Posted in nebula, think

seumur hidupku, aku tak pernah bertemu orang bodoh

Anda pernah bertemu orang bodoh? Atau Anda merasa punya teman yang bodoh? Teman kelas atau teman bermain, atau mungkin Anda merasa punya saudara yang bodoh? Bahkan aku pernah mendengar seseorang mengeluh karena memiliki orang tua yang bodoh, apa Anda mengalami hal serupa? Luar biasa, ketahuilah, seumur hidupku, aku tidak pernah bertemu orang bodoh! Luar biasa! Benar, tidak pernah!

Aku punya seorang teman, dia adik tingkatku, dan dia ikut tinggal di kosan tempat ku tinggal. Dia juga mengambil jurusan pendidikan Bahasa Inggris. Karena dia dari sumatera, maka tiap huruf “F” atau “V” yang dia lafalkan akan berbunyi “P”. Bayangkan sahabatku itu mengatakan, “pantastis, si Parah mendapatkan panili dari Pipi.” Anda membacanya dengan mengubah tiap p cetak miring dengan F atau V. Atau yang paling sering dia katakan padaku dengan bangga adalah, “my lop is poreper! Hahahahaha…

Suatu malam, dia sedang belingsatan menggarap PR Bahasa Inggrisnya. Sebenarnya sejak siang dia sudah berkutat dengan Betty, tapi aku tidak menyangkan jika itu akan terus berlanjut sampai malam. Sampai pukul sembilan lewat!

Aku pulang dari ngursus pukul sembilan. Sholat dan dilanjutkan baca The Little Princenya Antoine de Saint Exupery. Tiba-tiba, sahabatku itu sudah duduk manis di depanku. Ada senyum yang mengenaskan di wajah kotaknya. Beberapa helai jenggotnya tampak layu. Oh Tuhan, anak ini dalam masalah besar.

“Mas, map, sibuk ora? Minta bantuan mas.”

Hfff, bentuk ekspresi ini adalah bentuk yang mustahil untuk kutolak. Kututup the little prince, mengambil buku tugasnya, dan memeriksa beberapa hasil kerjanya, juga sisa enam soalnya. Hmm, membuat kalimat yah. Easy.

“Mau gimana, di koreksi semua jawabanmu atau cuma ngasi tau yang enam?”

“Yes! (Dia sumringah, ekspresi yang akan tampak pada siapapun yang ada dalam keadaan sepertinya). Gak mas, cukup yang enam aja. Trims bro!”

Tapi aku terkejut saat membaca soal-soalnya itu. Sungguh itu soal yang sangat mudah untuk ukuran mahasiswa. Dan saat kubaca semua hasil pekerjaannya yang tadi, alakadala! Hampir tiap nomor ada salahnya! Bagaimana bisa? Ini hanyalah soal membuat kalimat affirmative, interrogative dan negative dalam bentuk simple present dan simple past tense! Ada apa ini? Aku longok kawanku itu, menatap wajahnya yang tampak semakin kotak saja.

“Coba terjemahkan kalimat ini ke dalam Bahasa Inggris, ng… Asma membeli buku baru, dia mau memberikannya pada Catur. Bentuk simple present.” Aku ingin mengetahui seberapa jauh kemampuannya. Ini pre-test ku.

“Ah mas mas..(sepertinya dia mau mengelak, tapi aku tidak perduli. Kutunggu saja jawabannya.)…Bahasa Inggris ya? Ini, Asma …membeli apa Mas? (buy jawabku. Aku anggap ini wajar. Bukan mustahil ada mahasiswa tidak tahu Bahasa Inggrisnya membeli.) buy?, jadi, asma buy (dia tidak membubuhi ‘s’ dan kuterima itu sebagai khilaf.) book, new book. Asma buy new book. Benar kan mas?”

“Yap. Benar. Tapi buy-nya ditambah ‘s’ menjadi buys (oh, ya ya, katanya.) terus, yang lanjutannya, dia mau memberikannya pada Catur? Coba terjemahkan.”

Kawanku itu diam sejenak. Mengingat sesuatu. Tersenyum kecil, lalu katanya,

“Dia itu Bahasa Inggrisnya apa mas? We ya mas? We…mau, apa mas?”

Aku tersersentak, tentu saja! Bagaimana bisa ini terjadi! Pada seorang mahasiswa kawan! Jika ada mahasiswa Bahasa Inggris tidak tahu Bahasa Inggrisnya membeli, dengan berbagai excuse aku akan mencoba untuk memakluminya. Tapi, tapi, jika ada mahasiswa Bahasa Inggris tidak tahu Bahasa Inggrisnya dia, dia perempuan ataupun dia laki-laki, itu keterlaluan! Itu penghinaan bagi semua guru Bahasa Inggris di negeri ini! Itu tak bisa diterima! Ini sama saja dengan seorang mahasiswa jurusan biologi yang garuk-garuk kepala kebingungan saat ditanya adiknya yang masih SD tentang perbedaan pokok antara vertebrata dan invertebrate, atau tak ubahnya dengan mahasiswa seni rupa yang hanya nyengir tak berdosa ketika dosennya bertanya, “apakah Picasso pelopor kubisme atau ekspresionis atau bukan keduanya?” Apa yang terjadi pada adik kelas sekaligus teman kosku itu, sungguh tragis! Ini sudah di atas kebodohan levelnya.

Dengan sedikit menggerutu, kubenahi semua pekerjaannya. Dan sialnya lagi, bukannya dia duduk di sebelahku mendengarkan petunjuk-petunjukku tapi malah pergi ke dapur! Gila, baru saja sekali lagi aku ditunjukkan pada resep keterbelakangan paling jamak di negara ini.

Ku geletakkan begitu saja bukunya setelah semua selesai kukerjakan. Melanjutkan lagi bacaanku yang tertunda tadi. The little prince memang luar biasa, aku langsung terhanyut pada alunan kisahnya yang begitu lugu dan menakjubkan. Fantasi yang tak pernah melintas dalam benakku sebelumnya. Perjalanan lintas semesta dan planet-planet yang mengkhianati hokum grafitasi, binatang dan tumbuhan yang berbicara. Memukau bukan.

“Monggo Mas,” sebuah suara merasuk gendang telingaku, disertai aroma harum luar biasa menerobos dinding hidungku. Sepiring nasi goreng hangat yang masih berasap, dengan aroma paling sedap yang pernah kuhirup. “Nasi goreng Mas, spesial saya bikin buat sampean. Heheheh.”

Dalam sepersekian detik, aku berpikir, sialan, aku mau disogok untuk hasil kerjaku. Dan dalam sepersekian detik kemudian, aku berpikir, syukurlah, kawanku ini tahu caranya berterimakasih. Tanpa memikirkan pikiran pertamaku, dan juga didorong rasa lapar yang menyebalkan, ku santap nasi goreng buatannya itu. Subhanallah! Masya Allah! Gila, luar biasa! Luar biasa nikmatnya!

Aku tercengang, ini nasi goreng yang sangat luar biasa. Kekeringan nasinya pas, sehingga tidak terlalu keras juga tidak cemek karena kebanyakan minyak. Gurihnya tepat, dan tidak ada gumpalan garam tercecer diantara nasi. Pedasnya seimbang, sehingga aku bisa saja makan sambil menggigit cabe untuk menambah pedas, atau kalau tidak, maka pedasnya sudah cukup untuk memberi kekuatan rasa. Nasi goreng itu bisa ku sendok dengan mudah, tidak menyisakan bekas minyak juga tidak butuh waktu lama untuk dikunyah. Padahal, dia hanya menggunakan bumbu seadanya. Setidaknya kutemukan irisan bawang dan entah apalagi. Juga ada irisan cabe. Rupanya sebagian cabe dihancurkan sebagian lagi di potong. Taktik ini berhasil memberi kejutan pada tiap kunyahan yang mengesankan! Amazing! Dan warna nasinya, coklat kekuningan. Ini masak yang sempurna. Beberapa penjual nasi goreng menggoreng terlalu lama sehingga nasinya menjadi coklat hampir gosong, atau juga menyisakan warna putih yang artinya penggorengannya tidak menyeluruh. Tapi hasil kerja kawanku ini sempurna. Ini seperti seorang mahasiswa Bahasa Inggris yang menjelaskan ke 16 tenses Bahasa Inggris dalam waktu lima belas menit dan kita bisa memahami penjelasannya itu semudah memahami cerita komik jepang, atau seperti seorang mahasiswa biologi yang menjelaskan dengan menyeluruh kemustahilan evolusi dari vertebrata menjadi aves, atau seperti mahasiswa seni rupa yang menjelaskan peran renaissance dalam mengubah wajah sejarah senir upa modern dengan tidak membuat pendengarnya mengantuk walau sedetikpun. Ini sempurna. Nasi goreng itu sempurna.
Maka akupun sadar—begitu nasi goreng itu sudah habis ku santap—di dunia ini tidak ada orang bodoh. Sangat tidak ada. Maha benar Allah yang telah menciptakan manusia dengan kemampuan dan kelebihan khususnya masing-masing. Seseorang bisa jadi sangat bodoh dalam, katakanlah, Bahasa Inggris walaupun dia mahasiswa Bahasa Inggris, tapi di lain bidang, dia sangat luar biasa, dia adalah maestronya.

Kuingat-ingat orang-orang yang dulunya pernah kunilai bodoh, ternyata benar, mereka masing-masing punya keahlian dan kelebihan yang tidak kita temukan pada orang lain kualitasnya. Lalu kukatakan pada diriku sendiri, sudah selayaknya aku berhenti menganggap seseorang sebagai orang bodoh, karena pada kenyataannya memang tidak ada orang yang ahli di semua bidang atau bodoh di semua bidang pula. Atau, jika ada yang mengatakan jika kita ini bodoh, aha, tak usah gelisah! Kita tidak bodoh, atau setidaknya kita tidak sebodoh itu. Kita hebat, sangat hebat malah, hanya saja kita belum mengetahui di mana letak kekuatan kita itu. Maka ayo temukanlah!

02 January 2010

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s