Posted in ehon

ESA UNIROW, SEBUAH CATATAN PAMUNGKAS

Tanggal berapa hari Senin Itu? Tanggal 9, apa yang perlu disampaikan tentang hari dan tanggal itu? Hari itu, hal yang sebenarnya begitu berat dan mengejutkan datang padaku. Eka, salah satu juniorku di English Student Asociation (ESA) UNIROW Tuban menyerahkan surat pemberitahuan bahwa aku telah berakhir menjadi pengurus ESA. Oh dia tersenyum, lihatlah, dia tersenyum dan hampir tertawa saat menyerahkan surat itu, dia mungkin mengira aku seperti hari-hari lainnya yang selalu tertawa dan riang. Oh dia tidak tahu, juniorku yang manis itu tidak tahu, bahwa surat yang diserahkannya itu adalah surat yang menghabisiku setelah hampir lima tahun yang menakjubkan di ESA. Oh, dia tidak tahu sobat.

Empat tahun yang lalu, pada suatu sore yang gerah dan berkeringat, aku masih ingat saat itu kang khuluq, ketua ESA periode 2005-2006 berbicara padaku dan david, menawarkan agar kami bergabung dengan ESA. Waktu itu kami hanya tersenyum, memberikan beberapa potong alasan penolakan, dan beberapa potong sikap tak perduli. Lucu sekali mengingat bahwa saat itu, setelah kuliah, aku dan david membicarakan tawaran tersebut dan kami merasa ESA adalah sebuah organisasi yang menyedihkan.

“lihatlah, kayaknya ESA ini benar-benar kekurangan anggota. Dia organisasi yang malang! Dan lihat namanya, ESA? Nama aneh apa itu?” aku pribadi bersyukur karena kang khuluq tidak pernah tahu dialog kami itu.
Tapi entah bagaimana, sepertinya karena bESArnya semangat belajar kami, tanpa sadar, kami sudah ikut serta dalam kegiatan ESA—walau bagaimanapun juga kami tahu jia ESA ini ada untuk membantu mahasiswa bahasa inggris belajar lebih optimal. Aku ingat, kegiatan yang kami ikuti waktu itu adalah icc, ikip conversation club—kemudian berubah menjadi rec, ronggolawe English club, sebuah nama yang diusulkan david karena ikip telah berubah menjadi universitas ronggolawe.

Maka, mulailah dari aktif di klub speaking itu sampai menjadi pengurus ESA. Dan tahukah kamu, apa yang kutempati selama empat tahun yang terasa begitu singkat itu? Aku selalu di departemen Emag—departemen yang bertanggung jawab dalam penerbitan. Itu posisi yang sangat menyenangkan, dan paling lama diduduki oleh orang yang sama dalam sejarah ESA.

*

Sampai akhirnya, datanglah hari ini. Aku lulus dari unirow. Aku selESAi sebagai sarjana. Rasanya sangat tragis. Maksudku, meninggalkan begitu banyak kenangan dan orang-orang yang ku sayang. Orang-orang yang ku kenal. Orang-orang yang saling mendukung. Orang-orang yang saling menghargai.

Di ESA, aku melakukan eksplorasi terbESAr atas kreatifitas yang terpendam dalam diriku. Aku menyadari ada sesuatu dalam diriku, suatu baka yang tidak pernah kuduga, bakat yang membuatku berbeda dari orang kebanyakan. I am a comical public speaker!

Selama di ESA, beberapa ide bESAr pernah kutelurkan—beberapa berjalan dengan menyedihkan, hahahaha. Salah satu yang terbESAr dan hebat, adalah ESA award. Sebuah acara penganugerahan penghargaan buat mahasiswa dan dosen yang dikonsep seperti aja academy award atau grammy award. Luar biasa! Aku merancangnya dengan david dan sungguh itu luar biasa—karena tujuh puluh persennya adalah ideku! Hebat. Dan satu lagi yang spektakuler: short play contest dalam ajang English competition. Saat itu, karena pertandingan scrabble dinilai kurang berkelas, kami pun memikirkan apa kira-kira pengganti yang pas dan hebat. Maka ide gila ku yang terbukti hebat, segera meloncat keluar: kontes drama! Dalam bahasa inggris! Segera simon menyuruhku membuat konkritnya dan: jadi! Those were my golden moments.

*

Kini, tiba saatnya untuk menyelESAikan, ah tidak, sudah selESAi malah. Dengan begitu mengagumkan. Aku selESAi dan bahagia. Aku selESAi dan sangat bangga. ESA adalah rumah ku yang indah. Aku ingat saat taufik menjabat jadi ketua, kami—aku, taufik, david—biasa tidur bersama di ecr. Tidur seperti orang kelaparan. Aku harus berterimakasih pada orang-orang yang telah begitu menghidupkan semangatku waktu itu. Aku mulai dari yang paling tua dulu:

Angkatan 2004
Chusnul khuluq, ketua pertama ESA. Orang baik yang suka mengalah
Mbak niken, sekarang istrinya kang khuluq (dulu pacarnya). Orang yang telah aku dan david anggap sebagai kakak sendiri. Orang yang sangat baik. Tidak segan-segan membelikan jajajn buat aku yang lapar. Suatu ketika, aku harus membayar spp tapi uangku ketinggalan di rumah. Aku meminjam uang seratus ribu pada mbak niken. Dan, dia meminjamiku! Padahal kita baru kenal. Dia adalah kakakku yang kedua.
Mbak us, orang paling lucu dan selalu suka ide-ideku. Dia adalah kakakku yang lain. Aku senang dia telah menikah (mustain nama suaminya). Dia menganggap aku dan david seperti dua anak kembar yang menggemaskan. Wakakakakakakak.
Rofiuddin, anggota ESA seniorku. Pria bESAr yang keren dan konyol. Kami dan david suka main perang-perangan bareng. Kau akan tertawa melihat kami melakukannya.
Mbak rahma, seangkatan dengan rofiuddin. Mahasiswi yang lembut dan agak clumsy. Heheheheh. Dia selalu di departemen social ekonomi.

Angkatan 2005
Taufik munir, mantan ketua ESA, pria yang hebat. Aku dan david menyebutnya: our old grandpa. Ketua ESA yang telah membawa ESA ketingkat yang meyakinkan di lingkungan universitas. Pria bersemangat yang (mungkin) selalu memikirkan uang.
Bang toyib. Pria yang (kelihatannya) malang tapi malah nikah duluan di antara kami semua. Sangat menyenangkan bisa bekerja sama dengan bang toyib. Dia orang yang selalu mendahulukan teman dari pada kepentingannya sendiri. Another great guy.
Tina, si guendut yang sekarang luangsing. Dia anggotaku di emag. Orang yang selalu menganggap ideku hebat dan melakukannya seketika. Maaf sobat, aku suka memerintahmu dulu.
Wiwin eka nuri dan masruroh, si wiwin adalah ibu-ibu tercerdas dan masruroh adalah bendahara terjaim. Hahahahaha, jangan marah baca ini mbak mas.

Angkatan 2006
Suharmono, lebih terkenal dengan panggilan simon! Simon! Simon! Bayangkan bagaimana lidah bisa tergelincir. Dia ketua ESA pengganti taufik. Kehebatannya adalah, mengorganisir dan menenangkan orang. Aku curiga dia punya gendam untuk melakukannya itu—atau karena dia punya wajah tampan?
Emy septiasari, si gendut yang sekarang jadi si kurus. Komikus paling tengil. Orang yang selalu tertawa terhadap leluconku, orang yang menganggapku hebat, orang yang tahu aku bisa melakukan apapun yang kuyakini bisa kucapai. Terus berjuang michan!
Athi’il husna dan desy, keduanya sama-sama mantan anggotakku di emag.
Nurul istiana, anggota ESA yang kurus. Hahahahahahaha, lantas apa salahnya dengan itu?

Angkatan 2007
Sayang sekali, aku kurang begitu intens dengan angkatan ini. Aku sedang memasuki semester yang sibuk. Tapi ada beberapa nama yang sempat bekerja sama denganku dan sangat menyenangkan bisa bekerja dengan mereka, di antaranya Nafi’, Rifa’I, Kiky, Isna, Irhamni dan tentu saja, Lisa. Kalian semua sungguh orang-orang yang menakjubkan. Aku tahu itu

Angkatan 2008
Agung, anggota emag. Pria tenang dan pendiam yang menyimpan idenya dalam kepala dan menyampaikannya dengan cara yang sederhana. Kami punya banyak kecocokan, dia juga cerpenis imajinatif seperti aku. Atau setidaknya, hampir seperti aku.
Najib, anggota emag. Pria energik dan humoris yang menyimpan idenya dalam kepala dan menyampaikannya dengan cara yang memikat. Kami punya banyak kecocokan, dia juga cerpenis seperti aku. Dia menghasilkan kisah-kisah religi seperti Kang Abik.
Eka, Mujib, reza, mereka semua orang yang menyenangkan untuk diajak bekerja sama. Organisasi membutuhkan kalian. Hanya sayangnya, sebagian dari mereka tidak lagi meneruskan keterlibatannya di ESA.

Lebih dari apapun, aku sangat berterimakasih pada para ketua ESA hususnya Simon. Karena dialah yang mengambil keputusan untuk tetap mempertahankan aku sampai kedetik penghabisan. Ya, aku berhutang sangat banyak padanya. Ingin kuucapkan terimakasih yang belum pernah dia temui sebelumnya dalam hidupnya. Jadi kupikir, inilah caranya itu. Aku ingat, sore itu menjelang pemilihan tim pendamping ESA, simon bertanya padaku, “kau masih sanggup bertahan di ESA?” dan langsung kujawab, “kau gila kalau mengeluarkanku dari ESA!”
Itu kataku, tapi sepertinya yang benar adalah, “kau ingin melihatku gila karena keluar dari ESA?”

Aku akan merindukan kalaian semua. Tentu saja tidak akan lupa.

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

12 thoughts on “ESA UNIROW, SEBUAH CATATAN PAMUNGKAS

  1. catar………
    kenangan indah itu begitu mengharukan, lihatlah foto2 tampan itu, smua terlihat tmpan, tidakkah kau sadar boy? kecuali satu, kamu tau itu.
    terimakasih telah menjadi rang yang besediaberjuang di ESA.

  2. ESA should award you as the oldest member. Anyway, I remember times where we sleep in the beautiful ECR with Taufiq, Simon and you. Great times!

  3. Catatan yang luar biasa mas Arul. Saya Fariha pengurus ESA periode 2015/2016. Sebentar laggi kami akan Reorganisasi. Dari pihak pengurus harian ada program kerja dimana kami harus mencari tahu makna logo esa. Apakah mas Arul bisa membantu?

    1. Eh, bukan ding. Sebelum bojoku ada Mas Roikhan. Bojoku periode kedua.
      Oya. Aku pernah ngamuk-ngamuk sama ketua ESA periode entah tahun berapa, aku lupa, gegara dia ingkar janji. Di brosur lomba tertulis piagam dan piala untuk juara 1-4, uang pembinaan untuk juara 1-3. Muridku dapat juara 4, dan dia gak dapat apa-apa. Parahnya lagi, itu junior gak paham makna logo ESA. Dan aku sebagai senior yang galak ngomelin dia tanpa memberinya kesempatan untuk membantah. Aku jahat ya? Xixixi

      1. Bwahahaha, Mbak Riiiffffffff, you’re sooooooo scary! Faktanya, aku juga tidak tahu apa makna logo tersebut. Ampuuuunnnn.

        Tapi, sepertinya aku orang yang pernah paling lama bercokol di organisasi ini. Tapi kok ya belum tahu juga makna logo ESA? Kabuuurrrr

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s