Posted in nebula, think

BAGAIMANA SESUATU JATUH DAN AKAN RUNTUH

embassy_beirut_eaftday_snapTak bisa dipungkiri, Kamalaysia sedang jatuh dengan kecepatan terjun paying tanpa parasut terkembang. Dan di bawah sana, semua orang tahu, itu bukan hamparan samudra yang mungkin tidak akan begitu membahayakan, bukan, itu hamparan batu cadas yang telah menghancurkan ribuan lainnya. Kamalaysia sedang menuju ke kehancurannya. Tapi mengapa tak seorangpun perduli tentang kematian tempat itu?
Bukankah Kamalaysia adalah sebuah tanah kelahiran? Sebuah desa? Ataukah, dia hanya menjadi sebuah tanah kelahiran tapi tidak pernah menjadi sebuah desa? Selalu gagal bersatu karena terpotong-potong oleh mereka yang telah lahir di atasnya? Kamalaysia tidak akan pernah menjadi sesuatu yang satu selama siapapun yang ada di atasnya merasa berhak atas tiap potong dari tanah itu. Jika keluarga ini merasa pemilik potong tanah yang itu, maka keluarga yang itu merasa berhak atas potong tanah lainnya, begitu pula keluarga yang di sana. Mereka berebutan sepotong roti di atas sebuah meja renta. Dan, apa yang dilupakan adalah, ada orang-orang lain yang berjejalan di sekitar mereka, para penguasa itu. Keluarga tak berdaya itu menjadi korban, andai saja mereka tahu. Andai saja.
Yang lebih menyedihkan dari itu, aku hawatir jika sebenarnya mereka telah lupa alasan mengapa perebutan, perseteruan, dan permusuhan itu mereka lakukan. Mereka melakukannya karena dari entah kapan dulu seseorang dari masing-masing keluarga telah memulai pertikaian ini. Tanpa alasan. Untuk apa semua ini? Pembuangan kekuatan ini? Dan peruntuhan yang tak berhenti ini? Bukankah berjalan bersama selalu lebih menyenangkan dan menyelamatkan dari pada berjalan berjauhan sambil saling melemparkan bongkahan batuan?
Aku masih ingat satu hal kecil dari masa aku kecil dulu, sesuatu yang kini makin jauh terseret derasnya sungai menuju lautan kehancuran. Sesuatu itu adalah: hangatnya kebersamaan.

Untuk beberapa jenak, aku merasa tenang setelah menulis ini. Mencoba merebahkan diri. Menikmati kenyamanan berterus terang dalam tulisan. Tapi kemudian aku tersentak lagi, seakan tiba-tiba ada jarum sebesar kaki kuda mencuat keluar dari bawah dan menembus punggungku. Aku teringat, Kamalaysia punya berderet masalah lainnya yang belum sempat aku tuliskan. Oh, tidak. Dan susah payah, aku akan mencoba menemukan keindahan yang dulunya pernah ada di sini. Di Kamalaysia.

Suatu hari nanti dalam hidupmu
Kau akan teringat pada suatu tempat
Di mana seseorang pernah membelai wajahmu
Kau ‘kan kembali dan mencarinya, sungguh

Suatu hari nanti dalam hidupmu
Kau ‘kan terkenang akan cinta yang kau temukan di sini
(one day in your life, Michael Jackson)

Friday, October 30, 2009

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s