• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

ALAS TUA; KEHIDUPAN KUNO DI HUTAN BAWEAN

Kehidupan manusia pertama tidak bisa dipisahkan dari hutan dan sungai. Hutan adalah ibu manusia, dan sungai rumah yang menaungi kehidupannya. Flora dan fauna hutan menyediakan beragam sumber pangan yang menopang kelangsungan kehidupan manusia. Pada jaman dulu, saat kekayan pangan di alam masih melimpah, orang mengambil makanannya layaknya orang bernafas. Mereka tidak perlu menanam atau mengolah lahan, mereka hanya perlu untuk berjalan, berjalan dan terus berjalan. Makanan tersedia di sepajang rute yang mereka tempuh. Seperti kasih saying ibu yang selalu melimpahi kehidupan bayinya.

Jika jejak-jejak kaki manusia terpatri abadi di permukaan tanah hutan, anda akan menemukan peta alur perpindahan manusia yang teratur dan konstan. Pada jaman yang masih purba itu manusia sudah memahami tentang konsep pemeliharaan hutan. Mereka mengambil pangan dari wilayah hutan tertentu dapa musim tertentu, demikian terus berputar. System pergerakan ini menjaga baik kelestarian hutan maupun kelangsungan hidup manusia.

Hutan pulau Bawean adalah salah satu hutan tropis yang menawan di antara hutan-hutan pulau di sepanjang jejeran pulau-pulau Indonesia. Berbagai macam buah-buahan hutan tumbuh di sana, seperti kalak, burne, tengghojungan, sentul, dll. Buah-buahan itu pada jamannya merupakan barang buruan yang paling menggiurkan. Anda akan menemukan anak-anak bergerombol dalam kelompok-kelompok kecil berburu buah-buahan tersebutpada musimnya masing-masing. Itu mengingatkan kita pada petualangan Indiana Jones di hutan amazon dalam perburuan harta karun suku maya kuno.

Hutan Bawean masih sangat lebat, walau dibeberapa titik tertentu kerusakan yang sangat parah banyak kita temukan: pembalakan liar, penebangan warga, dan kemarau. Kelebatan daun pohon-pohon melindungi pengembara dari terpaan matahari langsung. Kanopinya pada beberapa tempatmenutup cahaya matahari dengan sempurna.

Di kedalaman hutan, anda akan selalu mendengar dengking serangga dan kicau burung. Ini hutan yang hidup, berbicara, bernafas, dan mengamati anda dengan sangat teliti. Setiap gerak tangan dan kaki, setiap jejak terpatri, setiap kedipan mata.

Pada jaman dahulu, nenek moyang orang bawean tinggal di hutan-hutan. Membuat huma, mengolah lading kering yang luas, dan memelihara anjing penjaga. Dulu hutan sangat ramai, dan manusia hidup tepat di bawah ranting dan cabangnya.

Banyak hal ang masih tersembunyi di dalam hutan ini. Banyak kehidupan yang belm terbuka di rahimnya yang tua, namun mungkin saja itu tak lama lagi usianya. Hutan yang telah melindungi manusia begitu lama, menyajikan kebutuhannya dengan Cuma-Cuma sebagai anugerah Allah, telah tiba saatnya untuk mendapatkan kasih saying dan penghormatan dari manusia. Bukankah kita begitu sering menyesal? Dan penyesalan yang paling dalam adalah akibat dari kehilangan. Sebelum kita kehilangan hutan bawean ini, kita harus menghidupkannya. Seterusnya.

Advertisements

11 Responses

  1. Hutan bawean masih alami. Aku suka melihat foto2 sawahnya, flora uniknya, pohon raksasanya, sapi Baweannya, dan monyet langkanya yang terkenal di seluruh dunia, dan yang secara sepakat telah dinamai: Catur Chandrana.

    Got to see this species one day!

  2. aq suka foto2nya.. ^^

  3. tidak seperti di desa goa blimbing, yang gundul akan hutannya, tetapi ada sebuah sisa yang sangat menakutkan,
    Hewan melata dan mimikri serta ototomi, orang2 disana sepakat menamainya dengan sebutan david Khoirul

  4. wuih, ingin berpetualang kesana neh. ke bawean lewat pelabuhan mana mas?

  5. hahaha………..

  6. masya Allah ogghuna, kerrong na ka Boyan. terro ngalak kajhu pole. ayuk nolle mole dari singapore. thanks a lot arul.

  7. WAHAHAHA, terimkasih semua. kak erna, kapan ke bawean? ayok nyari bincet yang hilang. jahahaha, petualangan baru: THE LOST BINCET.
    bang ilham, faruz, asma, dan david: better u come to bawean.

  8. Hi…

    ohh ini yang dimaksudkan dengan hutan bawean.. ingin sekali pergi pertualang dan mengambil foto di sana..

    hopefully one day…

    Nazir

  9. Salam hangat dari Paciran!

  10. ini Bawean Gresik apa bukan ya ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: