• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

MENCARI KUBURAN DI HARI YANG FITRI

kuburan hari fitriDi Kumalasa, pastinya juga semua daerah lainnya, begitu khatib habis berkhutbah idul fitri, orang-orangpun berhamburan. Berpencaran keluar dari masjid, berebutan, ada kebahagiaan dan antusias di wajah mereka. Mereka seakan hendak menjumpai kenalan lama yang ada sangat banyak dosa padanya. Orang-orang itu mencari kuburan.
Ya, mencari kuburan adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan orang Kumalasa, Bawean pada umumnya. Kuburan adalah rumah ke dua dari orang yang mereka cintai. Maka ke sanalah dia mencari orang yang dicintainya. Bagi mereka, mendatang kuburan adalah pertemuan melepas kerinduan. Tempat curhat.
Saat aku ziarah, aku mendengar seorang ibu yang sedang mencari kuburan tapi bukan mencari kuburan. Dia bertanya pada kerabatnya yang mengantar, mana pak Sujane? Pak Mat? Kak Supiyo di mana? Oh, ini paman Harlim? Dengarkan, dengarkan, perempuan itu tidak berkata, mana kuburnya pak Sujane? Kuburnya pak Mat? Kuburnya kak Supiyo di mana? Oh, ini kuburnya paman Harlim. Perhatikan, dia tidak mencari kuburan, tidak. Dia mencari orang, orang yang dikenalnya, orang yang dicintainya semasa hidupnya. Orang itu seakan masih hidup, hanya saja tidak menampakkan diri. Bersembunyi di bawah tanah. Maka orang yang hidup di atas tanahlah yang mengunjungi orang hidup di bawah tanah itu.
Aku masih duduk di sebelah kuburan kakak sepupuku, kak Rudi, ketika tetanggaku datang. Di belakangku dia jongkok, di sebelah makam tak dikenal. Dia berdoa. Saat kutanya pada siapa dia mendoa, katanya dia sedang mendoa untuk kak Rudi—di makam yang salah. Kuberitahu dia mana makam kak Rudi yang benar. Melihat ekspresinya, aku tertawa terpingkal-pingkal. Dia mirip orang yang baru saja bertamu ke rumah yang salah. Mencari SBY tapi masuk ke rumah JK. Hahahaha. Kugoda dia selagi mendoa.
“Rus,” dia namanya Rusli. “saat kau doa di kuburan yang salah tadi, orang yang di dalam akan bangkit keluar dan berkata, ‘hai Rusli, aku bukan Rudi. Aku tetangganya. Itu kuburannya Rudi. Di sebelahku.’ dan belum habis keterkejutanmu, kak Rudi akan bangkit dari kuburnya dan memanggilmu, ‘Rusli, ke sini kau! Aku nunggu kamu di sini!’ ha ha ha ha.”
Terdengar lucu memang, tapi sangat mengerikan jika jadi kenyataan.

Advertisements

One Response

  1. numpang lewat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: