Posted in nebula, think

Khayalan suatu bangsa

perang bintangSekitar 250 tahun yang lalu kita umat manusia baru menyadari bahwa kita hidup bersama milyaran makhluk kecil lainnya. Makhluk itu sangat kecil sehingga tidak bisa kita lihat dengan mata telanjang, kita membutuhkan bantuan mikroskop untuk melihatnya—kita menyebut mereka makhluk mikroskopis. Makhluk itu ada di mana-mana. Mereka ada di dalam udara yang kita hirup, ada dalam air yang kita minum, ada dalam makanan yang kita telan, ada di pakaian yang kita kenakan. Dan bukan hanya itu, kita juga tahu makhluk-makhluk kecil itu juga berperang melawan kita. Mereka mencoba untuk masuk dan merusak jaringan tubuh kita. Saat ini, yang ada dalam benak kita adalah, sebuah perang melawan makhluk yang ada jauh di luar tata surya kita.

Di atas adalah gambaran khayalan yang datangnya bukan dari kebudayaan kita, tapi dari kebudayaan barat yang jelas-jelas tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ide tentang alien dan segala macam akibat yang dimunculkan oleh makhluk asing itu barulah sebatas imajinasi dan tidak ada bukti ilmiah untuk mendukungnya. Namun demikian, ide tentang alien dan segala macam pernik kehidupan ruang angkasa tidak berarti bisa kita kesampingkan dan dibuang begitu saja. Kita harus mengakui kecerdasan di balik khayalan itu. Kita harus mengakui keunggulan intelektualitas pengkhayalnya. Dan dari situlah kita coba membuat analisa tajam yang tidak biasa—seperti biasa dilakukan oleh Arul Chandrana.

Bayangkan, apa jadinya jika kita mencoba untuk mengukur tingkat kemajuan suatu bangsa dari khayalan masyarakatnya? Sangat menarik meski tak bisa dipertanggung jawabkan. Tapi yang jelas, tak dapat dikesampingkan.

Mari kita lihat, kita ambil contoh yang paling dekat, yaitu Negara kita Indonesia. Kualitas khayalan kita masih sangat primitive. Hal ini terefleksi dari sedikitnya dua hal: 1) khayalan kita masih dipenuhi dengan hal-hal mistik, 2) khayalan kita masih berkutat ditataran masalah-masalah primer.

Pertama, hampir semua khayalan produk Indonesia yang bisa kita saksikan di televise diwarnai dengan mistik yang sangat amat terlalu kental dan telanjang. Film-film kita berisi kisah setan-setan yang konyol dan kurang kerjaan, menghantui orang dan membunuh seakan itulah jati diri para setan—dan konyol sekali kita begitu perduli dengan kerjaan setan? Film-film kita, khususnya sinetron, amat banyak yang mengangkat tema orang hebat secara mistis dan ajaib. Bahkan, dalam film-film tersebut digambarkan jika mistik adalah jalan keluar dalam menghadapi masalah-masalah real umat manusia. Huff, menyedihkan.

Ke dua, khayalan kreatif kita masih berputar-putar dalam urusan primer yang sebenarnya tanpa diutak-atik justru membuat semuanya lebih baik. Contoh untuk ini bisa kita lihat paling gambling di sinetron-sinetron yang beredar di tv. Pacaran, urusan makan, perpecahan keluarga dengan masalah yang absurd dan tak logis. Ini memalukan. Dalam beberapa hal, sinetron-sinetron itu justru menjadi inspirasi keburukan dari pada menjadi sumber pelajaran. Aneh, hampir dari semua yang kutemukan menggemari sinetron anak negeri, tidak ada yang berubah lebih baik—baik pemikiran maupun cita-cita dan sikapnya—karena setiap malam menonton sinetron kesayangannya itu. Pemikiran masih berputar-putar di situ, si anu mencuri pacarnya si ina, si itu mengkhianati suaminya sendiri, si ita merebut harta bapaknya. Ini memalukan! Dalam beberapa taraf tertentu, mayarakat kita perlu menonton smalville, perlu menonton film perang bintang, perlu menonton alien, perlu menonton monster laut yang bangkit karena efek radiasi. Kenapa? Agar khayalan mayoritas kita lebih kreatif dan beranjak dari tempatnya jalan di tempat selama ini.

Khayalan itu penting, aku percaya itu dan saya sarankan anda mulailah untuk percaya. Seorang ilmuwan muslim untuk pertama kalinya berkhayal untuk terbang bukan dengan jin atau setan tapi dengan teknologi, kemudian ide pendobrak ini diteruskan oleh orang-orang barat kemudian hari. Muncullah Wright bersaudara dengan pesawat terbang pertamanya. Dan khayalan itu terus berlanjut, orang membayangkan pesawat yang bisa digunakan untuk perang karena mengajak naga untuk perang adalah mustahil dan hanya kebohongan belaka. Muncullah kemudian pesawat-pesawat tempur yang mengubah cara perang dalam perang dunia ke dua. Dan, orang barat masih berkhayal lagi, bagaimana jika mereka bisa terbang melebihi kecepatan suara? Atau, bagaimana jika mereka menaiki pesawat yang bisa mengantar mereka ke luar angkasa? Mengunjungi planet dalam sebuah safari antar planet? Itu pastinya menakjubkan! Khayalan telah membimbing mereka untuk bekerja keras dan memacu kreatifitas dalam benak mereka. Dan sekarang, Concorde telah mewujudkan khayalan itu, dan pesawat ulang alik Rusia dan Amerika telah mengantar manusia ke luar angkasa beberapa kali.

Sekarang, mari kita tingkatkan kualitas khayalan kita, mari berhenti mengkhayalkan hal yang mustahil dan tidak membuka peluang untuk perbakan kualitas hidup kita. Mari khayalkan tentang sumber energi yang baru, mari khayalakn tentang suatu alat daur ulang yang akan membantu kita membersihkan bumi, mari kita khayalkan suatu alat yang membuat kita bisa ngenet gratis selamanya! Selamanya! Selamanya!

Friday, December 18, 2009

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

One thought on “Khayalan suatu bangsa

  1. Nah ini juga contoh seorang pejabat yang menghayal Indonesia jadi negara bagian USA ( atau jgn2 itu kenyataan alias bkn khayalan, Gaswaaaaat…….).

    “Wakil Menlu: Kalau Patung Hitler Baru Nggak Boleh”

    Jakarta – Deplu meminta agar patung Obama kecil di Taman Menteng tidak usah dipersoalkan. Obama dinilai bukan tokoh yang kontroversial.

    “Kecuali kalau dibangun patung Hitler, baru itu nggak boleh,” kata Wakil Menlu Triyono Wibowo sambil tertawa.

    Hal itu disampaikan dia usai penutupan diklat di Gedung Nusantara Deplu, Jl Pejambon, Jakarta, Senin (21/12/2009). Menurut Triyono tidak ada masalah dengan patung Obama.

    “Itu kan hal yang nggak perlu jadi persoalan,” lanjutnya.

    Triyono menjelaskan sah-sah saja jika ada masyarakat yang ingin membuat patung Obama. Dia meminta masyarakat melihat segi positifnya daripada memperdebatkan signifikansi Obama bagi rakyat Indonesia, termasuk soal letak ideal patung tersebut.

    “Silakan saja mau dipindahkan ke mana saja. Itu nggak masalah,” tutupnya. (detikNews, 21/12/2009)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s