• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

JARINGAN KESUKSESAN

kerjasamaAda pertanyaan yang jarang kita utarakan pada—bahkan—orang terdekat kita. Padahal itu adalah sebuah pertanyaan yang sangat penting, pertanyaan yang menjadi alasan mengapa seseorang bertahan untuk hidup. Bukan hanya itu, pertanyaan itu sendiri bahkan menunjukkan seberapa kualitas hidup kita bagi orang lain—bagi saudara kita, sahabat kita, kawan, rekan, dan lain-lain. Nah, pertanyaan apakah itu? Sederhana saja. Pertanyaannya adalah: apakah anda punya rencana keberhasilan?
Benar, pertanyaan sederhana itu adalah semangat hidup bagi seseorang. Bisa kita bandingkan dengan mudah bagaimana kualitas hidup seseorang yang penuh dengan semangat mencapai keberhasilan dengan orang yang hidupnya biasa-biasa saja. Kita ingat kita punya berbagai macam teman waktu di sekolah, atau waktu di universitas. Sebagian dari mereka tampak sangat bergairah dalam hidupnya, mereka belajar dengan gigih, mereka menentukan target, mereka menentukan prestasi apa yang harus mereka capai selama masa belajar itu. Sebagian yang lain, menjalani masa belajar itu biasa-biasa saja. Datang, duduk, diam. Tidak ada gelora keberhasilan yang ingin diraihnya. Entah bentuk kehidupan apa yang tengah dia persiapkan bagi dirinya dan keluarganya. Dari kedua jenis itu, kita tahu teman-teman kita yang memiliki rencana keberhasilan dan melakukannya jauh lebih terarah dan bersemangat hidupnya dari pada jenis sahabat kita yang kedua.
Yang tidak kita tahu adalah, apakah rencana keberhasilan teman-teman kita itu saling mendukung atau tidak? Kita tidak sadar bahwa sebenarnya kita bisa mencapai keberhasilan bersama! Ya, kita bisa mencapai keberhasilan bersama-sama! Ini luar biasa. Di saat dunia penuh dengan persaingan dan penjegalan, kita tak mampu melihat suatu kualitas menakjubkan yang tersimpan dalam rasa kepedulian. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Anda tidak akan bisa memahaminya dengan sempurna sebelum anda benar-benar mengubah kecuekan anda menjadi aliran kasih sayang dan kepedulian yang tulus.
Bayangkan kita kembali ke masa sekolah dulu. Lalu kita mulai menanyakan rencana keberhasilan teman-teman kita. kita memulainya dari si A. A berencana untuk menguasai matematika dengan lebih baik semester ini, unggul dalam bahasa inggris saja belum cukup baginya. B berencana untuk menguasai fisika, mumpuni dalam biologi belum cukup baginya. K ingin menguasai bahasa Inggris lebih dalam lagi, dan dia ahli matematika. M terkenal pintar dalam fisika, tapi dia butuh bantuan yang serius dalam fisika. Nah, bisakah anda lihat sekarang, bagaimana sebenarnya kita bisa sukses bersama? Kita bisa! Yang membuat kita terkatung-katung penyebabnya adalah kecuekan kita sendiri. Ketidak pedulian kita sendiri. Jika saja teman-teman kita di atas mau saling berbagi rencana keberhasilan, maka masalah mereka akan beres hanya dalam waktu sepuluh menit saja. Teman-teman kita itu akan tersadar bahwa mereka bisa saling menolong. A akan bekerja sama dengan K. B akan saling bantu dengan M. Begitu seterusnya, membentuk suatu lingkaran yang utuh, suatu simbiosis mutualisme yang indah dan penuh ketulusan. Bukankah ini indah? Bukankah berbagi keberhasilan itu menyenangkan? Bukankah menjadi orang yang bermakna bagi orang lain membuat kita sepuluh kali lipat lebih bermakna lagi? Ya, yang perlu kita lakukan hanyalah meluangkan tiga menit yang ikhlas untuk menanyakan rencana keberhasilan saudara, sahabat, teman, atau rekan kita.
Ada sesorang kawan yang ingin memulai suatu usaha baru. Bisnis lamanya terhenti dan semua orang tahu jika dia itu orang yang jujur dan bisa diandalkan. Kawan yang lain, sedang mencari partner untuk diajak mengembangkan bisnisnya. Keduanya bisa saja bekerja sama dan meraih keberhasilan bersama, tapi mereka lupa untuk saling bertanya rencana keberhasilan. Ada kawan yang lain, dia mulai tertarik untuk bisa menulis. Dia suka membaca, dan banyak buku dari berbagai jenis yang telah dibacanya, tapi dia punya masalah dalam menuangkan pikirannya melalui media tulisan. Teman yang satunya, dia penulis yang hebat, juga instruktur menulis yang cakap. Tapi dia punya masalah, dia tidak tahu siapa yang bisa diajaknya untuk mengembangkan bakat menulisnya itu. Dia juga tidak memiliki bahan bacaan yang cukup untuk menambah bobot tulisannya. Bisa anda bayangkan apa yang terjadi pada keduanya jika mereka mau meluangkan tiga menit yang nyaman untuk saling bertanya rencana keberhaslan?
Jika semua orang melakukan ini, tidak bisa dipungkuri, akan muncul suatu jaringan kesuksesan yang belum pernah kita saksikan sebelumnya. Seperti reaksi kartu domino. Keberhasilan itu akan tersalur kepada semua orang. Satu persatu akan mendapati indahnya impian jadi kenyataan. Dan kehidupan ini akan terasa jauh lebih berarti. Jika ada orang berkata kehidupan yang penuh dengan keluh kesah ini sebagai kehidupan yang sudah cukup menyenangkan, apalagi jika kehidupan ini penuh dengan keberhasilan dan kepuasan. Renungkanlah.

Baiklah, pembaca yang budiman, ini yang terakhir. Begitu nanti anda mencapai titik penghabisan dari tulisan ini, segeralah ambil telpon genggam anda, tuslislah sebuah SMS, dan kirim pada semua orang yang anda sayang dan percaya. Jangan ditunda lagi. Isi SMS anda sederhana saja, begini: sahabatku, apakah rencana keberhasilanmu? Aku punya sebuah rencana dan aku penasaran kiranya kita bisa mewujudkan rencana itu bersama-sama. Menjadi orang berhasil bersama.

Saturday, October 31, 2009

3 Responses

  1. hmmm, ini memang tulisan yang benar-benar memotivasi. terimakasih.

  2. hmmm, ini memang tulisan yang benar-benar memotivasi. saya harap banyak yang akan membaca artikel ini dan kemudian mengubah banyak kehidupan yang lain. terimakasih.

  3. woooowwwww…. inspiratif…
    thank’s bro…

    semoga Allaah memudahkan apa yang kamu inginkan..

    amiin…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: