• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

GRADUATION (FRIENDS FOREVER)

krobokSebentar lagi, semua akan mencapai titik kulminasinya. Kami akan ‘selesai’, masa perkuliahan yang menyenangkan ini akan ditutup dengan suatu upacara wisuda yang panas dan membosankan. Lulus. Bekerja. Cari suami atau istri. Kawin. Tercereai berai dengan kawan-kawan?
Seharusnya tidak. Betapa menyedihkannya jika empat tahun bersama di perkuliahan akan dibuang percuma seperti itu. Mestinya antara satu dengan yang lain masih bisa saling menghubungi. Apa sulitnya memperalat si fesbuk atau si frenster? Atau bisa kirim emel juga SMS. Dan untuk melihat yang lebih jauh, bisa buka blog kawan-kawan sendiri.
Kadang memang sulit, membangun hubungan, mempertahankan dan apalagi mewariskannya. Aku bersahabat denganmu, sulit untuk mengawalinya bukan? Tapi lebih sulit lagi untuk mempertahankan persahabatn itu. Kau juga merasakannya bukan? Dan lebih mustahil lagi untuk mewariskan persahabatan itu pada anak cucu kita. Begitulah. Begitulah. Begitulah.
Bukan bermaksud untuk cengeng meratapi, hanya saja aku sedang menilai, memperhitungkan, dan mencoba untuk tahu sedikit lebih banyak lagi. Apa ini? Yang kita ikrarkan di tiap-tiap perpisahan? Di tiap-tiap lambaian tangan? Saat melepas gengagaman tangan, terpisah diculik angkot, kembali ke rumah masing-masing, pada momen-momen itu kita berjanji akan menjadi sahabat abadi. Tapi entahlah, mengapa kita hanya mengulang drama yang lain lagi? Melupakan semua teman hanya dalam tak sampai beberapa bulan kemudian? Ini menggelikan. Tentu kecuali beberapa.
Apa bisa dipersalahkan? Aku telah belajar bahwa itu ternyata memang tak patut untuk menyalah-nyalahkan siapapun. Tidak. Karena semua orang berkutat dengan kesibukan dan kepayahannya masing-masing. Tiap-tiap manusia hari ini dibantai dan dilibas oleh tuntutan hidupnya, keluarga dan pasangannya masing-masing. Ini kadang benar-benar ampuh memporak-porandakan sebuah hubungan persahabatan. Jadi sebenarnya, sungguh luar biasa dan mengagumkan dan menakjubkan jika ada yang sanggup membangun persahabatan, mempertahankan persahabatan dan mewariskannya. Luar biasa. Aku kagum. Aku akan benar-benar tergugah untuk mengikuti jejaknya.
Jadi, apa pasal kita—kalian teman-temanku para aurora—tidak hendak mengikuti yang begitu? Orang-orang yang membangun, mempertahankan dan mewariskan persahabatannya? Mengapa tidak kita berusaha untuk menjadi bagian dari orang –orang yang jumlahnya sedikit itu? Kitapun bisa, kita bisa mengguncang dunia dengan keindahan persahabatan yang kita punya—hanya jika kita mau dan berusaha untuk mempertahankannya. Hanya itu syaratnya. Hanya itu. Tak banyak dan tak pelik.
Kalau kau tanya, apa keajaiban yang mungkin masih dibuat manusia untuk manusia lainnya? Jawabanku sederhana saja: yaitu orang-orang yang dengan berani dan jujur membangun persahabatan, lalu dengan penuh kesetiaan menjaga persahabatan itu, dan karena kuatnya cinta mewariskan persahabatan yang telah ada pada anak turunnya. Dan semua itu dilakukan karena cintanya pada Allah, karena Allah sebenarnya mewajibkan untuk membangun, menjaga, dan mewariskan silaturahmi. Maaf, ternyata jawabanku lumayan panjang juga.
Semoga, amin.
Kalau kalian setuju dengan pendapatku, buruan SMS aku (Apa? Sialan! Belum apa-apa nomor HPku sudah kau hapus? Hoaaaaaa!)
Saturday, September 05, 2009.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: