• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

WHEN YOU FACE AN UNWANTED GUEST: PROBLEM

problemDi dunia ini, tidak akan ada suatu peluang di mana tidak muncul masalah. Dunia memiliki pasokan masalah yang berlebih buat manusia dan apa saja yang menghuninya. Dengan kata lain, dengan sudut pandang ini, kita bisa menyebut dunia seperti pabrik permen yang menghasilkan—bukan permen—tapi masalah yang wajib dikonsumsi siapa saja. Aneh bukan? Masalahnya—dan inilah sebenarnya yang benar-benar menjadi masalah—adalah, bagai mana cara mengatari banjir masalah tersebut? Kawan saya sering bilang, jika melarikan diri dari satu masalah, maka anda telah mengoleksi lebih banyak lagi di bank hidup anda tabungan masalah yang lain.
Baiklah, mari sekarang kita coba mengasah diri untuk menghadapi masalah. Anda sudah siap?

    1. langkah pertama menghadapi masalah: jangan pecahkan masalah!

Apa anda mengira masalah itu seperti sebotol champagne basi, yang tinggal dibuang ke tong sampah untuk membereskannya? Beberapa masalah kelihatannya memang sesederhana itu, tapi lebih banyak lagi jauh lebih komplek dari yang kita bayangkan. Kenapa? Karena setiap keputusan yang kita ambil berkenaan dengan orang lain, karena itulah, setiap tindakan kita harus mempertimbangkan pengaruhnya terhadap lingkungan kita.

    Saat membuang botol champagne basi itupun kita masih harus berpikir, bagaimana jika botol ini pecah? Apakah tepat membuang botol ini di sini?

Yang selalu kita bayangkan tiap mendapat masalah bagaimana memecahkannya. Tidak, jangan leagi begitu. Tapi berpikirlah bagaimana mengatasinya, how to solve it. Anda tahu apa bedanya memecahkan masalah dan mengatasinya? Ketika anda merasa pusing di kepala, dan anda ingin memecahkan masalah itu, anda mungkin saja mengira kepala anda bermasalah. Mulailah anda melakukan perawatan kepala, mulailah anda mengonsumsi obat-obatan yang justru meracuni otak dan syaraf anda. Tapi, cobalah untuk mengatasinya, anda tentu tahu bahwa anda bukan pembuat onar, anda adalah orang baik, anda tahu anda bermanfaat bagi orang lain. Masalahnya, ada sesuatu di luar diri anda yang bermasalah. Coba anda lihat yang anda kenakan di kepala, potongan rambut kurang bagus, topi tua yang sudah luntur warnanya. Dekorasi kamar anda yang sesak dan menguci pikiran anda, atau mungkin, anda terlalu banyak bergaul dengan orang-orang egois yang suka memaksakan kehendak pada diria anda? Mulailah mencari yang lain. Datang ke barber shop (pemangkas rambut) untuk berganti gaya, beli topi baru yang longgar dan mencerminkan diri anda, rombak kamar anda, mungkin dengan menyingkirkan perabotan menjengkelkan yang menyesakkan anda—saya selalu terganggu dengan ranjang besar di kamar saya, dan saya tahu saya harus menyingkirkan ranjang dari kayu itu. Dan tentu saja, temuilah orang lain, jangan terus berkutat dengan orang-orang berhawa negative itu. Anda bisa bertemu orang-orang menyenangkan di tempat ibadah agama anda, pergi keperpustakaan, pergi ke pantai yang hangat dan ramai, jalan-jalan di pasar tradisional maupun metropolitan—dan ingatlah selalu utnuk menjaga dompet anda untuk mencegah datangnya masalah baru.
Jadi, jangan pecahkan masalah anda, jika anda punya TV bermasalah dan ingin memecahkan masalahnya, mungkin saja anda akan membanting televise bagus itu, tapi jika anda mencoba untuk mengatasinya, anda akan bersabar. Di sore hari, anda akan memanggil tukang reparasi ke rumah anda. Anda akan menyeksikan bagaimana tukang itu mengerjakan televise anda. Dan anda akan berbincang dengan orang itu. Anda punya kenalan baru. Anda menyaksikan hal baru. Anda sekarang lebih kaya bersamaan dengan perginya orang itu di malam hari. Dan anda menonton televisi!

    2. di manakah masalah ini lahir? Temukan alamatnya!

Maksudnya, anda harus tahu apa sebenarnya masalah itu. Hakikatnya. Semakin anda mengenali jati diri suatu masalah anda akan semakin hati-hati dalam mengambil langkah untuk mengatasinya.
Baiklah, kita gunakan lagi contoh sakit kepala di atas. Anda tidak tahu penyebab masalah anda, anda kira anda terserang migren, atau sakit kepala seperti pada umumnya. Anda mulai ke apotek, ke toko obat, membeli beberapa aspirin seperti orang lain, meminumnya dan anda tidak mendapatkan apa-apa. Anda mulai tidak sabar, anda mulai mencoba berbagai obat, dan yang anda lakukan adalah meracuni diri sendri sepanjang hari! Ingat, meracuni diri sepanjang hari! Da hal yang enting tidak mau anda lakukan karena kebanyakan orang tidak melakukannya. Anda melakukan yang menjadi kebiasaan masyarakat anda dan anda tidak mendapat apapun dari peniruan itu.

    Apa yang telah kulewatkan?

Itulah pertanyaannya. Anda melewatkan beberapa menit yang berharga untuk sekedar berpikir dan menganalisa. Inipenting dan bukan perbuatan bertele-tele. Cobalah duduk dan rasakan kesakitan yang menyerang anda. Anda tanyakan apa yang paling mengganggu hidup anda? Apa yang paling menyusahkan anda saat mau tidur? Beban apa yang pertama kali muncul di benak anda begitu anda bangun tidur? Apa sebenarnya yang anda kesalkan? Itulah semua hal yang paling mungkin untuk membuat saki kepala. Sebelum kemudian anda menyimpulkan anda mengalami kemunduran kesehatan.
Dalam kasus lain, pendekatan yang sama juga bisa diterapkan. Pegawai anda mulai menjengkelkan anda. Anda percaya pegawai itu tidak becus. Ada keinginan besar dalam hati anda untuk emmecat orang malang itu. Padahal, selalu ada sesuatu yang menyebabkan sesuatu. Mengapa tidak anda ajak duduk dia. Anda mulai berbicara dengannya dengan santai. Anda mulai melihat jika dia tidak sebermasalah yang anda duga—bahkan kemudian anda ingat jika pegawai tiulah yang di rapat kemarin mengajukan usul yang sangat membantu anda. Lalu anda mulai melihat apa masalah sebenarnya. Ketika anda mulai melihat keberadaan masalah itu—mungkin gaji kurang sementara tuntutan hidup meningkat, tau kurang motivasi, atau masalah keluarga, apa saja—mulailah anda untuk mengatsinya, jangan memecahkannya. Bantulah dia untuk mengatasi masalahnya itu. Dan saat semua kembali normal, anda akan mendapatkan pegawai yang seribu kali lipat lebih baik dari sebelumnya.
Berani mencoba hal baru yang akan menguntungkan? Silahkan.

    3. berbicaralah dengan orang yang: anda percaya, yang mau mendengar dan mau mengerti.

Seberapa pentingkah ini? Sepenting kewarasan anda bagi kelangsungan hidup anda. Apa anda berharap menjadi orang yang menua dengan sangat cepatnya karena begitu banyak masalah yang anda endapkan dalam diri anda? Apa anda berharap menjadi satu-satunya orang yang siang malam menanggung beban, membuat kusut pikiran anda, dan sedikit demi sedikit mulai menggerus kewarasan anda? Atau anda ingin menjadi orang yang paling pemarah di seluruh dunia? Jika anda memang benci untuk menjadi sepeti itu, mulailah terbuka, berbicaralah, berbicaralah tentang masalah anda, lapangkan hati dan benak anda dari kesesakan ini. Anda sekarang sudah dimudahkan oleh banyak dan murahnya sarana komunikasi. Manfaatkan.
Tapi, seperti yang disyaratkan di atas, untuk kebaikan anda sendiri, anda harus berbicara dengan orang yang anda percaya, yang mau mendengar dan mau mengerti. Kita terlalu banyak berhubungan dengan manusia yang tidak kita kenal kualitasnya. Bukan berarti kenalan seperti itu buruk, tidak, sama sekali tidak, hanya saja tentu anda tidak ingin masalah anda menjadi perbincangan lima ribu manusia hanya karena salah menentukan orang untuk mengetahuinya pertamakali, bukan? Inilah pentingnya sahabat dekat, close friend.
Dalam beberapa kasus, bahkan sahabat dekat bukanlah orang yang bisa anda percaya. Jangan takut punya sahabat rahasia jika memang anda mebutuhkannya. Ada seseorang yang bersedia menyuplai tagihan pulsa orang yang sama sekali belum pernah dia temui hanya karena orang asing itu bisa dia percaya, mau mendengarkan, dan bisa mengerti masalah-masalahnya.
Oh ya, apa masalahnya dengan mau mengerti? Yaitu bukan orang yang merasa tahu segalanya dan menganggap sarannya adalah yang terbaik. Orang seperti ini justru akan membuat anda semakin tertekan. Jadi, mulailah temukan orang yang anda percaya, yang mau mendengar, dan mau mengerti. Selamat berusaha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: