• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

ANGIN, AWAN DAN BINTANG

Angin, awan dan bintang. Semua itu adalah saksi yang selalu menemani. Menyaksikan bagaimana jalanan dilewati dan bagaimana kesedihan dilahirkan dan mlai merangkak. Angin, awan dan bintang. Semua adalah mata yang tak pernah lepas menghitung kehilangan, air mata, kecewa, kehampaan dan nama-nama yang hilang dalam gelombang. Angin awan dan bintang. Semua itu adalah teman yang jauh, yang merasakan, yang mengerti akan segala sesuatu.

Seperti kau tahu, aku tidak pernah meminta untuk menjadi makhluk abadi, atau hidup abadi, aku juga tak meminta sesuatu yang lebih dari apa yang kini kugenggam dan kumiliki, tapi Angin, awan dan bintang tahu bahkan aku tidak akan memiliki apa-apa. Bagaimana bisa di dunia ada yang harus berjalan seorang diri? Padahal hutan dan padang rumput masih terlalu luas untuk di seberangi? Apakah itu teriakan burung hantu atau tangisan kelelawar tersesat di kejauhan sana?

Angin, awan dan bintang. Mereka menyaksikan malam-malam di mana aku berjalan sendiri, melewati jalan kota yang panjang dan mulai sepi, melewati mobil dan rumah-rumah yang duduk diam, melewati lampu jalanan yang sepertinya mengantuk dalam kesepian, melewati detik ke detik. Angin, awan dan bintang. Mereka tahu bagaimana kenangan berbunga, bagaimana keindahan semerbak, bagaimana hujan dan air mata rasanya kini sama.

Angin, awan dan bintang. Mereka tahu bagaimana aku berhenti di trotoar, diam, menyimak, mendengarkan, menyaksikan, dan tau bahwa seseorang yang lain di kejauhan sana melakkukan hal yang persis sama. Angin, awan dan bintang. Mereka tahu bagaimana kegelapan di pinggir jalan datang dan hilang, dingin dan keringat bergantian bercucuran, lelah dan senyum berkembangan. Angin, awan dan bintang. Mereka tahu langkah pertamaku memasuki rumah bersama dengan aku mengenangnya. Kepada siapa lagi?

Angin, awan dan bintang. Di balik angina, kedinginan selalu lebih tajam dari pada di sini, di balik awan, kegelapan selalu lebih pekat dari pada di sini, dan di balik bintang, kesepian selalu lebih tua dari pada di sini. Tapi aku kini terbangun dan jatuh bersamaan. Akulah angin itu, akulah awan itu, dan akulah bintang itu. Di bawah bayangan hujan yang turun semalam, bersama itu, seseorang menyampaikan sesuatu yang kedengarannya seperti perpisahan. Ada apa? Ada apa? Penyamun lain yang membegal orang terlunta?

Aku berpikir, sampai sejauh mana semua ini berjalan? Sudah di batas negara mana pesawat kita mencapai garis terbangnya? Dan di atas lautan mana sekarang kita melayang? Angin, awan dan bintang tahu, halilintar dan badai mengejar tak berhenti, mereka terlalu cepat, mereka terlalu kuat, mereka terlalu bengis dan lupa untuk memberi kesempatan. Begitulah halilintar dan badai. Hanya ketakutan dan sesuatu beraroma keputusasaan yang dipunya dan dibagi-bagikan.

Kembali lagi. Kembali lagi. Aku berjalan seorang diri di pantai laut kesedihan, di mana kerang dan pasirnya terasa pahit oleh air mata jutaan manusia. Tidak ada ombak, tidak ada burung camar. Angin, awan dan bintang pun tahu, aku tak punya jalan pulang. Seseorang telah membakarnya tak bersisa. Aku kembali menemui pendamping sejatiku, Angin, awan dan bintang.

Aku berpikir, bukankah Angin, awan dan bintang mereka adalah kesepian juga sebenarnya?

Buat seorang dia yang Terjaga.

3 Responses

  1. apakah ini sebuah ungkapan hati?

  2. aku cinta orang ini! eh, aku cinta buku buatan orang ini! thats what i mean, hehehehe

  3. touching heart

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: