Posted in 2005 C, think

JURAGAN BEBEK TEWAS DICINCANG MENJADI 59 POTONG DI KANDANG BEBEKNYA

mutilasiKematian Sang Juragan

Eko Khairul David Julianto (dulunya 21 tahun), adalah sahabat saya yang untungnya tidak menjadi korban pembunuhan sadis itu. Peristiwa nahas itu terjadi pada Khairul Julianto, seorang peternak bebek tidak dekat dari rumah saya.

Khairul Julianto ditemukan tewas tercincang menjadi lima puluh sembilan potong. Hampir tidak ada yang mengenali jazadnya kecuali David Eko (22 tahun), pemuda yang selama ini menjadi pesaing bisnis ternak bebek Khairul Julianto. Eko mengenali jenazah korban dari ciri-ciri yang terdapat di ketiak korban yaitu tato ceker bebek, tato yang dulu (sebelum keduanya bersaing tajam) mereka buat bersama sebagai tanda persahabatan.

Pihak kepolisian masih menyelidiki peristiwa mengenaskan tersebut. Sejauh ini, kepolisian belum menetapkan tersangka pembunuhan meski pada saat ditemukannya jasad korban di TKP, di sana didapati ada Kampret (20 tahun) membawa parang, David July (19 tahun) membawa belati, Eko Khairul (20 tahun) membawa celurit, dan David Eko sendiri yang membawa golok berlumuran darah. Satu-satunya orang yang menjadi tersangka dan sekarang dalam penyelidikan polisi adalah Julianto Khairul, mahasiswa peternakan yang sedang berada di Australia saat terjadinya perkara.

Rahasia Sang Juragan
Yang menjadi buah bibir warga adalah, bagaimana bisa Khairul Julianto yang dulunya miskin bahkan tidak seekor lalatpun yang mau hinggap ketubuhnya saking dari melaratnya dia, sekarang berubah menjadi target operasi para penjahat? Orang-orang menduga pasti ini dikarenakan hobinya ngeblog dan menulis segala macam hal tentang ponsel, tapi pihak kepolisian menduga pembunuhan Khairul Julianto lebih karena factor kecenderungan korban untuk ngefans pada Salman Khan. Meskipun demikian, saya punya teori sendiri tentang alasan tewasnya sang juragan bebek itu, yaitu, karena dia sukses menjadi peternak bebek nomor wahid di daerahnya. Dari hasil ternaknya, Khairul Julianto bisa membeli 40% saham Ducati Markopok, 45% saham Sampoenar, dan hampir 67% saham Gudang Ganyam. Dan, yang muncul menjadi pertanyaan berikutnya, adalah, bagaimanakah cara beternak Khairul Julianto sehingga dari penghasilan ternak bebeknya bisa menyaingi Bull Gates si penguasa Microshort? Hadirin sekalian yang saya hormati dan saya cintai, rahasia ternak bebek sukses Khairul Julianto adalah sebagai berikut:

Berternak Bebek

Pusing melihat IHSG yang turun terus menerus? Keuntungan di pasar saham semakin menipis? Atau anda mau ikut-ikutan membawa keluar uang anda dari pasar saham seperti investor asing itu? Tapi anda tidak tahu mau diinvestasikan ke mana?
Ya anda beruntung sekali karena pada saat ini saya akan membahas tentang cara menumbuhkan pohon uang dengan cara “Beternak Bebek”. Ya beternak bebek!
Yang jadi syarat utama selain modal awal adalah lahan. Anda harus punya lahan terlebih dahulu. Lahan yang diperlukan tidak luas, pokoknya cukup untuk tempat hidup 1000 ekor bebek. Anda bisa menggunakan lahan di belakang atau depan rumah anda sebagai kandang bebek. Kalau perlu lantai dua rumah anda bisa anda jadikan kandang bebek juga.
Untuk memperoleh keuntungan anda harus bisa membesarkan 1000 jantan DOD (Day Old Duck) menjadi bebek remaja selama 60 hari. Setelah 60 hari bebek tersebut harus segera dijual.

Kenapa Bebek?
Kenapa tidak? Bebek bakar di warung pecel lele aja, anda harus merogok kocek minimal 15 ribu untuk mendapatkannnya. Padahal itu cuma 1/5 bagian tubuh bebek itu. Mau tau harga di restoran? Yang pasti lebih dari 15 ribu.
Kenapa Bebek Jantan?
Anakan bebek jantan lebih murah daripada bebek betina. Bebek jantan relatif lebih cepat besar daripada betina.
Kenapa 60 hari?
Biaya yang paling besar dalam beternak bebek adalah faktor makanan bebek. Bebek dewasa butuh makanan banyak. Selain itu bebek jantan relatif lebih banyak makan daripada bebek betina.
Semakin cepat waktu anda memelihara bebek semakin sedikit biaya untuk memberi makannya. Tentunya dengan memperhitungkan harga jual bebek 60 hari yang lumayan tinggi.
Hitung-hitungannya gimana?
Hitung-hitungan di bawah dengan asumsi anda sudah punya lahan, dan biaya sumber daya manusianya tidak dihitung, karena anda sendiri adalah karyawannya.
Modal Awal + Operasional selama 60 hari:
DOD (anak bebek) : 1000 ekor x Rp 2.700,- = Rp 2.700.000,-
Pembuatan Kandang : 1 x Rp 500.000,- = Rp 500.000,-
Pakan Dedak : 600 kg x Rp 2.000,- = Rp 1.200.000,-
Pakan Konsentrat : 400 kg x Rp 6.500,- = Rp 2.600.000,-
Obat-obatan : 1 x Rp 200.000,- = Rp 200.000,-
Biaya lain-lain : 1 x Rp 600.000,- = Rp 600.000,-
——————————————————————-
Total Pengeluaran = Rp 7.800.000,-

Penghasilan Kotor
(Asumsi bebek yang mati sebelum 60 hari adalah 15%)
Bebek umur 60 hari : 850 ekor x Rp 12.500,- = Rp 10.625.000,-
——————————————————————-
Total Penghasilan kotor = Rp 10.625.000,-

Keuntungan bersih
Keuntungan = Total Penghasilan Kotor – Total Pengeluaran = Rp 2.825.000,-
Segitu Keuntungannya?
Hitungan di atas adalah perhitungan moderat yang mengabaikan biaya tak terduga lainnya. Coba bayangkan dengan perhitungan moderat dalam waktu 60 hari anda sudah untung sekitar 36%.
Bagaimana kalau anda lebih agresif? Bebek yang hidup 99%, biaya pakan lebih rendah, dan pengeluaran lainnya dapat ditekan, anda pasti lebih banyak untungnya.
Dari tadi untung terus. Apakah ada resikonya?
Jelas ada dong. Setiap investasi ada resikonya. Begini resikonya:
1. Bebek anda mati semua karena terkena virus flu burung, dicuri orang, atau kena bom. Tentunya anda akan rugi karena panen anda berkurang dengan kejadian ini.
2. Tidak ada yang mau membeli bebek-bebek anda karena anda belum menemukan pembeli yang tepat. Bebek-bebek anda akan membutuhkan lebih banyak pakan dan akhirnya anda bisa frustasi dan menggoreng bebek anda sendiri untuk santap malam.
3. Kandang bebek anda menimbulkan bau yang menyengat sehingga tetangga anda berdemo di depan rumah anda. Dan akhirnya terjadi anarkis dan memporak-porandakan kandang bebek anda. Serta akhirnya pendemo membawa pulang bebek-bebek anda.
4. Anakan bebek yang anda beli ternyata palsu. Yang anda beli adalah anakan bebek karet. Jadi waspadalah dengan pembajakan.
5. Hitung-hitungan di atas adalah salah semua, alias ngibul. Sehingga ketika anda beternak bebek hitungan di atas tidak berlaku.
Ada kata penutup, pak?
Sekian, terima kasih.

RAHASIA UNCOVERED
Dengan demikian, terbongkarlah rahasia kesuksesan Khairul Julianto sebagai peternak bebek.

30 menit setelah penemuan jenazah korban, warga gempar dengan kemunculan kembali Khairul Julianto yang dramatis. Korban—yang tak lagi menjad korban—merangkak keluar dari kolong salah satu kandang bebek dengan membawa lima ekor bebek hidup. Tanpa mempedulikan para penonton yang keheranan, Khairul Julianto memanggil Kampret yang membawa parang, David July yang membawa belati, Eko Khairul yang membawa celurit, dan David Eko yang membawa golok berlumuran darah untuk menggorok kelima ekor bebek tersebut, buat syukuran, katanya.
Segera setelah itu, polisi menangkap Kampret, David July, Eko Khairul, dan David Eko. Polisi memberi mereka sanksi penjara 56 tahun dan denda satu juta ekor bebek @orang atas tuduhan penghilangan nyawa dan tidak kebiadaban terhadap bebek, eh bukan, tapi terhadap KHAIRUL JULIANTO!
Demikianlah salah satu peristiwa paling akbar di Indonesiapa setelah pemilu usai.

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

5 thoughts on “JURAGAN BEBEK TEWAS DICINCANG MENJADI 59 POTONG DI KANDANG BEBEKNYA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s