang…

aku tidak pernah berkata padamu,
betapa takutnya aku pada gelap.
aku tidak pernah berkata padamu,
betapa perhatiannya aku padamu.

tetapi kamu tahu, kan, Ma?
Kamu tahu semuanya..

..Mamaku.
Jangan biarkan aku sendiri di keramaian ini..
..Aku akan kehilangan jalan pulang.
Jangan kirim aku ke tempat yang jauh dari rumah..
..dimana kamu bahkan tidak akan ingat aku.

Apakah aku begitu buruknya, Ma?
Apakah aku begitu buruk..

jika sekali waktu, Papa mengayunku.
..terlalu tinggi di udara..
..mataku mencarimu..
..berharap kamu datang dan menangkapku.

Aku tidak berkata padanya..
..tetapi aku menjadi amat ketakutan.
Aku tidak membiarkan itu muncul..
..tetapi hatiku tenggelam.

Kamu tahu semuanya, kan Ma?
Kamu tahu semuanya..
..Mamaku.

(syair lagu dari film Taare Zameen Par)

Aku ingat bagaimana aku akan duduk menyendiri di sudut ruang tamu, tempat di mana ibu menemaniku tidur sebelum kepulangannya ke Bawean. Aku akan meringkuk di sana, meneteskan air mata, membayangkan ibu masih ada di tempat yang sama. Sampai aku tetidur.

Memang aku lebih tegar dari pada sepupu-sepupuku yang lain. Mereka menangis meraung-meraung, berusaha lari mengejar, atau mengamuk meminta orang tuanya kembali. Dan aku hanya diam saja mematung di balik jendela. Tapi yang tidak mereka tahu, saat malam, ketika semua sepupuku yang kelelahan mulai jatuh tidur, dan anak-anak yang lain pun telah lelap, aku bangun seorang diri, menitikkan air mata sambil berbaring dalam keremangan. Tidak ada yang tahu.

Sekarang, bagaimana kabar ibu? Mama tercinta itu. Bagaimana beliau hidupnya? Sehat sajakah? Atau sedang sakit dan menanti penuh harap? Atau sedang duduk sendiri menatap fotoku yang agak luntur? Atau memeriksa baju-bajuku yang kutinggal di rumah? Atau, sedang lelah dan berdoa agar aku segera pulang? Aku tidak pernah berkata padamu, betapa perhatiannya aku padamu. tetapi kamu tahu, kan, Ma? Kamu tahu semuanya..

Advertisements

2 Responses

  1. aku. . . . . . deg degan. . . . . . . dadaku bergemuruh hebat ktk membcax. . . . . . kau tahu,. . . aku pun pernah mengalaminya. . . . .emm. . . kak aku bs mintk copykan kry2 smpyn ke flesdisk? aq jadi pngen bca

  2. besemangatlah bi…. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: