• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

HAK RAKYAT ATAS MOBIL DINAS PEJABAT

mobildinasSaat semua orang dibikin kisruh oleh tuntutan para pejabat anyaran untuk mendapatkan mobil dinas yang baru—tidak perduli apakah mobil yang dimilikinya sekarang masih bagus atau malah baru beli dua bulan lalu—pada pemerintah, rakyat kecil terlupa akan satu hal kecil yang mana seharusnya dia sadari keberadaanya.
Semua orang tahu bahwa mobil dinas itu dibeli dari uang kita. Setiap rupiah yang kita keluarkan saat membayar pajak, setiap rupiah yang kita keluarkan saat membayar tagihan PLN, atau apapun itu pembayaran pada negara, bisa jadi kemudian akan berubah menjadi mobil dinas yang diparkir di sebelah halaman rumah kita, atau mobil dinas yang hampir menabrak kita saat menyeberang jalan. Semua tahu itu.tapi yang tidak—atau belum—diketahui oleh rakyat adalah bahwa apapun wujud dari rupiah yang telah kita keluarkan, kita tetap memiliki hak di dalamnya. Kita tetap bisa menuntut pelayanan dari rupiah yang telah berubah bentuk itu.
Maka, tidak perlu sungkan jika suatu ketika kita tidak mendapat kendaraan untuk berangkat ke pabrik tempat bekerja, kita mencegat mobil dinas yang kebetulan melintas di jalan depan kita. Tidak perlu sungkan untuk minta numpang sekaligus di antar ketempat kerja. Tidak usah sungkan untuk minta dilayani oleh si pengendara mobil dinas itu. Kenapa? Tentu saja karena mobil dinas tersebut adalah hakikatnya kumulasi dari semua harta yang kita serahkan pada pemerintah. Mobil-mobil dinas itu adalah uang rakyat yang telah berubah bentuk, bertransformasi menjadi barang yang tampaknya orang miskin tidak lagi beroleh hak atasnya. Itu bohong. Sama sekali tidak bisa dibenarkan. Kita sebagai rakyat memiliki hak atas tiap-tiap mobil dinas baik yang mewah maupun yang bobrok.
Dan agar tidak terlihat ekstrim—maksud saya rakyat yang tiba-tiba agresif, brutal, murka dan semena-mena—para pejabat pun harus memiliki kesadaran ini. Para pejabat harus tahu dan memahami bahwa yang mereka kendarai bukanlah harta warisan dari bapak atau kakeknya, tapi merupakan butir-butir keringat dan air mata rakyat jelata. Para pejabat harus menyadari bahwa mobil itu disediakan bukan untuk menernak nafsu mereka, bukan untuk mempermudah mereka melakukan korupsi, bukan untuk membantu mereka selingkuh, atau membantu mereka pamer pada tetangganya, tapi agar mereka lebih giat dalam bekerja untuk rakyat. Ingat, untuk bekerja bagi rakyat.
Saban kali bicara tentang tanggung jawab pejabat pada rakyat, saya selalu teringat pada khalifah umar bin khattab. Khalifah kedua dalam islam ini untuk menjalankan tanggung jawabnya sebagai pejabat, menggotong sendiri karung gandum untuk warganya yang kelaparan di suatu malam gelap gulita. Sekarang, di era internet ini, saya tentu saja tidak akan berbuat dzalim dengan memaksa para pejabat untuk menggotong karung-karung beras kerumah rakyat, permintaan saya sederhana saja, dimulai dari hal kecil, yaitu, jangan berlalu begitu saja dengan mobil dinas saudara jika di pinggir jalan saudara lihat ada rakyat yang kelelahan—atau tidak kelelahan—menunggu datangnya bis atau angkot. Berhentilah, berhentilah, ajak rakyat yang melarat itu naik mobl saudara. Jika memang masih ada kursi dalam mobil saudara, ajaklah ia, ajaklah ia. Tapi jika sudah penuh mobil saudara, berhentilah sebentar, sapa orang malang itu, sampaikan maaf tidak bisa mengajaknya serta. Percayalah, rakyat itu berhak mendapat perlakuan demikian dan saudara wajib berbuat semikian. Dan jika anda cukup memiliki kebijaksanaan untuk melaksanakan yang saya sarankan, jangan heran jika anda menjadi pejabat yang paling dicintai rakyat, insya Allah.
Sebagai penutup, buat para pejabat, mari merakyat. Buat para rakyat, mari jangan takut lagi menghadapi pejabat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: